Test Drive Review Yamaha Aerox 155…Si Gambot Hulk

Artikel ini bermula dari akhir bulan lalu, tepatnya tanggal 29 Juli 2017, saat saya sedang membawa si mio adik saya ganti shockbreaker di bengkel yamaha.

Ok, singkat kata jam 8 pagi si mio menjadi tamu pertama yang diurus di bengkel yamaha, dari awal saya sudah bilang ke kepala bengkel kalau yg saya butuhkan hanya ganti shock plus
ganti oli mesin dan oli gardan mio (shock n oli sdh saya sediakan). Ealah…bukannya dikerjain sesuai request malah sekalian di”beri” servis ringan. Pada akhirnya saya kena charge servis ringan lengkap dan ini itu habis 72 rb, kampreeeett…mana saya lagi bokek pula!

Sambil menunggu, saya melihat” etalase motor di dealer yamaha, well..ada tuh yamaha r15 baru sudah dipajang di area paling depan (tanda utk mengutamakan penjualan produk ini tuh). Dan muter” lagi dapatlah saya yamaha aerox 155, dan saya tidak menemukan dealer tersebut stok produk yamaha jupiter z1 dan vega, melainkan hanya stok jupiter mx king doank utk kategori motor bebek. Dari sini sebenarnya udah bisa ditebak sih, vega dan jupiter z1 minim peminat, jadi gak “laku” di stok lagi.

Menunggu sampai 30 menit, air botol sudah hampir habis dan mio belum kelar juga…dan akhirnya si sales counter yamaha mendekati saya yang sedang elus elus R15 baru, dan memberi brosur. Namun perhatian saya teralihkan ke si aerox 155 baru itu. Dan akhirnya dilihat lihat, dicoba dinaikin… hmm..joknya enak…yup itu impresi pertama pantat saya naik ke matic ini. Untuk saya, jok aerox 155 ini bener-bener comfort, berasa naek matic nouvo yg pernah dimiliki keluarga kami.

Untuk saya pribadi, ukuran jok aerox 155 itu termasuk gede, tebal (gak tebal amat tapi sih) dan nyaman, bagian buritan jok memang agak tebal. Nah saat saya sudah duduk di jok, paha dan kaki masuk di ruang pengendara, disinilah lagi lagi saya menemukan kegagalan yamaha di produk matic mereka setelah era mio karbu.

Sampai detik ini saya belum menemukan 1 pun produk matic yamaha yang ukuran ruang kakinya seluas nouvo dan mio karbu (saya ambil perbandingan mio 2010 adik saya). Dengkul saya ini amat sangat pas dengan sayap dalam aerox 155 itu, selisihnya mungkin 0.5cm doank! Kalau pakai mio karbu 2010 adik saya itu, beeuhh..jangankan dengkul saya, koper dan tas aja masuk di ruang kaki pun masih nyaman terkendali dua kaki saya ini.

beli motor baru bisa online disini, kredit mudah, tunai juga bisa, free diskon 500rb, gratis ongkir motor se-indonesia!

Paling gak muat dengkul n paha kaki saya saat mencoba mio m3, bener” amat sangat sempit gak muat banget, namun anehnya kok bisa muat di honda beat ya. Jadi disini buat saya yamaha kurang memperhatikan kenyamanan dan ukuran ruang kaki pengendara di matic (walo sebenarnya dengkul saya juga gk muat/nempel di vega baru juga!). Mungkin desainer motor yamaha indonesia udah berubah x? ato mereka lupa kalau ada konsumen yamaha yg ukurannya gede gede?

Motor bebek yamaha terakhir yang muat untuk “menampung” dengkul dan paha saya dengan baik (nyaman itu belakangan) adalah jupiter z1 2014 yg pernah saya miliki. Setelah itu sampai saat ini belum pakai produk yamaha lagi (kecuali mio 2010 adik saya itu).

Setelah mencoba joknya, dan berkutit dengan dengkul dan paha yg mentok di sayap aerox 155, akhirnya saya putuskan untuk udahan aja dah. Gak minat untuk coba fitur aerox 155 yang ada.

Balik duduk lagi di ruang tunggu, si mio udah 45 menit pun belum kelar…bujug busyeett lama nian mas mekanik!

Gak berapa lama salah satu karyawan kantor/dealer yamaha datang dengan aerox 155 warna biru yg sport itu loh, yg shocknya pake tabung, liat gambar dibawah ini kang..

Si karyawan paginya saya lihat nyapu ruangan, menghampiri saya dan berkata “Pak, mau coba aerox pak? Gpp kok pak, itu memang motor untuk test drive.”

Hmm… jadi penasaran sih saya spt apa performa aerox 155 yang berukuran gambot spt hulk itu…apa spt pesumo jepang x yak?

Karena penasaran, saya pun putuskan menerima cobaan ini..bahaha.. Kunci aerox pun disiapkan, saya mulai pasang helm, dan menuju ke halaman yamaha, naik aerox, masukkan kunci, set on, dan spedometernya yang serba digital pun memberikan kesan wow untu saya. Walau saat itu matahari cerah dan yang ditampilkan spedometer gak terang amat sih (entah ini emang bawaan aerox ato emang itu dashboardnya gelap diselipin kaca film saya gak begitu ingat).

Langsung starter dan langsung berasa spt iklan mobil panther…nyaris tak terdengar. Yup! Kesan pertama mendengarkan suara mesin aerox 155 dibalik helm adalah smooth…bener” halus suara mesinnya, walau seingat saya itu motor test drive emang udah nembus ratusan kilometer dipakainya seputaran kota. Mencoba klaksonnya, suaranya saya suka dan termasuk keras (walo masih gak sekeras teriakan hati ini melihat mantan menikah), dicoba tombol sein, rem, semua nyaman. Saya suka rasanya menekan tuas rem cakram aerox itu, khas yamaha…lembut tp greget duh gimana ya jelasin perasaan ini… beda lah ma produk matic honda gtu aja buat saya.

Si aerox ini yang masih standard pabrikan dengan roda depan berukuran 110 dan belakang 140 ring 14 emang bikin greget sih buat saya, memang sangat mendukung penampilan aerox 155 secara keseluruhan.

Lalu saya mulai ajak si aerox ini untuk test drive, saya berencana tidak testdrive jauh jauh, hanya di seputaran wilayah kota temanggung. Kesan pertama menarik gas aerox…hmm…lembut..tapi saya rasakan butuh memutar gas agak sedikit dalam agar mesin merespon dan mengeluarkan tenaga, memang sih gak terlalu dalam, tapi telapak tangan saya merasa kok tarikan tenaga awal agak jauh/dalem ya memutar gasnya itu saja sih yg saya rasakan.

Dan akhirnya aerox 155 keluar dari yamaha dan menuju jalan raya, jalanan pagi itu masih cukup ramai, beberapa kendaraan di depan saya salip, kesan saat menyalip pakai aerox 155 ini buat saya mengingatkan dengan goyangan matic honda spacy milik saya, sama-sama gambot tapi goyangannya lincah aduhay gtu..enak.

Respon mesinnya menurut saya termasuk baik, walau belum seperti selera saya sih, tapi ya udah bagus lah, tenaga yg keluar dari mesin tiap saya makin dalam memutar gas memang berasa responsif, tapi tidak begitu responsif banget, agak kurang buat saya.

Aerox 155 ini untuk saya memang berasa bertenaga khas matic yamaha, kuat di putaran bawah, akselerasi termasuk baik, cuma agak gmana gtu ya untuk saya merasakan mesin aerox 155 ada kekurangannya…feel-nya spt ada yg kurang di tubuh dan telapak tangan saya, entah apa itu…ya mungkin itu respon putaran gas dan tenaga yg keluar dr mesin berasa kurang “match” tapi ya tenaga memang gede keluarnya sih…memang berasa hentakan tenaga mesinnya saat putaran gas digeber makin dalam.

Saya mencoba motor ini di kondisi jalanan aspal halus, bergelombang, kasar, dan beberapa lubang ringan di jalan beraspal PP 8km!

Saat tanjakan, aerox ini sanggup mengangkat saya yang berbobot diatas 100kg (gak usah kaget gtu lah) dengan tenaga yg stabil. Saat diajak berbelok pun suspensinya termasuk nyaman untuk pantat saya, stabil, tidak ada gejala slip/goyang, saya memang menguji aerox ini untuk banyak menyalip kendaraan, karena ingin bukti real dan memang stabil dan nyaman. Saat sengaja menghajar lubang ringan di jalanan beraspal, suspensi depan dan ban depan untuk saya mampu memberikan daya redam yg baik, steer stang tetap stabil, ban belakang pun menghajar lubang yg sama tetap stabil, suspensinya termasuk nyaman.

beli motor baru bisa online disini, kredit mudah, tunai juga bisa, free diskon 500rb, gratis ongkir motor se-indonesia!

Kesan lain dari uji coba aerox 155 adalah soal kecepatan dan kestabilan di putaran tinggi. Saya sempat merasakan si aerox ini memberikan 105kpj di jalanan agak menurun dan aspal halus, kesan saya, dari 40kpj menuju 100kpj untuk ukuran matic gede bertenaga 155cc termasuk cepat dan stabil dihajar angin dari depan. Entah kalau di jalanan mendatar ya. Tapi pagi itu angin memang sedang berasa banget di kota itu.

Dan sampai juga di dealer yamaha, pasang standard samping, dan mesin motor pun otomatis ikut mati. Saya mencoba memposisikan ke standar tengah, disinilah ada sedikit kendala, dan sptnya akan menjadi kendala rutin untuk pemilik aerox 155, jujur saya kesulitan mengangkat matic ini ke posisi tersebut, mengapa? Karena ini matic kagak ada handle bar di rear body bro! Ini yang menyebabkan saya kesulitan menemukan pegangan untuk mengangkat dan memposisikan matic ini ke standard tengah. Hadeeuh…pigimane tho yamaha!

Setelah diuji, saatnya saya memberi penilaian plus minus untuk Aerox 155 (saya mencoba yg biru dng shock tabung).

NILAI PLUS UNTUK AEROX 155:

1. Nyaman! Ini adalah hal pertama dan tetap berkesan dari pertama duduk di joknya yang tebal dan lebar (untuk pantat pengendara saja) sampai selesai uji coba. Joknya sangat amat nyaman untuk anda yang memiliki pantat XL spt saya! apalagi yang punya pantat tipis ato pantat kecil pasti akan merasakan kenyamanan joknya.

2. Stabil! Kestabilan adalah nilai kedua untuk aerox 155, diajak pelan ok, diajak ngebut juga ok, stabil diajak berbelok, menikung agak merebah, dan stabil diajak menyalip yang membutuhkan putaran gas lebih dalam. Saya merasakan body sayap luar aerox memang memberikan manfaat untuk membelah angin dari depan, ini sudah saya rasakan saat uji coba. Selain itu shockbreaker depan dan belakang dan kombinasi kedua ukuran ban-nya untuk saya sudah ok.

3. Bertenaga! Ini benar-benar sangat jelas yamaha menunjukkan kepada pengguna aerox, tenaga matic ini buat saya gak maen maen, khas yamaha! Dari putaran bawah sampai atas, tenaganya selalu ngisi untuk jalanan mendatar dan menurun ok. Suara mesinnya pun halus.

4. Sporty dan Elegan! Untuk saya pribadi, baru kali ini yamaha bisa bikin matic yg seimbang antara kesan sporty dan elegan, bahkan untuk saya pribadi jauh lebih baik bentuk dan ukuran aerox 155 daripada nmax (walo memang gak bisa disandingkan langsung karena beda positioningnya).

beli motor baru bisa online disini, kredit mudah, tunai juga bisa, free diskon 500rb, gratis ongkir motor se-indonesia!

5. Braking Ok! Masih khas yamaha, pengeremannya termasuk ok, untuk saya ciri khas rem cakram yamaha yang pernah saya pakai tidak hilang, tetap sama, lembut dan bertenaga. Beda dng produk honda. Rem bersamaan depan belakang juga ok, gak ada gejala aneh aneh (aerox 155 yg saya coba versi non abs). Setidaknya ini berlaku di telapak tangan saya, entah di telapak tangan anda.

Saya tidak tau ya saat uji coba itu aerox minum bbm apaan, yang jelas saya tidak menemukan gejala spt loss power/ngelag di putaran bawah, menengah dan putaran atas.

NILAI MINUS UNTUK AEROX 155:

1. Sayap! Ya, untuk saya pribadi sayap matic ini terlalu beranjak ke bagian dalam dan kurang pas untuk saya yang berukuran big size, dengkul dan paha saya kurang nyaman menekuk di ruang kaki pengendara. Bener” mentok spt gk ada ruang tersisa, sangat berbeda jauh dng kenyamanan ruang kaki dng mio 2010 adik saya. Saya harap yamaha bisa pertimbangkan desain ruang tengah untuk matic dan bebek di kemudian hari.

2. Saluran Air Filter! Ini penilaian saya pribadi, jika diperhatikan, bagian saluran filter aerox 155 ini sangat terlihat jelas/terbuka. Dan bahan ini dari karet. Lihat gambar diatas untuk tau maksud saya. Saya sih berharap bagian vital-vital itu bisa dicover tersembunyi, jangan dapat diakses terbuka, apalagi ini bahannya karet, saya hanya khawatir ada orang iseng, merusak itu saluran filter lah disayat lah, dijebol lah, ditusuk lah dsb. Hei..niat orang iseng mana kita tau kan?

3. Hand Bar! Ya, entah kenapa yamaha tidak menyertakan handle bar untuk penumpang, menurut saya ini salah satu komponen yang sangat penting, selain menunjang keamanan juga menunjang kenyamanan dan fungsi meringankan tenaga kita saat akan memposisikan aerox 155 ke standard tengah. Untuk saya pribadi ini nilai yg sangat minus.

4. Alur Ban! Buat saya di indonesia pakai motor dengan ban tanpa alur tengah itu sangat riskan. Ini indonesia dengan segala macam keganasan jalanan-nya, dari aspal halus, bergelombang, becek, berpasir dan cuaca hujan n panas. Sangat tidak lumrah buat saya menggunakan ban tanpa alur tengah hanya demi style dan performa napak di aspal kering saja. Karena saya sudah merasakan bedanya di jalan tidak kering/becek dan hujan performa keamanan ban dengan alur tengah jauh lebih aman daripada tanpa alur tengah. Buat saya ini nilai sangat minus untuk yamaha aerox 155. Coba anda mengerem di jalanan basah dng ban tanpa alur tengah? pasti goyang / slip! Ini bikin saya mikir secanggih apa sistem ABS aerox tertinggi bisa mencegah aqua planning di ban tanpa alur tengah? You got to be kidding me!?

Saya tidak sempat membuka joknya, jadi tidak tau spt apa bagian dalamnya. Juga tidak tau ini 1 liter bisa brp kilometer karena saya cek saat selesai uji coba cuma sejauh 8km PP aja hehehe.

Bagi saya, aerox 155 ini memang memberi jawaban tegas yamaha ke end user yang membutuhkan alternatif matic bertenaga, sporty bisa, elegan juga bisa karena aerox ada beberapa warna dan tipe. Matic ini jelas tidak bisa disamakan dengan vario 150 ataupun sodaranya sendiri si nmax.

Asalkan matic diurus dng rutin, performa akan baik, ya ciri khas mesin matic dmanapun emang perawatannya harus rutin dan disiplin sih, entah itu mobil/motor matic. Kalau anda butuh motor baru yang bisa memberi diskon lebih besar, banyak pilihan motor, terjamin dan gratis ongkir, coba aja cari disini bro!

Selamat hunting aerox 155. Safe driving bro!

Test drive ini saya lakukan di kota temanggung, 29 Juli 2017, pukul 08.45 WIB. Tidak berafiliasi dengan pihak dealer yamaha ataupun produsen yamaha!

Iklan

10 thoughts on “Test Drive Review Yamaha Aerox 155…Si Gambot Hulk

    1. Ya itu pak ruang lutut yg bener” berpengaruh ke saya dan adik saya krn sama” big size human 😅

      Jadi msh pertahankan mio 2010 krn faktor ruang lutut. Dan entah krn alasan apa ya yamaha sampe gk kasih handle bar itu…bener” heran saya 😥

      Td pagi sempat lihat duo cew langsing pake aerox 155 saya kepikiran itu mrk gmana caranya gk ngos”an standard tengahnya. Hehehe…

      Salam.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Nggak cuma Yamaha saja, Honda juga sama. Di vario ruang lutut malah lebih sempit sepertinya.

        Untuk standar tengan, jangankan aerox, Honda beat saja susah setengah mati. beda jauh sama Suzuki spin.

        Soal handle bar itu sepertinya juga lagi tren.

        Disukai oleh 1 orang

        1. Observasi yang menarik, apa maksud produsen “membiarkan” lutut kita maen senggol ruang sempit melulu ya pak? Mungkin ini adalah bentuk “penghematan” ongkos produksi cetak fairing sayap, ya x aja 0.5cm itu seharga 50rb x yak? hehehe 😀

          Hmm…handle bar is gone, jd tren, area lutut sempit jd tren juga oleh produsen x yak? mungkin besok standard samping dan standard tengah juga dihilangkan pak, supaya bisa jadi trend baru, jadi klo mo parkir cukup rebahkan motor saja supaya berasa spt matic moto gp x 😀 hehehe

          Ya ni adalah bentuk salah kaprah produsen dan entah kapan mrk bisa menyadarinya kalau tidak ada yg nyenggol di ruang publik 🙂

          Disukai oleh 1 orang

          1. Kesan motor baru jaman skrg spt gk pake falsafah Asiknya rame rameee. Tapi hilang behel kesannya derita motor lu mogok tanggung sendiri ajee gw kagak bisa narik motor lu cuy kagak dsediain behel dr pabrikan. 😄

            Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s