Sisi Negatif Menggunakan Motor Matic

Banyak yang saya pikirkan, mulailah menambah artikel baru daripada terus ditahan di dalam otak ini. Yang akan dibahas kali ini kembali ke soal motor, dan saya akan membahas perihal sisi negatif menggunakan motor matic alias motor berkalung vbelt.

Saya akan menulis ini murni dari pengalaman pribadi saya dan adik saya yang pernah menggunakan motor matic. Kebetulan di tahun tempo doeloe kami pernah menjadi salah satu pemilik matic yamaha nouvo di kota kami. Sesuatu yang di tahun itu sebuah motor matic dipandang aneh, dipandang sebelah mata, dan hanya sedikit orang mau ‘melirik’nya di dealer yamaha.

Untunglah ayah kami termasuk tipe pemikiran maju, dan beruntunglah saat itu beliau ada rejeki, dan sebuah matic yamaha nouvo pun dapat diboyong ke rumah dengan atas nama adik saya. Bisa dikatakan motor matic tersebut adalah motor pertama yang dimiliki murni untuk adik saya yang sudah akan mulai masuk kuliah.

nouvo

Singkat kata, dimulailah petualangan kami berdua menggunakan motor bersama sama di dalam kota dan keluar kota. Adik saya walaupun cewek, tapi saya sendiri yang mengajarkan dia menggunakan motor, bisa dikatakan skill dia pun tidak jauh beda dengan saya, soal nekat dan soal ketangguhan melahap macam-macam kondisi jalanan, macam-macam cuaca pun dia akan habisin di perjalanan non stop! Bahahaha…. 😀

Motor yamaha nouvo itu adalah motor matic pertama di keluarga kami, bisa dikatakan motor tersebut sangat nyaman sekali, khususnya suspensi dan jok-nya! Buat kami berdua yang berbadan besar, motor nouvo tersebut sanggup me’ngangkat’ kami dan melaju hingga kencang sekali dijalanan lurus mendatar. Kecepatan yang bisa diraih pun sangat mudah menempel 100kpj di saat itu. Sungguh motor matic yang nyaman untuk jarak jauh, berboncengan plus membawa barang extra yang bisa dibilang buanyak! Intinya, ruang kaki lega, boncengan nyaman, diajak kenceng pun bisa!

Setelah setahun penggunaan, tibalah saat itu kami berdua pas mau mudik bareng boncengan nouvo ke kota asal kami. Saya yang menyetir, pas sampai di muntilan, saya putuskan mampir dulu ke sebuah tempat ibadah yang agak masuk ke dalam hutan, jalanannya pun masih tanah berbatu dan menanjak, tanjakannya pun tidak main main diatas 30 derajat. Nah pas motor nouvo ini diajak menanjak, tanpa saya duga sebelumnya, ternyata si mesin nouvo kembang kempes untuk memberikan daya menanjak, alhasil si nouvo pun mulai melorot dan ban depan mulai terangkat, adik saya yang kaget langsung ambil langkah kaki seribu loncat ke samping motor, dan saya berhasil mengendalikan si nouvo yang melorot itu. Itu adalah pengalaman kami berdua pertama kali menggunakan matic yang tidak kuat menapak menanjak.

Lalu selang beberapa bulan berikutnya, adik saya yang balik lagi ke kota asal kami memboncengkan ibu saya, memutuskan melewati jalan pintas hutan dengan lebar jalanan tidak lebih dari 7 meter lebih dari 12km, namanya jalan pintas slento! Nah jalanan ini adalah jalan pintas melewati desa dalam hutan, dengan kondisi aspal tidak mulus, berlubang, tanjakan dan turunan maut, tikungan tajam, tanpa penerangan jalan. Saat itu sore hari, pada sebuah jalan menanjak, adik saya hendak menyalip sebuah truk, ketika mulai ambil posisi keluar menyamping dan menambah gas, si nouvo yang sudah berada di tengah posisi samping badan truk ternyata tidak kuat diajak menanjak lagi, sedangkan di arah berlawanan depan sudah ada kendaraan mobil yang tidak begitu jauh lagi, alhasil adik saya pun mengurangi kecepatan dan masuk lagi ke posisi belakang truk. Peristiwa itu diceritakan adik saya dengan penuh ‘kesan’ deg-deg’an 😀

Lalu kesan terakhir bersama nouvo sebelum dilego ke pemilik baru adalah peristiwa ketika adik saya mengajak temannya masa kuliah hendak mengunjungi dataran tinggi Dieng. Baru sekitar 3km setelah melewati pasar garung, si nouvo kembali berulah…tidak kuat diajak menanjak berboncengan. Padahal berat kedua penumpang tidak lebih dari batas maksimum, tanpa bawa barang extra!

Perlu diketahui, motor matic nouvo itu adalah motor yang terbilang rajin dirawat di bengkel resmi yamaha, tidak pernah ke bengkel umum. Apapun kata mekanik jika ada yang kurang beres adik saya IYAkan saja agar bisa beres. Artinya, kondisi nouvo warna gold tersebut tergolong terawat dan dalam kondisi siap pakai.

Akhirnya dengan berat hati, dan kondisi keuangan keluarga yang sedang tidak bagus, dijual-lah si nouvo itu. Namun tidak perlu waktu lama, akhirnya adik saya mendapatkan penggantinya, matic juga sih.

Yang saya ingin sharing disini adalah:

1. Matic manapun khususnya produksi produsen japan yang sudah umum beredar di indonesia, menurut saya pribadi kurang matang dalam pengembangan produknya. Karena di jepang umumnya jalanannya tidak naik turun bukit separah indonesia dan kondisi jalanan aspal disana juga mulus datar rata, maka dari itu mungkin produsen jepang kurang memahami pola jalanan berbukit di indonesia. Hanya merespon kondisi jalanan datar lurus mulus.

2. Mesin motor matic kurang di desain untuk menempuh tanjakan, apalagi digunakan secara berboncengan. Mungkin anda merasa matic anda ok ok saja, tapi pertanyaannya… pernah gak coba menyalip kendaraan besar di kondisi tanjakan yang kemiringannya diatas rata-rata? Pasti lemot banget! Dijamin! Mau mengambil resiko menyalip kendaraan besar ditanjakan dengan berboncengan matic bertenaga ngos”an? Hal ini tidak akan terjadi di motor bebek, gigi 1 motor bebek manapun pasti lebih stabil dan kuat diajak menyalip menanjak sampai dioper ke gigi 2 saat menanjak pun tetap dapat memberikan kestabilan tenaga.

3. Motor matic tidak di desain untuk penggunaan melibas tanjakan dengan kemiringan tinggi di area berbukit yang melimpah ruah di indonesia. Mesin matic umumnya di desain untuk nyaman digunakan di jalanan rata/datar/lurus dengan sedikit tanjakan.

4. Motor matic di desain dengan fungsionalitas di jalanan perkotaan, jangan dipaksakan melibas jalanan pedesaan yang masih amburadul! Suspensinya tidak di desain untuk itu. Kecuali yang anda maksud yamaha x-ride!

5. Motor matic umumnya di desain dengan fungsionalitas kaum perkotaan, jadi jangan heran anda tidak akan pernah melihat motor matic digunakan melibas hutan kalimantan! Kalau motor bebek angkat beban berat melibas hutan kalimantan antar jemput sandang pangan, itu akan bikin anda kaget dan itu sudah terjadi!

Untuk itu, saya menyarankan anda membeli motor kenali dulu kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang anda. Kenali dulu kehidupan anda, apakah anda tipe mondar mandir antar kota lebih sering melewati jalanan datar lurus perkotaan-kah? Atau anda tipe petualang yang siap melibas berbagai jenis jalan di bumi pertiwi ini?

Bagaimanapun seiring kemudahan pemakaian, orang mudah dengan singkatnya membeli motor matic, tidak salah sih..itu hak anda. Namun seiring tipe pemikiran seperti ini, maka akan lebih banyak pengguna motor matic yang bikin pengendara lain di jalanan menjadi was-was, khususnya saat sebuah motor matic hendak menyalip kendaraan besar baik di jalanan mendatar atau jalanan menanjak!

Pengetahuan dan sikap untuk menyalip kendaraan besar di jalanan mendatar dan menanjak sangatlah diperlukan dan dipahami dengan baik untuk penggunaan berbagai jenis mesin motor. Motor matic kuat di jalanan mendatar, napasnya bisa panjang sekali dan nyaman digunakan, namun ketika menanjak, sebaiknya mohon lebih dipersiapkan ketika menyalip menanjak karena berpengaruh pada pengendara lain dibelakang pengguna matic.

Saya sudah teramat sangat sering melihat matic keluaran baru ataupun matic lama yang ngos”an melibas dataran tinggi dieng berboncengan, sampai melibas tanjakan kertek parakan, sampai melibas tembusan jalanan slento. Parahnya adalah pengendara matic yang saya temui di jalanan sepertinya tidak siap/menganggap enteng menyalip kendaraan besar (seperti truk pasir) di jalanan menanjak, akibatnya adalah mesin matic tersebut seperti stagnan di tengah samping kendaraan besar tersebut dan membuat saya hampir menabrak si motor matic tersebut.

Maka dari itu biasanya saya jika di depan saya ada beberapa barisan kendaraan: kendaraan besar, kendaraan medium, motor matic, saya biasanya akan melibas langsung motor matic dan berada di depan kendaraan medium tersebut. Intinya saya tidak mau kelamaan dibelakang motor matic apalagi di jalanan menanjak.

Sayangnya masih banyak orang indonesia menyukai motor matic oleh karena kemudahan yang ditawarkan, bukan karena performa mesinnya di kondisi menanjak. Segala kemudahan dan fitur baru begitu mudah dipasangkan di produk matic baru, menjadikan sebuah value lebih memiliki matic. Hal ini seringkali bikin saya berdoa di jalan ketika dari jauh menemukan jalanan menanjak saya melihat motor matic di depan saya.

Pernah sekali saya melihat motor matic vario 110 warna biru plat ad ketika menanjak di jalanan kertek parakan berboncengan tidak kuat dan akibatnya motor itu jumplang…ban depan terangkat, dan si pembonceng jatuh miring ke samping, si pengendara motor masih tetap saja memegang setir motornya! Untung jalanan sepi, dan saya bersama pengendara lain dibelakangnya memutuskan berhenti di pinggir jalan, dan ikut membantu. Ketika ditanya kenapa bisa jungkir gtu, si pengengara motor menjawab “Motornya gak kuat mas digas naik (maksudnya menanjak jalan tsb)”. Padahal itu motor usia belum ada 3 tahun saya lihat di plat nomornya! Ketika sudah dipinggir, ditanya lagi “Pertama kali lewat jalanan ini?” dia jawab “Sudah sering mas pake matic saya ini, tapi kok baru x ini gak kuat mas, biasanya kuat walau pelan”. Well, dengan usia motor yang sama, dengan motor bebek, gak akan kejadian seperti itu, gigi 1 di motor bebek akan selalu ‘menggigit’ di jalanan menanjak!

Saya menulis ini memang tidak selalu terjadi ke semua pengendara matic di jalanan menanjak. Tapi fakta memang tidak bisa dipungkiri, motor matic memang lemah di tanjakan, hal ini tinggal menunggu waktu saja agar pengendara motor matic bisa ‘melihatnya’.

Ada yang mengatakan ganti roller ke ukuran lebih kecils supaya kuat menanjaknya, contoh seperti roller mio yang memang ukurannya kecil. Well, saya rasa keputusannya gak semudah itu ya, kan gak lucu gonta ganti roller saja hanya untuk mendapatkan performa kuat menanjak. Diganti roller imbasnya ke performa napas pendek / panjang dan ke soal efisiensi bbm, dan ini akan jadi pertimbangan besar untuk si owner matic. Belum lagi bongkar pasang cvt itu makan waktu dan biaya, gak semua orang bisa melakukannya sendiri dan wajarnya memang di bengkel resmi. Makan duit lagi cuma untuk dapat motor matic yang kuat diajak menanjak demi keperluan bepergiaan sesaat.

Hal ini tidak akan dialami motor bebek, mau jalanan mendatar, menanjak akan kuat melibasnya. Mau jalanan menurun pun, brake engine-nya sangat membantu dibandingkan brake engine matic. Bisa dikatakan motor bebek itu adalah motor segala jalanan.

Jadi, jika anda belum termasuk orang yang paham kondisi jalanan di indonesia, dan menganggap semua jalanan di indonesia selalu rata mulus datar, maka bersiaplah menghadapi kondisi jalanan dan berbukit yang akan menguras tenaga matic anda. Pertimbangkan menggunakan jenis motor yang tepat ketika anda hendak touring/bepergian traveling keluar kota karena anda akan menemukan kondisi jalanan yang beraneka ragam. Persiapkan diri dengan baik jika tetap menggunakan motor matic, khususnya saat hendak melibas jalanan menanjak dan atau menyalip kendaraan besar di tanjakan, ingatlah…kemampuan dan kecepatan anda menyalip di tanjakan dapat membantu kondisi keselamatan pengendara lain di belakang anda!

Salam.

Iklan

13 thoughts on “Sisi Negatif Menggunakan Motor Matic

  1. Saya owner Z1 om. Pernah dibawa tanjakan, enteng aja. Bawa Satria FU juga ayok aja, tanjakan dilibas. Giliran pake Mio Soul, berboncengan ngos ngosan. Kalau nanjak pake matik sebaiknya jalannya zig zag (kalau tanjakan sepi dan gaya zig zag ngga dianjurkan).

    Suka

    1. Ya sih zig zag itu biasanya dpakai supir truk gede utk ngakalin mesin agar bisa diajak menanjak pelan tp pasti. Saya jg pakai teknik itu tp tergantung medan tanjakan juga. Idem mas 😎

      Mungkin matic perlu dipasangin turbo charger x ya. Buahahaha 😄😄

      Disukai oleh 1 orang

          1. Lg ngumpulin duit dulu mas bro, gak usah jauh”. Se jawa tengah aja dulu, pake motor yg irit bbm, yg penting dokumentasi lancar mas bro. Kagak bakal kesampaian klo hrs nunggui duit ada dulu buat keliling indo pake motor, dcicil aja la dikit dikit. Kalimantan baru mentok dbanjarmasin doank 😀

            Disukai oleh 1 orang

  2. Makanya setiap keluarga saya dulu mau beli motor, nanya kesana sininya bukan “seberapa kencang” atau “seberapa boros” tapi “kuat nanjak gak ?” Bahkan tipe motor yg di belakang angka cc nya ada hurufnya, mau itu r atau d atau rr, atau dd atau apalah.. ditanya ke sana sini yg belakangnya huruf mana yg kuat nanjak. Karena memang tanjakan sini gak mainmain

    Suka

    1. Embeerr gan 😎 klo ya makanya itu saya sering lihat orang” pada touring ke kota saya tp mrk kaget bgitu tau kemiringan tanjakannya gk mudah dlibas pake matic. Jd penumpang turun n ikut ngedorong. Itu baru dkota saya belum dkota laen. Bahaya kan klo gk kuat nanjak ibarat truk hino mundur mendadak 😌

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s