Batasan Area Razia Kendaraan Oleh Polisi

Saya menulis ini setelah beberapa jam lalu tepatnya jam 10.30 saya kena razia polisi di kota saya. Aslinya saya memang sedang menuju ke sebuah deretan ruko yang letaknya ada di area tikungan, saya sedang mencari jasa desain n cetak ke kaos. Eh malah gak taunya ada razia polisi setelah tikungan itu.

posisi foto dari tkp penindakan razia – 200m setelah tikungan

Saya pun berhenti di ruko persis di tikungan itu, namun ada seorang aparat polisi yang berjarak sekitar 30m dari lokasi saya berhenti melihat saya dan dengan lambaian tangannya meminta saya ke arahnya dengan maksud ikut dirazia. Memang sih itu razia resmi, karena saya lihat papan razia-nya yang apesnya diletakkan setelah tikungan dan setelah bbrp jarak dari lokasi saya memarkirkan motor.

Setau saya ya, razia resmi polisi itu ada beberapa prasyarat wajib, sekali lagi… WAJIB, diantaranya (pakai bahasa saya nih ya):

1. Tidak diperkenankan melakukan razia di area tikungan atau dilokasi dimana tidak dapat dilihat pengendara atau dapat menimbulkan kepanikan bilamana razia ditempatkan di kondisi seperti tikungan (salah satunya).

Nah yang bikin saya agak kesal adalah, saya ini berhenti benar – benar di parkiran ruko pinggir jalan yang letaknya masih sekitar (estimasi saya) 200m dari lokasi diadakannya razia tersebut, dan letak papan razia itu sekitar 20m setelah dari parkiran motor saya.

Si polisi inipun mendatangi saya dengan sopan, menanyakan surat” kendaraan saya. Saya pun dng sopan menjawab…

“Pak, maaf, tapi razia-nya kan disana pak (saya menunjuk lokasi rekan-rekannya mengumpulkan pengendara motor yg dirazia) dan motor saya tidak berhenti setelah ditempatkan papan razia itu (saya tunjuk juga papan razianya). Kenapa saya harus ikut bapak dan serahkan surat pak? Saya kan memang berhenti disini untuk tujuannya ke ruko ini, bukan ke tempat razia itu pak. Ini ada motor lain parkir di ruko ini juga tidak ikut dibawa ke tempat razia itu (saya tunjuk lagi tempat rekan-rekannya mengumpulkan pengendara yg dirazia).”

Si polisi ini tetap mendatangi saya dan meminta surat, saya pun menyerahkan stnk saja, karena memang saya belum ada sim c lg yg bisa anda baca disini.

Nah saat saya sedang bertanya ke beberapa orang yg menjual jasa di ruko itu dimana si penjual jasa desain n cetak ke kaos, ternyata sudah pindah, itu rukonya diganti dng ruko vape (rokok elektronik). Dan setelah itu saya kembali ke motor dan menuju ke tempat razia.

Saat saya di tkp dan menunggu si polisi yg bawa stnk itu sampai ke tkp, saya mikir, kenapa saya ikut drazia. Tujuan saya kan berhenti di ruko utk cari desain kaos itu, dan letak parkir motor saya pun diluar/sebelum penempatan papan razia, artinya saya berada di luar posisi area ruang lingkup razia resmi itu.

Nah yg jadi pertanyaan saya nih untuk korlantas mabes polri:

1. Apakah pengendara motor yang sudah jelas tujuannya memang berhenti di luar area posisi razia resmi atau diluar posisi papan razia tersebut juga dapat dikenakan penindakan pemeriksaan kendaraan?

Ini ibarat saya sedang parkir motor di lokasi toko A tapi yang mengenakan parkir si juru parkir toko B. Padahal posisi saya itu sudah berhenti parkir motor dan diatas trotoar ruko!

Kan seharusnya yang memang atas dasar peraturan polisi yang melakukan razia resmi hanya sewajibnya/sewajarnya dapat menindak dalam ruang lingkup razianya saja yang diukur dari posisi dimana diletakkan papan razia tsb sampai posisi dimana rekan-rekan polisi melalukan penindakan/pemberian surat tilang (biasanya kan ngumpul tuh di satu titik untuk penindakan).

Dan yang berikutnya adalah perihal penempatan papan razia yang jujur untuk saya sebuah kecurangan sistematis, ini adalah yang kesekian kalinya saya kena razia di tikungan tsb. Kan posisinya sangat menjebak, setelah tikungan pengendara baru melihat ada razia, itupun papan razianya saya lihat tadi ditempatkan di area kiri jalan dimana sebelum terlihat ada bbrp motor yang parkir di pinggir jalan ruko tsb kan jelas tertutupi tuh papan razianya.

Seharusnya dan sewajarnya papan razia itu diletakkan sebelum tikungan bukannya setelah tikungan, karena salah satu prasyaratnya kan tidak menimbulkan kepanikan atau dirasa ‘panik karena dijebak’.

Namun apa boleh buat, hal ini terus berulang di kota saya. Posisi razia biasanya ada di 2 tempat, dan satu lokasi razia lainnya berada di jalan utama dan lebar dan lapang sehingga dari jauh jarak 800m pun bisa dilihat kok pakai motor pun. Lah ini razia di tkp tikungan sama sekali gak bisa dilihat dari jauh, hanya bisa dilihat setelah melewati tikungan dan jelas donk pada banyak yg panik, kalau saya tidak lupa duluuu lama banget saya pernah lihat ada pengendara mio (cewek) panik setelah melewati tikungan ada razia polisi dan dia bersama motornya jatuh setelah melewati tikungan (jelas terlihat kok kagetnya).

Tapi ya akhirnya saya dibebaskan dari tilang, selain saya bisa ber-argumen dng jelas dan fakta dan aturan razia dan menjelaskan tujuan saya memang ke ruko itu udah berhenti naik ke trotoar ruko lah kok malah dpanggil ikut drazia….Ah Sudahlah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s