Review Jasa Ekspedisi JNE, Kurangnya Moralitas

Seperti yang pernah saya sebutkan di dalam artikel ekspedisi sebelumnya yaitu pos indonesia saya juga akan menuliskan review dua ekspedisi lainnya yang sudah pernah saya gunakan dalam urusan kirim kirim barang.

Kali ini saya akan memulainya dengan mengulas jasa ekspedisi JNE, kebetulan juga saatnya (makin) tepat karena saya menulis hari ini setelah kemarin saya kirim komplain email ke jne krn paket saya diluar batas kewajaran dari waktu yang seharusnya diterimakan ke penerima.

JNE, ekspedisi yang selama beberapa tahun terakhir makin menjamur di berbagai pelosok indonesia. Ekspedisi ini mulai dikenal (menurut saya pribadi) sejak ramainya era e-commerce di indonesia. Sebelum masa e-commerce mulai booming nama jne masih tenggelam di pasaran jasa ekspedisi masih kalah jauh dari si senior PT.POS INDONESIA.

Disini saya akan merangkum ulasan tentang jne dari pengalaman pribadi saya.

1. ALKISAH.

JNE merupakan jasa ekspedisi yang (katanya sih dari webnya) sudah berkutit dbisnis ini sejak 25 tahun lalu. Namun untuk saya pribadi jujur saja saya enggak ngeh enggak ngerti JNE sebelum era booming ecommerce di indonesia sejak 2009-an kalau saya gk salah ingat neh. Sebelum tahun itu, gak ada dari keluarga saya, teman, saudara de el el tau nama JNE, blas sama sekali gak ada yang tahu 😀 jadi sejak dulu kirim-kirim hanya ada dua opsi nama perusahaan yang sudah dikenal yaitu PT.POS INDONESIA dan ELTEHA. Jadi untuk saya pribadi perusahaan jne ini mulai meningkat profitnya dan brand-nya sejak era ecommerce mulai diterima oleh rakyat indonesia. Tanpa adanya era e-commerce, menurut saya sampe saat ini pun akan amat sangat sulit nama JNE berkibar di indonesia. Entahlah cara kerja marketing brand spt apa yang mereka kerjakan dalam 25 tahun beroperasional kok selama itu brand jne belum dikenal bahahaha 😀

2. MENJAMUR.

JNE dari apa yang saya pelajari di websitenya (beberapa tahun lalu) saya pernah baca membuka low.kerjasama dng siapapun yang hendak menjadi mitra mereka. Cara kerjanya mitra jne akan mjd agen/sub-agen dengan menyetor dana awal lalu kerjanya ditarget gtu, kalau dalam bbrp bulan pertama tdk bisa sampe dapat target pengiriman maka kerjasama akan di-review ulang. Pertumbuhan agen jne menjadi lebih banyak karena beberapa mitra melihat peluang bisnis ini seiring pertumbuhan penggunaan jne dalam pilihan seller dan buyer e-commerce. Namun karena saking mudahnya jne ada di beberapa lokasi, kita bisa menemukan dengan mudah kenyataan di lapangan perbedaan kondisi pelayanan, fasilitas dan profesionalitasnya yang tidak sama antara satu lokasi jne dengan lokasi lainnya. Hal ini sudah saya buktikan sendiri di lapangan, bahkan kasaran-nya usaha agen/sub-agen kirim-kirim ala jne ini ibarat anda jual kacang rebus saja jadi terlihat murahan karena standarisasi di tiap lokasi belum merata. Contoh sederhana adalah armada kurirnya, saya belum pernah menemukan satupun motor kurir jne itu menandakan profesionalisme JNE, contohlah spt pos.indo, semua sepeda motornya jelas oranye warnanya! jelas ada logo dan nama perusahaan plus jelas kelengkapan kerja pak posnya. Tapi di JNE, beeuh…jangan harap deh mata anda terpesona. Saya bahkan pernah lihat motor butut honda 100cc thn 90an dengan kondisi lampu rem yang sudah mati, ban gundul, plus kurirnya duuuhh duuhh duuh..spt gelandangan gak mandi sebulan aja! Benar-benar pemandangan yang tidak menyenangkan di mata. Bukan soal ganteng gak ganteng, tapi soal bisa gak sih kurir jne itu juga sadar penampilan walo sedikit aja dan peduli dng kondisi motornya juga. Saya kasihan dng kurir jne tsb dan masih kerja sampe skrg (kebetulan saya ketemu kurir ini hari sabtu 25 juni 2016 di agen jne kota saya – tp dia melayani rute kirim berbeda gk ke arah alamat saya lg).

Belanja pertama kali di tokopedia pakai vocer/kupon: TPFER2632 dapat cashback Rp.30.000 hanya untuk kamu!

Dan yang makin bikin saya gak paham dengan internal perusahaan JNE adalah di websitenya tertulis sudah 25 tahun melayani, tapi apakah sejak sukses mendapatkan jatah lebih kirim-kirim dari dunia e-commerce apa ya gak sanggup beli pakaian kerja yang lebih layak berlaku ke semua karyawan JNE baik di pusat, agen, sub agen sampe tetek bengek cabang kecil laennya apapun namanya. Kan gak lucu, udah 25thn beroperasi, dapat untung gede dari pengiriman e-commerce tapi masih belum sanggup membuat seragam kerja perusahaannya sendiri? Jadi kalau anda lihat di agen jne sampe di sub agen mrk staff pakai pakaian milik sendiri ya

wajar saja…. mungkin kita harus bikin rekening donasi utk JNE agar mrk dapat bikin seragam kerjanya sendiri?

3. S.O.P.

Standard Operation Procedure JNE benar-benar tampak lemah dari pengamatan saya di lokasi langsung. Berbeda dengan PT.POS INDONESIA yang dari pengamatan saya lebih memahami SOP dan pelayanan konsumen yang lebih baik. Sejauh ini dari pengalaman saya masih belum ada ekspedisi yang dapat menyaingi PT.POS INDONESIA dalam hal S.O.P dan profesionalisme. Di JNE anda bisa melihat dari ruang operasional agen dan sub-agen ibarat langit dan bumi, dan selain itu pelayanannya juga masih amburadul baik di agen pusat hingga sub-agen, tidak ada S.O.P yang merata untuk dilaksanakan. Saya beri beberapa contoh amburadulnya S.O.P JNE yang saya lihat sendiri yang menjadi cerminan kurang baik di mata konsumen:

A. Pelayanan Pengiriman: Saya melihat sendiri di agen jne pusat di kota saya, staffnya benar-benar kurang persiapan. Kurang menghitung mulai dari stok kertas resi yang ada di kantor, sehingga saya dan beberapa pelanggan terpaksa batal kirim karena kertas resi habis di pagi hari jam 08.30 (kantor jne buka jam 8 pagi). Akibatnya saya dan pelanggan lain terpaksa batal, saya sih aslinya gk masalah tapi saat itu saya datang utk kirim pesanan e-commerce pembeli yang membeli di toko saya dan sudah order via jne reg. Akhirnya saya lapor ke konsumen dan mengalihkan ke pt.pos indo dan disetujui, untungnya duit kirim paketnya gak nombok lg krn harganya lbh murah di pos indo. Nah di kesempatan lain, ada juga kondisi dimana info kertas resi pengiriman paket baru yang seharusnya dicetak di printer dot matrix, diganti ditulis tangan oleh orang jne dan kadang tidak mencentang jenis paket jne yang sudah dibayarkan konsumen (saya sendiri mengalami 2 minggu lalu). Di POS.INDO di jaman modern, ini belum pernah saya alami.

B. Pelayanan Umum: Saya melihat sendiri di meja kerja agen jne pusat ada 2 komputer, satu digunakan untuk input nomor resi barang datang, satu lagi untuk penerimaan kirim baru. Nah, masalahnya adalah seringkali terdapat hanya 1 petugas jne di meja kerja yang lebih lama input nomor resi dan konsumen banyak mengantri untuk sekedar kasih nomor resi dan mencari di komputer jne apakah paket sudah datang dan bisa diambilkan saat itu juga. Saya pernah loh menunggu sampe 24mnt (saya lihat menit di hape) untuk sekedar kasih nomor resi ke petugas jne. Lebih sering staff jne berada di gudang urus paket yg baru datang dari armada jne daripada di meja kerja. Dan lebih lucu lagi, bila anda memberikan nomor resi untuk dicarikan paket anda, maka petugas di meja kerja ini akan melakukannya satu per satu per konsumen dan ini AMAT SANGAT BUANG WAKTU KERJA! GAK EFISIEN. Padahal konsumen sudah nulis dan taruh di meja kerja tinggal nunggu dicarikan, tapi petugasnya cari input per satu kertas dari konsumen di komputer lalu ke gudang cari barangnya sendiri pula! Bukannya cek semua dulu, ditandai mana yg sudah datang di gudang, lalu diberikan kertas konsumen tsb semua ke petugas jne laennya dbagian gudang utk dicarikan, sehingga si petugas di meja kerja bisa sambil lanjutkan input nomor resi laennya dulu. Nah keliatan kan nalarnya kurang!?

C. Kurir Kurang Nalar: Ya, ini benar-benar terjadi di kehidupan saya mengetahui tingkah nalar kurir jne yang sptnya gak terdidik. Saya pernah kejadian, paket printer kasir jutaan (ini ukurannya medium) diserahkan ke rumah saya, saat itu saya sedang di tempat klien setting produk. Nah itu kurir balik lagi ke agen jne, dan itu printer ikut kebawa entah kemana oleh armada jne siang harinya. Sore hari saya datang ke agen jne bawa nomor resi, saya bilang isinya printer, dan pihak staff jne di meja kerja (laki) menjawab “tadi sudah dihantarkan ke rumah tapi bapak tidak ada, paketnya sudah dikirim kembali ke pengirim pak”. DUAARRR…Saya benar-

benar kaget denger kalimat itu, paketnya sudah dikembalikan ke pengirim? di jakarta? Lah hebat amat, padahal itu JNE REG dan hari itu hari serah terima dan karena saya tidak ditempat tidak mencoba hubungi saya via sms kek, pulsa utk sms ke no hape apa sejuta rupiah per sms? Saya tanya “Mas, situ punya hape? ada pulsanya!?” Dijawab “Ada pak, ada pulsanya.”. Kenapa gak ngabarin saya via sms sblm itu paket dikirim ke pengirimnya lg? Situ miskin pa gaji gk cukup beli pulsa, saya belikan! Masnya diam aja. Saya tanya lagi “Mana S.O.P yang mengarahkan petugas
jne berhak langsung kirim balik paket ke pengirim!?”. Masnya gak bisa jawab juga. Saya tanya lagi “Kenapa dibalikin ke pengirim? Rumah saya di bawah tanah pa sampe gak nemu? Ini kan bukan kali pertama saya pake jne reg, dan masa cuma jarak bbrp jam aja itu paket melayang balik ke pengirim. Mang gni ya perlakukan jne ke tiap paketnya klo penerima gk dirumah!?” Sekali lagi masnya diam aja… Dan pembaca perlu tahu, saya sudah beri catatan ke seller untuk menulis “Harap hubungi no.hp penerima bila penerima tdk ada ditempat” (dan benar dicetak juga oleh si seller di paket tsb) tapi satu sms utk memberitahu paket tsb sdh datang bener- bener berharga milyaran rupiah x ya untuk staff agen jne di kota saya tsb, ini kejadian tahun 2009 klo saya gk lupa – bukti order online masih ada di akun online toko printer kasir tsb.

oli motor murah asli berkualitas free ongkir plus voucher 25rb cek disini masbro

Dari pengalaman saya dng PT.POS INDO, pak pos lebih punya nalar…tiap kali rumah saya kosong, pak posnya menyelipkan kertas kecil dibawah celah pintu bertuliskan “Ada paket utk Bpk/Ibu.xxx, kami sudah ketok pintu tidak ada orang, silahkan mendatangi kantor pos pusat untuk ambil paket.” Dan seumur umur pake jasa kirim-kirim di indonesia, HANYA PT.POS INDO yang petugas pak pos antar barangnya paling punya NALAR!

Baca Juga: Perusahaan Jasa Ekspedisi Telat Hantar? Anda Bisa Ajukan Somasi!

Dilanjut lagi, bulan Oktober thn lalu saya memesankan produk untuk adik saya di luar kota utk acara ultah pertama anaknya, berhubung di area adik saya susah sinyal, saya pun menuliskan alamat adik saya plus no.hp saya utk dhubungi jika susah cari alamat. Nah ini kejadian dng JNE Temanggung, saya sempat ribut sms dng pihak jne karena kurir jne tidak menemukan alamat adik saya sehingga paket diambil lagi ke jne temanggung padahal saya cek di web jne ada agen jne kota adik saya dan hebohnya lagi, alamat kantor agen jne kota adik saya itu cuma beda 4 angka rumah saja dari rumah kontrakan adik saya yg saya tulis jelas di alamat pengiriman pesanan barang saya tsb. Pihak JNE Temanggung mengirim sms ke adik saya isinya benar-benar menyinggung adik saya, adik saya melapor sms ksaya, saya pun marah dan melabrak jne temanggung via sms saya jelasin kenapa pake no hp saya sbg no.hp penerima (ini jg krn adik saya sbg ibu baru sibuk dng anaknya dan tdk bisa pegang hp tiap saat krn hrs mobile terus). Saya jelasin ke sms dan tanya “Situ JNE Temanggung yg alamatnya dimana, saya datang besok ambil sendiri paketnya!” Pihak jne membalas “Paketnya sudah dititipkan ke agen jne kota adik saya”. Saya tanya lagi “Tadi siapa yang nulis sms ini…saya tulis ulang sms yg dikirimkan kurir/agen jne ke adik saya.”. Pihak jne gak membalas sms saya, saya sms lagi “Anda siap-siap saja besok saya datangi, anda harus minta maaf atau masuk rumah sakit!” Dan siangnya, setelah saya sms ke jne itu, saya tulis twit ke jne di twitter, dan ditanggapi akan diproses agen jne temanggung tsb yang menghandle no.resi tsb. Saya tidak jadi mendatangi agen jne temanggung itu utk cari siapa yg kirim sms yang menyinggung adik saya karena suami adik saya terpaksa di jam makan siang kerjanya cari paket tsb di agen jne kota mrk. Dan sejak itu adik saya dan suaminya gak mau lagi pake jne utk urusan apapun. Bayangkan saja pesanan untuk hari istimewa terpaksa harus dng perasaan tidak nyaman yg dilakukan pihak ekspedisi.

Nah di moment tsb saya pesan bbrp brg utk persiapan ultah pertama ponakan saya, yg JNE tsb dari area jabodetabek dan satu brg lg dr seller laen di denpasar dikirim dng pos indo kilat khusus. Nah disini keliatan bener bedanya kurir jne dng pak pos, alamat penerima sama – kontrakan adik saya- tapi kurir jne gak menemukan alamatnya, sedangkan pak pos di kota adik saya bisa menemukan dng mudah dan menghantarkan langsung ke alamat yg tertulis di paket tsb. Alamat yg ditulis sama persis di paket jne dan paket pos indo tsb. Keliatan bener kan mana yang paling ngeles plus pemalas? Saya bahkan masih ada nomor resi-nya karena saya pesan via toko online!

3. BAGIAN GUDANG LEMOT.

Maksud saya bagian gudang adalah bagian dimana paket penerimaan baru dari mobil armada jne yang datang untuk disortir, diinput resi dan dipisahkan tiap kurir jne. Biasanya di agen jne pusat paket baru dari konsumen yang datang diletakkan diarea meja kerjanya, nah di bagian gudang itu isinya paket-paket yang secara umum sudah datang dikirim oleh armada jne. Nah masalahnya adalah, bagian gudang yang saya cek sendiri di kantor agen jne pusat di kota saya berisi setidaknya 3-4 staff laki kebanyakan ngobrol dan tidak konsisten membuka karung paket yang sudah tiba. Jadinya jika konsumen datang, mereka bingung cari paketnya dimana karena diletakkan amburadul tidak berbasis per tanggal kedatangan. Dan biasanya kita ditanya ISINYA APA, UKURANNYA SEBERAPA sampe TANGGAL KIRIMNYA. Lah makin gak nalar lagi tho? Padahal udah jelas diberi nomor resi dari staff di meja kerja loh dan biasanya itu diberikan dng maksud barang sudah datang (karena staff di meja kerja udah cari di komputer – klo blm datang langsung kasih tau konsumen yg memberikan nomor resi yg dicari itu). Saya sering banget banget prosedur pencarian barang di gudang ditanyain spt itu: isinya apa mas, ukurannya seberapa, alamat kirimnya area mana mas? Dan lebih parahnya lagi, kerja staff jne di gudang dari pengamatan saya benar-benar lemot binti gak paham penyortiran. Saya cek status paket jne saya sdh di kota saya (artinya sudah diserahkan ke agen jne pusat), saat saya datang beberapa kali saya diberi jawaban “Masih di karung mas, belum dibongkar karungnya, gimana kalau besok saja kesini lagi mas!?”. Petugasnya benar-benar malas, padahal saya siap menunggu saat itu karena biasanya saya sudah perkirakan agenda kerja laennya esok harinya biasanya saya sudah tidak dirumah dan itu paket jelas harus saya dapatkan hari itu juga tapi diminta besok aja padahal standard waktu kirim dan terima jne ya harus hari itu diserahkan ke penerima (saya).

4. ARMADA KURANG.

JNE di kota saya memiliki alur kirim dan terima via jogja: Jogja – Magelang – Kota Saya. Biasanya semua alur penerimaan sampe ke kota saya dari penjuru indonesia manapun akan melalui Jogja dulu, lalu jne magelang lalu berakhir di kota saya. Misal saya order dari Malang, cara kerja JNE begini: H1 masih di malang, H2 paket sudah di surabaya, H3 paket tiba di jogja pagi dan siang/sore dihantarkan ke magelang, H4 paket diserahkan ke penerima (di kota saya), ini umum berlaku utk JNE REG. Kalau JNE OKE duluuuu banget ya diserahterimakan ke penerima pada H6/H7 padahal H3/H4 itu barang pesanan sudah di agen jne pusat kota saya. Nah biasanya nih di hari ke 4 saya datang ke agen jne utk ambil sendiri paket saya baik itu reg/oke biasanya h4 sudah bisa diambil dng catatan bagian gudang gak lemot. Dari pengamatan saya, mobil armada JNE yang melayani JOGJA-MAGELANG-KOTA SAYA itu hanya 1 mobil saja (saya catat plat nomernya dan jam kedatangannya). Sekitar bulan lalu saat kantor agen jne masih di lokasi lama (baru sekitar 2mingguan ini pindah tempat baru karena kantor lama dipake ekspedisi express dng bekas staff jne di dalamnya – saya tau sendiri saat mo ambil paket jne di kantor lama tsb) yang datang untuk antar kedatangan paket dan ambil paket baru utk dibawa ke magelang lagi. Dulu di kantor lama datangnya tiap sore sekitar jam 15.00, sejak di kantor baru datangnya diganti tiap pagi tapi datang lagi jam 14-15.00 setelah balik dari kota magelang untuk antar paket dari kantor jne pusat kota saya. Nah karena kurangnya armada ini saya mendapatkan kerugian baru-baru ini dari jne, saya akan jelaskan kronologisnya.

A. Pada tanggal 18 Juni 2016 saya pesan barang online dari seller di malang, jatim. Saya pake jne reg alasannya sederhana karena tidak ada ongkos tambahan packing dari seller, klo pake pos indo ada biaya tambahan dari si seller dan biasa 4 hari juga sampe jne reg (ini bukan pertama x saya pake jne reg dari wilayah jatim, pernah dari mojokerto 4hr juga sampe). Nah seller mengirim paket saya tanggal 20 Juni 2016 ke JNE dng no.resi MXGBP01965042xxx.

screenshot_MXGBP01965042xxx

Paket ini sudah saya perhitungkan dng matang dari tanggal 20 dikirim butuh 4 hr saya terima dan ini saya sudah beri jeda 1 hari karena hari sabtu 25 saya sudah ada agenda kerja rutin keluar kota baru balik lagi ke kota saya hari senin pagi dan agenda kerja ini sudah berlaku 2 bulanan karena kepentingan usaha saya.

B. Saya melacak status resi saya sejak tanggal 21 Juni 2016, tanggal 21 paket sudah berada di surabaya, tanggal 22 paket di jogja. Tanggal 24 status masih di jogja padahal shrsnya tgl 23 Juni sudah di agen jne kota saya dan tgl 24 diserah terimakan ke saya.

C. Saya seharusnya terima barang tsb tanggal 24 Juni, saya datangi agen jne pusat spt biasanya. Tapi saya kaget barang saya belum juga sampe ke agen jne tsb. Pihak staff jne (cs cew) dengan santainya memberi jawaban “Ya sekarang lagi musim ramadan gni mas, jadi rame, agak terlambat mas.” Saya paham maksud cs cew ini berusaha memberi jawaban utk menenangkan saya, tapi jawabannya bukan jawaban cerdas binti profesional. Apakah JNE men-training karyawan customer service-nya spt itu!? Ya untung itu perempuan, saya cuma diam saja dan bilang Ok besok saya datang ambil paket saya dng pertimbangan saya akan tunda keberangkatan saya 1 jam dari jam biasa saya berangkat ke luar kota utk urusan usaha. Saya cek web JNE tidak ada disebutkan bahwa semua paket jne akan ikut terlambat karena urusan agama (puasa ramadan) dan menurut saya tidaklah elok tidak bijak bawa-bawa urusan agama (puasa ramadan) demi alasan keterlambatan armada. Saya cek sendiri kok di banyak berita belum hari padat kendaraan pada mudik, kendaraan armada ekspedisi sampe truk aja masih boleh melintas di semua jalan di jawa, lah ini kok paket saya gak sampe juga hari ini? Nah disini saya mulai mengamati… jam menunjukkan pukul 14.00 lewat dan saya pas banget keluar dari kantor agen jne melihat armada mobil jne datang dan saya tanya ke cew jne itu “Mbak, ini mobil kirim paket dr magelang hari ini!?”, si mbak cs jne menjawa “Bukan pak, itu mobil barusan kirim paket (maksudnya ambil paket dari kantor jne kota saya ke kantor jne luar kota – magelang).

Belanja pertama kali di tokopedia pakai vocer/kupon: TPFER2632 dapat cashback Rp.30.000 hanya untuk kamu!

Saya kebetulan orang yang benar-benar gak sepelekan waktu, karena implikasinya pasti luas di urusan hidup saya. Nah ini paket jne reg yg seharusnya sampe hari itu 24 Juni tapi blas gak jelas keberadaannya, mengapa saya katakan gak jelas keberadaannya? Karena di pihak gudang cek nomor resi saya pun gak ada paketnya dimana, cek di komputer cs pun gak kelacak. Makin saya nambah kesal!

D. Tanggal 25 Juni, sabtu, hari dimana saya sudah harus keluar kota utk urusan usaha saya datangi agen jne lagi. Beri nomor resi utk dicarikan paket saya, dan dijawab lagi oleh cs cew yg sama “Paketnya belum datang pak!” Saya jawab “Ini saya lacak di web jne statusnya Transit To kota saya, berarti scr harafiah artinya barang sudah diserahterimakan di agen jne pusat ini.” Si cs cew menjawab “Sepertinya gak ikut kebawa paket bapak dari magelang pak, mungkin besok baru sampe (hari minggu 26/6). Sekali lagi, saya tarik napas…untung nih cs cew…dan walau saya gak puasa saya menghargai ini cs. Klo gk bulan puasa laen lagi ceritanya bisa rame itu kantor agen jne. Saya sudah menunda keberangkatan saya, pun masih belum jelas dimana paket saya berada tidak sesuai dng status paket di situs jne yg shrsnya sudah sampe di agen jne kota saya. Jadi disini JNE sudah melakukan dua kesalahan kepada konsumen: Membohongi status paket, dan Tidak membawa paket yg sudah seharusnya dibawakan ke kantor agen jne kota saya. Dan diluar saya melihat mobil armada jne yang sama lagi sedang ngetem nunggu ambil paket pagi itu untuk dibawa ke jne magelang. Akhirnya saya sudah habis sabar, saya pulang ke rumah dan menulis komplain tertulis via email ke customer care jne pusat. Saya jelasin abis-abisan kronologisnya dan sampe saya menulis saat ini 26/6 jam 20.18wib saya blm dapat respon balasan email dari jne.

E. Dan akhirnya saya terpaksa menunda total kepergian saya keluar kota hari sabtu dan minggu ini 25-26/6 karena saya pun keluar harus bawa itu paket jne reg yg shrsnya sudah diserahkan tanggal 24. Disini saya sudah rugi waktu dan rugi uang. Saya bayar JNE REG dapatnya JNE OKE (7hari sampe), rugi uang karena saya sudah kehilangan Rp.350 ribu yang seharusnya saya dapatkan di hari minggu ini dng menjalankan usaha pagi hari di luar kota. Itu paket nilainya memang gak sebanding dng 350rb keuntungan usaha saya, tapi itu paket sudah dihitung ongkos waktu untuk dibawa serta hari sabtu. Jika saya tetap berangkatpun tidak bawa paket itu,maka saya harus menggandakan ongkos PP k arena senin pulang pun klo paket saya datang saya harus bawa keluar kota lagi ongkos PP pun dari duit saya sendiri. Intinya apapun caranya, saya rugi waktu dan uang!

Ini bukan kali pertama saya dirugikan waktu dan uang dari paket yang dikirimkan dng JNE, dulu di tahun 2009 pernah kejadian juga printer kasir yang saya pesan dari jakarta yg saya tulis diatas itu, akhirnya saya lapor ke toko online printer kasir itu dan pihak staff toko online itupun mengirim ulang (baru) pesanan saya yang sama tanpa biaya tambahan sepeserpun, mereka yang menanggung ulang ongkir. Dan saat itupun saya sudah kirim komplain email ke jne, tapi tidak ada ganti rugi juga, di balasan email isinya lebih ke perihal “harap menunggu paket dicari dan diserahkan”. Lah edan gak sih, itu paket printer kasir buat klien saya untuk digunakan H+1, malu banget saya jadinya, sempat hilang trust beberapa minggu klien tsb ke saya.

Dear JNE, saran saya utk perusahaan:

1. Edukasi-lah dng rutin dan beri punishment and reward ke setiap karyawan anda. Baik di pusat sampe daerah, bahkan sampe sub-agen pun hrs bisa diawasi profesionalisme-nya. Saya lebih sering temukan plakat JNE doank dipajang di dinding, tapi di lapangan cara kerjanya lebih sering gak profesional gak ada standard yg sama. Jangan cuma makin kejar nambah cabang nambah omset tapi mutu operasionalnya???

2. Jangan menjadi perusahaan kacang rebus murah meriah. Omset meningkat dari e-commerce, kantor cabang jne dimana-mana dari cabang pusat, agen, sub agen dsb apapun lah namanya… tapi udah 25 tahun beroperasional masih belum bisa bikin seragam kerja perusahaan sendiri? Jng bilang kami sudah memiliki/mengaplikasikan tapi di lapangan ya pekerja jne masih pake pakaian pribadi. Mbok ya dimodali gtu loh kasih seragam kerja, supaya setiap karyawan bangga dan menghayati kerja di JNE. Jangan lupa, klo bisa neh…standarisasi motor kurir-nya plus helmnya!

3. Jangan banyak ngeles! Ini sering saya dapati di JNE, keterlambatan adalah permasalahan serius. Memberi jawaban keterlambatan atas kesalahan prosedur operasional jne dng jawaban laen semisal “Musim ramadan, banyak kiriman, harap maklum” dan alasan sejenisnya ke pelanggan benar-benar gak profesional. Mari saya berikan pandangan saya:

Pemerintah biasanya menstop armada kirim-kirim H-7 lebaran. Maka dari itu JNE setidaknya punya H-21 sebelumnya untuk memaksimalkan pengiriman. Bagaimana memaksimalkan?

A. Tambah Armada dan Jam Kerja Armada. Misal dalam satu hari di trayek tertentu hanya 1 rit, maka anda harus menambah lebih dari 1 rit di trayek yang menunjukkan peningkatan pengiriman. Dan please deh jng bilang JNE gk punya data tingkat kenaikan/penurunan kirim paket tiap bulannya, dan masa selama 25thn data smcm ini gak digunakan utk meningkatkan armada dan mobilisasi? Helooo..kemana aja? Orang juga tau di bulan puasa gni kirim paket pasti meningkat ini dah berlaku sejak lamaaaa sekaleeee….tapi gk diantisipasi? GILA! Klo operator logistik laen aja masih bisa menghargai waktu, kenapa JNE tidak? Terlambat 3 hari saya terima paketnya tgl 26 Juni 2016 ini dan bahkan kurirnya gak diberi ‘saku’ moral untuk minta maaf mewakili JNE. Baaahh….inikah yg dinamakan profesional? Contoh ya: di jepang armada kereta api-nya, bila masinisnya terlambat 5 menit saja maka masinis dan staff kereta akan berkeliling ke setiap gerbong kereta dan menunduk untuk minta maaf ke penumpang dan mereka membagikan kertas keterlambatan yang dapat digunakan untuk penumpang. Kertas keterlambatan tsb sangat berguna sekali, karena karyawan tidak akan kena marah bosnya atau potongan insentif dsb, siswa sekolah tidak akan kena hukuman gurunya dsb. JNE telat parah 3 hari dan saya dapatnya apa? NOTHING AT ALL! KAMPRET!

Dengan menambah jumlah armada dan rit trayek maka akan semakin sedikit masalah dalam keterlambatan kirim dan serah terima paket. Orang pake JNE REG kok sampe telat 3 hari? Di lapangan jelas terlihat gak ada tambahan mobilisasi armada JNE. Yang rugi konsumen juga.

4. Berani Kasih Ganti Rugi! Saya jujur menjadi korban kerugian atas cara kerja JNE sejak lama, bahkan yg terkini ya paket dr malang tanggal 20 Juni 2016 itu. Gak usah banyak ngeles banyak alasan, sekali terlambat itu sama juga sudah membuang waktu percuma. Perusahaan yang gak bisa menghargai waktu konsumen maka bukan perusahaan berkualitas. Kalau sampe JNE dapat customer award/brand award semacamnya atas kepuasan konsumen maka itu harus dibuktikan: Berapa banyak konsumen yang dirugikan yang mendapatkan hak ganti ruginya? Bahkan kasih ganti rugi semacam kupon gratis kirim 1x aja gak pernah saya terima walau sudah komplain via email sekalipun dengan nulis panjang lebar! KAMPRET!

Mengapa orang pakai JNE? Soal murah-kah jasa JNE? OH BUKAN! Soal tarif murah PT.POS masih jauh lebih murah ketimbang JNE. Alasan mudahnya adalah karena cabang banyak mudah menjamur dimana saja. Bahkan lapak kecil pun bila berani bisa daftar jadi sub agen jne kok!

Masalah terbesar JNE adalah PT.POS INDO. Mengapa saya berani katakan hal itu? Karena PT.POS INDO punya standarisasi kerja dan etos kerja yang lebih baik, armada melimpah, jaringan terluas, harga per gram, mendukung layanan third party untuk pelanggan yg datang ke kantor pos plus…. AGEN POS. Ya, agen pos adalah kesempatan peluang usaha dari pt.pos indonesia dengan memberi kesempatan untuk anda yang berminat mendapatkan rejeki di bidang jasa logistik/kirim-kirim dengan cara yang mudah. Bahkan saya cek syaratnya jauh lbh mudah daripada JNE! Nah bilamana ini agen pos makin menyebar se-indonesia, maka seller manapun akan lebih mudah menjangkaunya, dengan dukungan jaringan logistik terluas plus harga termurah dng hitungan per gram ini bisa bersaing dng JNE (bisa jd saingan TIKI juga).

Nah sampai sebelum hari Agen POS itu tiba menjalar bak JNE/TIKI, maka bisa disimpulkan pada saat ini JNE/TIKI masih bisa bernapas lega. Kalau agen pos indo sudah menyebar maka peluang jne/tiki akan semakin berkurang. Karena saya percaya agen pos pun mendapatkan S.O.P berkualitas dari pt.pos indo. Nah S.O.P inilah yang jadi salah satu kekuatan untuk agen pos bersaing dng JNE/TIKI.

Singkat kata untuk mengakhiri kicauan pengalaman saya tentang JNE:

Berani ganti rugi gak? Punya sistem ganti rugi keterlambatan gak? Atau

singkatnya…. pernah kasih kupon gratis ongkos kirim untuk konsumen yang dirugikan sengaja dari pihak jne gak?

Sekali lagi untuk para jasa ekspedisi:

Saya belum pernah mengirimkan paket legal untuk dikirimkan via JNE yang berisi sesuatu untuk menunjang nyawa orang. Katakanlah saya pakai jasa JNE REG dan sesuai standard 4 hari sampai. Bila paket itu sampai H+5 di alamat penerima. Si kurir sampai ke alamat penerima dan memberitahukan ada paket untuk si nama penerima. Dan di alamat tersebut kursi, meja dan tenda sudah terpasang rapi plus bendera putih di pojok mungkin tidak terlihat si kurir lalu anggota keluarga penerima paket menerima si kurir dan berkata “Terima kasih telah menyampaikan paket ini, paket ini sangat penting untuk si penerima. Anda bisa sampaikan sendiri paket ini ke penerima, beliau ada di dalam sedang di doakan dan sudah terbungkus kain kafan.”

Bagaimana JNE, PAHAM MAKSUD SAYA? ANDA JUALAN WAKTU! You wasting time ,you messing with someone else life! Untuk anda mungkin sekedar kirim – kirim, untuk konsumen ini persoalan waktu yang takkan pernah tergantikan lagi.

Saya harap ekspedisi laen yang ikut membaca ini juga ikut berubah menjadi lebih baik!

Update 1/3/2018:

  • Pada tanggal 17 feb 18 saya belanja dari toko ol, barang dikirim seller pake JNE dan diterima JNE dan diproses JNE dan tercatat tgl 20/2/18 di sistem JNE.
  • Seller sudah jelas memberikan informasi alamat saya lengkap ke pihak JNE, namun pihak agen JNE menulis dan mencetak SALAH alamat saya yang ditempelkan di bagian luar paket.

 

  • Paket saya sudah jelas dicetak oleh pihak agen JNE yang menerima paket tsb ditujukan ke area banjarbaru-banjarmasin! itu sudah diluar pulau jawa!! dan alamat saya bukan di kalimantan!!
  • Paket saya nyasar di banjarmasin dari tanggal 21 – 23 feb, dan mereka baru sadar bisa baca alamat CONSIGNEE tidak ada nama wilayah tsb di area mereka, artinya agen jne banjarbaru/banjarmasin juga gak melek baca tulis dan gak paham area mereka, mana ada area wonosobo di banjarmasin! Kenapa saya bisa ngomong gni? Karena saya pernah tinggal bbrp bulan di banjarmasin!

 

 

  • Dan status baru berubah lagi di tanggal 26, artinya tanggal 24-25 JNE sptnya sedang kelabakan (dan gak update resi) dan mengirim balik paket misroute saya tsb ke jawa, dan di tanggal 26 baru-lah kurir jne mengantarkan ke saya!
  • Saya sudah komplain ke toko online tsb paket saya salah alamat, dan minta di cross check ke seller dan jne, pun sudah lewat batas waktu serah terima barang saya sudah bilang saya tidak mau terima karena sudah lewat dari batas tanggal hantaran paket sesuai terms di toko online tersebut, eh… tapi sptnya telat direspon, paket saya tetap dihantarkan.

Artinya saya dan seller dirugikan dari PIHAK JNE, khususnya saya juga ditambahin rugi dari toko ol tersebut yang kurang cepat lapor ke jne dan meminta ganti rugi karena paket sudah lewat dari batas perjanjian serah terima yang diterapkan toko ol tersebut.

Update 16/4/2018:

  • Jam 15.15wib lihat wawancara di acara Top Executive metro tv, petinggi JNE mengatakan tiap pakai layanan mrk akan ada notifikasi, wahai pak big boss paket jne saya dr thn lalu sampe bulan ini pun gak ada sms notifikasi!! No hp aktif terus! 

SEKERAS-KERASNYA KATA-KATA YANG SAYA GUNAKAN, MASIH JAUH LEBIH BAIK DARIPADA MEREMEHKAN PELANGGAN JASA ANDA DAN MEMBAWA KERUGIAN PELANGGAN DI RANAH HUKUM!

Iklan

15 respons untuk ‘Review Jasa Ekspedisi JNE, Kurangnya Moralitas

  1. BDOAC14272314418

    Paket dikirim tgl 17 JUNI 2018 dengan layanan YES ( Yakin ESOK Sampai) Tapi sampai sekarang tgl 19 JUNI 2018 paket masi belum dikirimkan, sudah berpuluh2 kali menelepon CUSTOMER CARE JNE dan JAWABANNYA SAMA, tidak ada pengerjaan lebih lanjut! Memilih YES dengan harapan akan sampai BESOK harinya dikarenakan PAKET SAYA berisi MAKANAN! Tapi JNE tidak mengirimkannya sama sekali! Bisa jadi PAKET diambil dan HILANG begitu saja. Operator tak tahu menahu keberadaan PAKET saya maupun kondisinya??? DILABELKAN MAKANAN pada dus PAKET tetap tidak diprioritaskan?? SUNGGUH KECEWA DENGAN PELAYANAN JNE!

    Suka

    1. Biasanya sih ngeles…. Maap… Masih dalam masa lebaran, kiriman overload. Blablabla….

      Apapun alasannya kalo tidak sanggup memenuhi janji layanannya itu sudah termasuk wanprestasi. Anda bisa minta ganti rugi, ajukan resmi ke JNE. Semisal: bayar YES dapatnya REG, balikin selisih harga layanan paket saya!

      Suka

      1. Kalau tidak bisa memenuhi janji layanan seharusnya ditiadakan saja layanannya untuk sementara, akan lebih baik begitu, jadi saya bisa memilih jasa kurir lain.

        Suka

        1. Coba anda datangi agen utama JNE di area anda, minta kejelasan paket dan minta ganti rugi, entah ya apa JNE ada smcm formulir untuk permintaan ganti rugi. Sayangnya di banyak ekspedisi gak dijelaskan soal bagaimana meminta ganti rugi keterlambatan pengantaran paket.

          Coba gan cc Twitter ke @YLKI_ID 👍

          Saran saya jangan dibiarkan ekspedisi merasa tidak perlu ganti rugi, kalo gini terus ekspedisi akan nyaman krn tidak berurusan dengan hak konsumen.

          Suka

          1. Sudah saya datangi barusan, katanya dikarenakan paket menumpuk sehubungan libur Idul Fitri. Menurut saya mau apapun alasannya tetap paket harusnya diantarkan sesuai batas maksimal pengantaran YES yaitu 1 hari, tetapi tidak juga dikerjakan. Ada penggantian kerugian atas paket yg terlambat katanya, tapi belum tentu ada penggantian kerugian makanan saya.. Padahal hal tersebut merupakan salah JNE….

            Suka

          2. Kalo pihak JNE sudah menerima paket, menerima pembayaran dan anda menerima bukti resi transaksi itu sudah transaksi sah, artinya anda sbg pengguna dapat jaminan layanan sesuai dengan yg anda bayarkan.

            Saran saya minta ganti rugi, tapi akan lebih baik anda foto atau videokan saat buka paket setelah diterima, ya kali aja ada makanannya jd rusak itu bisa jadi bukti tambahan untuk permintaan ganti rugi. Ajukan resmi ke JNE, kalo mereka menolak, lanjut lapor YLKI, kalau JNE masih beralasan ini itu gk mo ganti rugi, anda bisa ajukan somasi resmi ke JNE.

            Bagaimanapun kalau sudah somasi, anda punya bukti transaksi dan serah terima paket itu sudah memperkuat anda di jalur hukum.

            Sukses untuk anda 👍

            Suka

    2. SAMPAI HARI INI BELUM DIKIRIM JUGA!!! Padahal sudah berkali2 membuat laporan bahwa itu makanan basah, kalau makanannya basi atau rusak JNE akan tanggung?? SAYA RASA TIDAK!

      Suka

  2. JNE di Malang super parah 👎seringkali kecewa dgn pelayanannya..paket REG biasa 3hr nyampe ini sampe 7hr pdhl biaya ongkir 44rb.ke kantor pun ga ada ramah2nya petugas n ga profesional bgt..

    Suka

  3. SANGAT PARAH

    Saya membeli sebuah Iphone 8 plus 256GB melalui Tokopedia di toko 7Apple.id pada tanggal 31 January 2018 dengan menggunakan fasilitas pengiriman JNE YES.

    Sebagaimana saya ketahui bahwa layanan JNE YES ini diterima dalam waktu 24 jam setelah barang dikirimkan dengan pengkonfirmasian kepada penerima apabila barang tersebut sudah sampai ditempat tujuan.

    Pada tanggal 1 February 2018 sekitar jam 19.00 WITA, saya menghubungi JNE customer care dan dibantu oleh Saudara Ali. Pak Ali menyatakan bahwa barang tersebut sudah dalam pengiriman dari JNE Denpasar ketempat tujuan sejak pukul 16.53 dan meminta saya untuk menunggu. Sekitar pukul 20.00 kurang, saya mendapatkan notifikasi dari tokopedia tracking system bahwa barang tersebut sudah diterima oleh YOSI.

    Tanggal 02 February 2018, saya menanyakan Yosi perihal penerimaan barang tersebut dan ternyata Yosi tidak menerimanya. Sekitar pukul 10.00 WITA, saya kembali menghubungi customer care JNE dan dibantu oleh Ibu Arum. Ibu Arum juga mengkonfirmasikan bahwa Iphone tersebut sudah diterima oleh Yosi. Pada akhirnya Ibu Arum membuatkan laporan bahwa Iphone tersebut belum saya terima. Sekitar 17.03, Kurir JNE yang mengantarkan barang tersebut menghubungi saya dan meminta saya untuk mengecek kantor Yosi karena menurut kurir tersebut barang tersebut dia masukan kedalam ruangan melalui selah-selah atau kisi-kisi pintu Yosi dengan cara melemparnya kedalam ruangan yang mana tingginya 2 meter dari lantai.

    Setelah menjelaskan hal tersebut, kurir tersebut mengatakan kalau terjadi apa-apa atas hp yang telah dilemparkan itu, maka pihak JNE akan bertanggungjawab.

    Pada tanggal 06 February, pihak JNE di Bali kembali menginformasikan bahwa akibat kesalahan penanganan pada waktu pengiriman, maka Iphone saya akan diganti dengan yang baru dan saat ini tinggal menunggu kedatangan karena sudah dipesan dari Jakarta. Apabila Iphone tersebut sudah tiba di bali, maka akan diantarkan langsung oleh Bapak Manager JNE Bali beserta kepala Bagian pengiriman.

    Pada saat ini tanggal 13 Februari 2018, tidak ada satu pun yang menghubungi saya dan/atau menemui saya untuk membereskan permasalahan ini. Saya berinisiatif untuk menghubungi customer service JNE pusat di Jakarta dan dibantu oleh Saudara Fatih. Sangat disayangkan, menurut saudara Fatih, pihak JNE Jakarta TIDAK DAPAT MEMBANTU dan menyarankan saya untuk menghubungi JNE Bali perihal hal tersebut.

    Kesimpulan saya,
    1. perusahaan sebesar JNE sangat disayangkan mempunyai karyawan yang hanya bisa memberikan kebohongan kepada customer dan lempar tanggung jawab apabila terjadi permasalahan.
    2. Penanganan semua barang kiriman sama seperti penanganan pengiriman Iphone saya dengan cara di lempar atau di buang begitu saja tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu kepada penerima.
    3. Tidak adanya controll yang benar dari pihak kantor JNE itu sendiri sehingga Kurir JNE dapat menggunakan nama orang di resi penerimaan dimana orang tersebut tidak menerima barang kiriman yang dimaksud.

    Suka

  4. jNE bagi sangat mengecewakan
    Paket saya belum sampai juga, pengiriman dari tgl 13/11/17 – 23/11/17, menurut saya pengirimanya terlalu lama untuk pengiriman antar kota.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.