Ketika Kita Meributkan Fungsi Trotoar..

Beberapa minggu belakangan ini berita tentang penyerobotan hak pejalan kaki menggunakan trotoar oleh kendaraan makin menghiasi drama kehidupan lini berita dmana mana.

Singkatnya sih, ada kelompok pembela pejalan kaki untuk bisa menggunakan trotoar bebas dari kendaraan, dan ini adalah hal benar, toh juga ada peraturan resminya kan? ada legalitas diatas hukumnya kan bila trotoar memang difungsikan utamanya untuk pejalan kaki.

Dan seperti yang ditayangkan di beberapa stasiun tv sampe nongol di yutub, pelanggar trotoar…alias si pengendara motor diingetin bukannya sadar tapi malah kerasukan syaiton…malah marah marah sampai ngancam yang merekam kejadian. Entah mereka itu otak di pantat ato memang sekalian gak punya otak x ya?

Akhirnya gubernur jakarta memberikan “titah” bahwa di bulan agustus adalah hari kemerdekaan untuk si trotoar, maka trotoar harus bebas dari segala bentuk penjajahan dan harus dikembalikan fungsinya untuk kaki manusia yang berjalan diatasnya.

Well, “titah” gubernur Djarot memang baik dan benar, karena toh ada landasan legalitasnya utk trotoar kan? Namun, menurut saya akan lebih baik jangan dijadikan musiman saja. Memang seharusnya aparat – siapapun lah – menjaga trotoar dan menindak pelanggarnya tanpa ampun. Ini bukan soal siapa cepat sampe di tujuan sampe merebut trotoar, bukan soal cari nafkah dengan berdagang di atas trotoar, ini lebih ke persoalan mental yang benar. Anda cari nafkah menyalahgunakan trotoar demi kebutuhan keluarga anda sendiri dan membuang hak pejalan kaki yang lebih buanyak drpd keluarga anda apa itu cari rejeki halal? Anda marah-marah ke pejalan kaki yang pake trotoar karena ingin cepat sampai di tujuan menembus kemacetan apa anda keliatan waras?

Hal penyerobotan trotoar tidak hanya terjadi di jakarta, namun karena segala aya “berpusat” di jakarta, maka berita sederhana spt ini langsung menyedot perhatian. Kan sudah puluhan tahun itu trotoar di anaktirikan? Jangankan pejalan kaki, orang yang berkebutuhan khusus saja berjalan di trotoar juga petak trotoar untuk orang buta sampe hancur gak keurus, sampe dipasang terhalang pohon dan tempat sampah di trotoar aja gak diberesin?

Revolusi mental memang bener-bener harus digalakkan, ni bukan soal saya support jokowi ya, tapi soal nalar aja. Kita sudah terlalu lama membiasakan hal yg salah menjadi kebiasaan “umum” yang terkesan “normal”.

Itu baru terjadi di jakarta beberapa minggu lalu, nah yang akan saya posting di bawah ini adalah episode kejadian 5 April 2016 di kota saya, tepatnya di jalan a.yani, pusat kota, yang hanya berjarak 400-500m dari pos polisi utama di pusat kota. Yang bikin ngenes lagi adalah, setiap kali saya lihat ada polisi lewat jalan tersebut, tidak ada tindakan apapun! Bahkan bus A.K.A.P pariwisata yang tidak muat masuk ke dalam parkiran hotel sebelum mobil pick up ini pun hidung bus menjorok sampai full ke trotoar (besok” saya update foto bus laknat itu).

Berikut adalah foto hal “wajar” bagi pelanggar trotoar di kota saya.

mobil polres temanggung jd “panutan” di kota laennya

Hmm…bisa jadi ini mobilnya si tahu bulat??

Oya, dan masih banyak lagi pedagang yang menyerobot trotoar di kota saya sampai saya harus “mengalah” dan berjalan keluar dr trotoar di aspal jalan raya yang sempit dan macet plus kesenggol kendaraan yang lewat. Nah, hebat kan para penyerobot trotoar? Mereka hanya mikir diri sendiri dan keluarganya tapi nasib yang berhak pakai trotoar gak dipikirkan. Manusia kayak gtu harusnya diapain ya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s