Minimarket Dilarang Buka 24 Jam – Touring Nelangsa?

Beberapa hari lalu di newsfeed opera browser saya membaca artikel di beberapa website yang membahas bahwa minimarket dan sejenisnya tidak boleh beroperasi full 24 jam. Saya pun jadi kepikiran dan ingin menuangkan uneg uneg di blog saya ini.

Di website yang saya kunjungi, disebutkan bahwa akan dibuat peraturan usaha minimarket dan sejenisnya dilarang beroperasi penuh 24 jam karena membawa dampak tidak baik (alias susah bersaing) bagi pedagang kecil sejenisnya, sehingga pada hari reguler minimarket hanya dapat beroperasi maksimal di hari sabtu – minggu hingga pukul 11 malam saja. Wacana ini saat ini masih sebatas di wilayah surabaya, jawa timur (dari berita yang saya baca).

 

Berikut adalah copy berita yang saya baca:

“Larangan tersebut mengacu pada Perda Nomor 8 Tahun 2014 tentang Penataan Toko Swalayan. Selama ini perda tersebut terkesan diabaikan. Nah, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Surabaya berencana menerapkan seluruh aturan dalam perda itu, termasuk soal jam buka minimarket. Pada pasal 12 Perda 8/2014, jam buka minimarket paling malam hanya sampai pukul 00.00. Itu pun hanya saat libur hari besar. Pada Minggu, minimarket hanya diperbolehkan buka sampai pukul 23.00. Pembatasan tersebut dilakukan untuk melindungi pasar rakyat dan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM). Dengan banyaknya minimarket yang tersebar di Surabaya, masyarakat yang berjualan bahan-bahan sembako kalah bersaing.”

alfa

Berikut adalah informasi jadwal operasional yang masih sebatas wacana di wilayah surabaya, jawa timur:

A. Hipermarket – Supermarket – Department Store:

Senin – Jumat: 10 pagi – 9 malam.

Sabtu: 10 pagi – 11 malam.

Minggu: 10 pagi – 12 malam.

B. Minimarket:

Senin – Jumat: 8 pagi – 9 malam.

Sabtu – Minggu: 8 pagi – 11 malam.

Hari Libur: 9 pagi – 12 malam.

Memang ini tidak dipukul rata keberadaan minimarketnya, yang ada di wilayah semisal rumah sakit/apartemen dan sejenisnya masih diperbolehkan operasional 24 jam (dari sumber berita lain infonya).

Nah apa hubungannya larangan dan wacana diatas dengan touring? Jadi begini, kebetulan sekitar 3 minggu terakhir saya merencanakan untuk solo touring ke pulau sebelah, tentu harus melewati beberapa kota, memang sih dalam perjalanan ini saya tidak akan melewati kota Surabaya tapi hal ini jadi pikiran saya juga saat akan melewati kota dimana tidak ada (atau sangat jarang ada) minimarket 24 jam.

Saya memikirkan, kita – kita ini yang doyan mengendarai motor, bepergian jarak jauh antar kota, bahkan antar propinsi sampai keluar pulau pastilah dalam perjalanan akan membutuhkan waktu untuk sekedar istirahat, isi bensin, sampai cari cemilan. Mau tidak mau, kita akui saja, keberadaan minimarket (walo peraturan diatas juga berlaku ke hipermarket dsb, tapi kita yang doyan touring pastinya seringnya mampir ke minimarket donk ya!) di sepanjang perjalanan yang kita lalui pasti menjadi salah satu tempat mampir yang sangat kita butuhkan.

Coba pikir, hari gini mana ada yang bepergian kesebuah area tanpa memikirkan keberadaan minimarket di area yang akan dilalui? Ini minimarket di indonesia sudah ibarat nasehat traveler luar negeri “Jika kau hendak mengunjungi sebuah tempat di negara lain, pastikan tempat itu memiliki MC’Donald”.

Saya pernah berkendara ke beberapa kota jarak jauh di malam hari, saya masih temukan beberapa minimarket memang ada yang beroperasi 24 jam di jalan yang saya lalui, dan ini membuat saya bersyukur, bayangkan saja jam 1 malam gelap gulita, sepi dan menemukan tanda keberadaan minimarket yang ada di hadapan mata ini ibarat kita menemukan tempat aman sekedar untuk beristirahat sebentar dan isi perut. Memang tidak semua minimarket beroperasi 24 jam dan saya tidak tahu alasannya, ada juga yang beroperasi 24 jam dan saya juga tidak pernah tanyakan alasannya. Di tempat saya, beberapa minimarket indomaret dan alfamart dengan jarak 1 km saja hanya 1 saja diantara tiap minimarket tersebut yang membuka operasionalnya 24 jam penuh. Apesnya lagi, walo ada minimarket yang sudah ada fasilitas atm bank tertentu di dalamnya tidak menjadi jaminan minimarket tersebut beroperasional 24jam! Mentok sampai jam 10 malam saja, dan sialnya ini lebih sering saya temukan terjdi di minimarket indomaret!

indomaret

Sedikit membahas mengapa saya sebagai orang yang doyan bepergian (berkepentingan) berkendara dengan motor memerlukan minimarket beroperasi 24 jam:

1. Memberi Rasa Kepastian:

Jujur ini adalah hal utama mengapa saya membutuhkan keberadaan minimarket 24jam, gak peduli nama usahanya mrk apa saja, yang penting 24 jam beroperasional. Kepastian disini adalah kepastian bahwa saya bisa mendapatkan tempat untuk sekedar isi perut dalam perjalanan di tempat yang nyaman, mengistirahatkan tubuh dan motor, serta mendapatkan kepastian bahwa di jalur jalan yang saya lalui termasuk jalur yang cukup aman. Bahkan ada yang iseng mengatakan mampir berhenti di minimarket 24 jam jauh lebih pasti ada orang yang melek berjaga daripada mampir ke kantor polisi! šŸ˜€

belanja kebutuhan motor mobil diskon 10% gratis ongkir se-indonesia masbro

2. Tempat Alternatif Beristirahat:

Akui saja, anda yang pernah touring solo atau dengan grup pasti pernah numpang molor di teras minimarket karena tidak menemukan spbu 24 jam atau masih jauh dari spbu 24 jam. Bahkan ada yang merasa istirahat di minimarket 24jam jauh lebih aman dan nyaman daripada di spbu, hmm… menurut saya ini ada benarnya, ibaratnya anda mau pilih istirahat deket kompor gas atau deket ac? Akui saja petugas spbu 24 jam pun sering kita temui keblablasan molor saat bertugas malam hari, tapi di minimarket 24 jam… karyawan keblablasan molor saat tugas…ini mah jaraaanng bangeett! Dan sejauh saya tahu, karyawan minimarket itu masih muda-muda, bisa diajak santai, gak terlalu keberatan halamannya dipake untuk istirahat kita yang mampir sampe numpang molor, bahkan bisa minta dibangunin pula! Minimarket dikunjungi kita yang doyan touring, pasti senang, apalagi malam hari, setidaknya bisa nambah orang untuk memberi efek ‘rasa aman’ kepada karyawan minimarket daripada sepi cuma karyawan doank dan mungkin ada kemungkinan dirampok?

3. Isi Ulang:

Ini alasan yang penting juga untuk saya, di beberapa minimarket 24 jam saya sudah temukan mereka juga menyediakan colokan listrik gratis untuk dipakai charge laptop sampai charge hp, saya sudah temukan ini di minimarket alfam*rt (bukan memihak ya!) yang bekerjasama dengan telkom untuk menyediakan jaringan wifi.id di minimarket tsb. Selain kita bisa beli vocer telkom wifi.id, kita pun bisa internetan di teras minimarket tsb. Jangan malu numpang charge hp ke karyawan minimarket bila tidak menemukan stop kontak di teras, kasih aja hp kita ke karyawan minimarket dan minta baik” ke mereka untuk charge hp kita di stop kontak dalam minimarket.

4. Nyaman dan Aman:

Minimarket 24 jam untuk saya yang doyan berkendara jarak jauh apalagi sampai malam hari saya akui memberikan efek rasa nyaman dan aman. Nyaman untuk beristirahat sesaat, aman karena pasti tempatnya ramai daripada istirahat di spbu 24 jam yang seringkali saya jumpai karyawannya pada molor kerja malam hari. SPBU aja gk bisa dijaga apalagi kita yang mampir ke spbu! Satu lagi, anda yang merokok pastinya akan lebih nyaman dan aman merokok di minimarket daripada di spbu, ya tho!?

Kembali ke perihal larangan minimarket tidak boleh beroperasi 24jam di surabaya, menurut saya:

1. Jika aturannya dibuat untuk minimarket di area tertentu (seperti di pasar tradisional) ini juga perlu diperjelas, karena tidak semua pasar tradisional pun beroperasi malam hari sampe subuh. Dan jika alasan wacana ini akan menjadi peraturan karena alasan daya saing ‘kaum tradisional’ menjadi lemah karena keberadaan minimarket di sekitarnya, menurut saya biarkan ini menjadi kembali ke masyarakat. Kita touring lewat pasar juga tidak akan beli sayur mayur? Kita touring lewat pasar ada minimarket jelas mampir ke minimarket? Maksud saya, semua sudah ada jalannya masing-masing, ada kekurangan dan kelebihan masing-masing, ada target pasarnya masing-masing. Tidak semua minimarket jualan hasil bumi ya tho? mentok paling beras yang sudah dikemas, telor dan minyak goreng kemasan. Kita touring berhenti di area pasar tradisional kalau carinya pulsa hape/atau tarik tunai ya masak mau mampir ke pedagang sayur cabai di pasarnya? Tentu mampirnya ke minimarket donk ya? Jadi memang sewajarnya diperjelas, kelemahan daya saingnya dalam hal/items apa saja antara pasar tradisional dan minimarket yang ada di dekat pasar tsb!?

Melindungi daya saing pelaku usaha tradisional memang baik, tapi di sisi lain saya sih harapnya tidak berlaku pukul rata bahwa semua minimarket di surabaya dilarang beroperasi 24 jam. Disisi lain juga pemilik usaha minimarket telah menghitung operasional (gaji pegawai) dengan jam kerja yang sudah diseting, pengurangan jam kerja kepada karyawan mrk juga memberi kerugian untuk pemilik usaha. Singkatnya, karyawan sesi kerja malam dapat kelonggaran kerja tidak sampe subuh/pagi sedangkan sesi kerja pagi bekerja dari pagi sampe magrib? Lah ini juga akan menimbulkan gejolak internal di minimarketnya, gaji sama atau salah satunya dikalkulasi ulang gajinya. Ya elah hari gni gaji udah gak seberapa diberi potongan pula, ngenes kan!?

Maksudnya baik, memberi ruang gerak untuk pelaku usaha tradisional. Tapi tidak bisa dipungkiri sekarang jamannya memang berubah, manusia ada yang mampir ke pasar tradisional, ada yang butuh minimarket. Saya gak bisa bayangkan di jam 1 malam saya touring ke sebuah kota tapi tidak ada satupun minimarket beroperasi 24 jam penuh. Artinya saya harus ‘nginap’ di spbu 24 jam nahan lapar karena di spbu 24 jam gak ada jual cemilan juga dan harus nunggu sampai jam pagi untuk menemukan toko yang mulai buka menjual produk makan minuman. Berada di sebuah wilayah baru apalagi daerah sepi yang belum kita ketahui baik buruknya, memang sebaiknya cari aman saja.

Kebayang gak kalau kita memang suatu saat nanti memang ada rencana mampir ke surabaya, sampenya malam jam 1, dan memang butuh minimarket tapi semuanya tutup? Tidak semua spbu 24 jam memiliki layanan minimarket tambahan juga. Apa saya harus berhenti di tiap ‘rest area’ tenda biru pecel lele lamongan di area surabaya sekedar mengistirahatkan motor dan badan ini di dalam tenda biru?

Harapan saya cuma satu, saya berharap kepala daerah adil dengan tidak membuat aturan yang tidak mengijinkanĀ setiap minimarket beroperasi 24 jam di semua wilayahnya.Ā Daripada dilarang dan bikin orang luar kota juga rugi yang akan melewati kota tersebut karena tidak adanya minimarket 24 jam sebaiknya diberi batasan jelas apa yang bisa dibeli dan diperjualbelikan di minimarket dan wilayah usaha lain di area yang sama di jam operasional tertentu, jadi jelas kan orang mau beli telur/beras/minyak goreng (misalnya) diatas jam 10 malam (contoh) ya belinya di pasar tradisional yang beroperasi malam hari, begitu juga orang yang butuh obat ringan dan misal mau beli pulsa malam hari ya carinya di minimarket. Pada dasarnya diferensiasi produknya yang perlu diperjelas ini menurut saya. Lagipula, di pasar tradisional bisa lebih murah bisa dinego, tapi kenapa orang tetap ‘larinya’ belanja di minimarket untuk produk yang ada di pasar tsb yang jelas bisa tidak lebih murah dan tidak bisa dinego juga?Ā 

Ya saya juga gak bisa bayangkan kita yang memilih touring malam hari dengan harapan rasa nyaman, lebih sepi dan tenang angin sejuk gak kepanasan malah diberi hambatan ketidakhadirannya minimarket 24jam. Udah spbu juga gak semuanya 24 jam beroperasional di beberapa kota janganlah ditambah kita pengendara luar kota diberi hambatan tidak adanya minimarket 24 jam.Ā Makin nelangsa aja kita touring!

Masbro, touring juga butuh persiapan, kali aja ada yang butuh toolbox, oli, aksesoris keselamatan dll sebelum touring, bisa cobain mampir bungkus disini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s