Review Oli X-Ten XT-40 Matic di Yamaha Mio Karburator

Saya kembali hadir kali ini masih dengan ulasan oli yang mungkin sudah dinanti sebagian pengunjung blog ini. Pada banyak yang nanyain mas kapan review oli lagi, yah nunggu saat yg tepat donk… semua oli yg saya uji coba dsini hasil kerja keras duit halal saya sendiri masa ganti oli sebelum waktunya demi review saja? hahahaha 😀

Ok, kali ini yang akan mendapat jatah uji review oli adalah kelanjutan dari versi oli matic merek X-Ten yang pernah saya uji coba sebelumnya di matic honda spacy pada tanggal 7 januari 2016 lalu yang bisa anda baca selengkapnya disini.

Yang mendapat kesempatan kali ini adalah matic yamaha mio karbu tahun produksi 2010 milik adik saya, ya kali ini motor adik saya jadi sasaran uji coba oli karena kebetulan saya sudah merasakan performa oli yang digunakan mio ini sudah gak pas dhati saya dan saya gak tau oli apaan yg digunakan karena servis terakhir bulan desember 2015 lalu adik saya sendiri yg bawa mio ini ke bengkel yamaha, ya mungkin perkiraan oli yamalube standard yg hitam itu x ya? (perkiraan aja neh).

Sebelum saya lanjutkan, saya jelaskan dulu kondisinya:

MIO: kondisinya termasuk mengenaskan karena sudah masuk tahun ke 6 pemakaian dan termasuk sangat rutin digunakan setiap harinya, melalui jalanan datar, berbatu, berlubang, menurun, tanjakan dan mendatar, setidaknya selama full 4 tahun pertama sering digunakan adik saya bekerja di luar kota di banjarnegara PP sepanjang 68km dan masih digunakan ditempat kerja dan sepulang kerja (bisa dikatakan setiap hari menempuh setidaknya 80km pasti ada), ini adalah motor keluarga kami, memiliki banyak cerita manis dan duka, dan kami mempertahankan untuk tetap memilikinya karena itu semua..cerita yang mendampingi di kehidupan kami. Motor ini juga yang sudah berjasa mengantarkan ayah kami saat sakit hingga di akhir usianya. Jadi bisa dikatakan motor satu ini sangat berjasa sekali.

Sekarang kondisi mio sudah mengenaskan, dari pertama beli, belum pernah sampe ganti onderdil dalaman cvt kecuali vbelt dan kampas rem, selain itu perlakukan laen hanya servis mesin, ganti oli, ganti ban dan terakhir saya sudah menggunakan busi iridium bosch sejak tahun lalu di mio ini. Selain itu kondisi aki, kiprok sampe sepul sudah bermasalah sehingga menyalakannya memang harus dng kick starter.

Memang masih bisa beroperasi, tapi masih jauh dari kesan kenyamanan lagi. Belum sempat kami membereskan masalah berat mio ini karena kami belum ada biaya setelah menghitung harga onderdil yg harus diganti ya bisa tembus 1 jutaan! Ketika dipakai, bunyi klitik klitik di dalam blok cvt-nya sudah berasa di telinga..ya separah itu lah. Ada yang mo beri donasi? hehehe

IMG_20160304_174235

Yang menjadi pertanyaan berikutnya, mengapa saya mengganti dengan oli XTEN XT-40 MATIC ini? Alasan saya sederhana saja: Membayangkan dalaman ruang silinder dan piston yang sudah bekerja keras selama 6 tahun, pastinya butuh perlindungan gesekan yang lebih baik lebih minim lebih halus, kalau sekedar oli semi/full synthetic biasa saya rasa tidak cukup lagi dan sudah pernah saya lakukan dng oli spt itu di tahun sebelumnya, jadi saya rasa tidak ada salahnya kini mencoba dng yang full shyntetic dng kandungan esther dng harapan gesekan dlm ruang silinder tidak terlalu ‘parah’.

IMG_20160304_174220

Memang saya juga memutuskan menggunakan oli xten ini di mio adik saya setelah saya merasakan performa oli ini di spacy saya termasuk baik, walau saya tidak memungkiri memang terdapat perbedaan jelas antara mesin dan sasis dari honda dan yamaha memang tidak bisa disamakan. Jadi saya disini sudah netral duluan sblm terlalu berharap pada oli ini di mio adik saya.

Singkat kata 4 Maret ini saya membawa mio ke Planet Ban di kota saya, ya mana lagi selain disini yang menyediakan oli XTEN?? Sudah sore sih jam 17.40 sampai di tkp.

IMG_20160304_174547

Sampai di tkp saya bilang mau ganti oli, pake X-TEN XT40 Matic la buat yamaha matic. Oli ini dijual dengan harga kurang dari Rp.40.000, dan untuk saya harganya masih masuk akal apalagi sudah kandungan esther dan full synthetic juga jadi masih bisa bersaing dng oli matic lain di pasaran indonesia (khususnya di pulau jawa).

IMG_20160304_175021

Ganti oli gratis tidak kena biaya, proses pengerjaannya termasuk bersih dan cepat di Planet Ban sekitar kurang dari 15 menit selesai. Dan terhitung sejak KM 53796 oli x-ten xt40 matic resmi bersarang di mesin mio ini.

IMG_20160304_175234

Spek Oli X-TEN XT-40 Matic ini adalah:

  • SAE 10W-40
  • JASO MB
  • API SL
  • Full Syntetic Esther
  • Volume 800ml 

IMG_20160304_174525

Dan seperti biasa, kick starter dulu agar oli bisa segera meresap ke dalam celah ruang mesin, lalu kunci kontak on dan kick starter dan brum…yah begitulah suara khas mio yang sudah berumur…gak halus lagi suaranya….jadi kesan pertama soal suara di telinga saya sih gak ada bedanya walau sudah diganti oli baru ini.

Dalam hampir sebulan ini, oli xten di dalam mio ini sudah digunakan hingga sepanjang 855kilometer perjalanan, menempuh 2x PP semarang hanya dalam jarak kurang dari seminggu, dan menempuh perjalanan PP parakan-banjarnegara dan sisanya pemakaian dalam kota. Ya jadi anda bisa bayangkan sendiri dalam waktu 3 mingguan ini seberapa gregetnya aktivitas menggunakan mio ini.

IMG_20160328_065546

1. Perjalanan PP semarang pertama: Perjalanan ini saya lakukan sendiri, tidak membawa barang tambahan saat berangkat dan pulang dng membawa barang tambahan seberat 5kg yang saya letakkan di ruang kaki tengah pengendara. Berangkat dari kota saya jam 8 pagi sampai semarang jam 12 siang. Perjalanan murni menggunakan pertalite PP. Sampai di kota saya jam 7 malam (istirahat di parakan 2 jam karena hujan).

Hasilnya adalah: Oli Xten XT40 Matic ini termasuk menyediakan performa yang sekedar cukup saja di yamaha mio 2010 yang sudah berantakan kondisinya ini. Kemampuan mengurangi getarannya terbilang tidak ada perubahan berarti di kondisi cuaca panas dan mesin mio sudah mencapai kondisi puncaknya. Top speed yang bisa diraih dng kondisi getaran masih bisa dikatakan wajar adalah 80kpj di jalanan mendatar, di jalanan menanjak dari kertek ke parakan top speed yang bisa diberikan adalah 50kpj dengan stabil tapi terasa kurang greget.

2. Perjalanan PP semarang kedua: Perjalanan ini saya lakukan sendiri, tidak membawa barang tambahan saat berangkat, dan pulang dng membawa gerobak lipat berukuran 1m-an yang saya letakkan di ruang kaki tengah pengendara dengan berat total hampir 10kg. Perjalanan kedua ini terbilang nekat memang, dan penuh resiko, dan untuk orang segede saya yang sudah makan asam garam dng motor pun ini terbilang mengendarai kendaraan matic dng kondisi sangat susah sekali (dan saya kapok!). Selain susah, pegal di telapak tangan, pegal di punggung dan pantat pula! Tapi mau gak mau ya barang yang saya beli dari OLX ini memang harus saya bawa pulang (niatnya sih utk wirausaha kuliner ntar).

Saya berangkat dari kota saya pukul 5 subuh, kondisi motor masih dng pertalite (PP). Yang saya rasakan mio ini memiliki performa berbeda dibanding perjalanan pertama saya ke semarang, bedanya adalah ciri khas yamaha itu tidak pernah berubah, yaitu kondisional faktor suhu lingkungan memang memiliki faktor terhadap performa mesin yamaha. Ketika saya menanjak dari kertek – parakan, mio ini termasuk memberikan performa yang lebih halus, memang tidak sehalus ala honda tapi untuk motor matic yamaha dng kondisi mesin yang tidak dijamin lagi ini, yang saya rasakan untuk saya pribadi sudah termasuk baik. Di jalanan menanjak mio tetap bersikukuh dengan top speed 50kpj saja, tapi ketika di jalanan mendatar top speed di suhu dingin bisa dicapai hingga 100kpj dng cepat dan stabil walau memang getaran masih berasa di stang, pantat sampe kaki tapi bedanya adalah dari 40-80kpj mio berakselerasi dng lembut dan cepat dan getaran yang lebih berasa minim itu saya rasakan hanya sampai di top speed 55kpj saja, diatas itu kondisinya ya sama saja dng mio berumur lainnya getarannya ya ibarat gempa 7SR.

Di suhu dingin oli X-TEN XT40 Matic di yamaha mio ini menurut saya menyediakan performa yang ya bisa dikatakan baik untuk mio seumuran ini. Akselerasi oli ini termasuk baik, stabil dan cukup enak ketika diajak maen gas di jalanan mendatar, tikungan dan menurun reaksinya responsif. Istirahat di rumah sodara di parakan hingga melanjutkan perjalanan kembali pukul 6 pagi.

Sampai semarang itu saya ingat masih jam 8.20 dan ini utk saya terbilang cepat karena jalanannya memang sedang tidak begitu ramai seketika keluar dari jalanan pringsurat. Dan memang mulai dari temanggung sampai semarang saya memaksakan performa oli ini di mio, dan akibatnya memang sudah dirasakan ketika mulai masuk ambarawa, hawa panas keluar dari ventilasi mesin di ruang tengah kaki pengendara.

Sempat istirahat di indomaret semarang bawen sebelum melanjutkan perjalanan dan akhirnya si mio istirahat total 2 jam di leker paimo di smu ursula mulai jam 09.30. Panasnya semarang itu ibarat anda pecahin telur ayam di panci teflon dmasak di aspal nunggu 5 menit udah matang sendiri!

Saya keluar dari semarang di banyumanik mulai pukul 13.00wib dan saat itu cuaca dan suhu terbilang wow panas bingits (semarang klo gak panas itu mujizat!) dan jam jam gni adalah jam-nya bus dan truk sudah ada yang mulai memenuhi jalan keluar semarang-bawen. Saya terbilang susah membawa gerobak lipat itu

Perjalanan pulang mengalami kendala, ya selain kendala susahnya bawa gerobak lipat adalah kendala suhu, oli dan mesin. Dan disinilah fakta berbicara:

Oli X-TEN XT40 Matic di yamaha mio ini pun sepertinya masih terbilang bandel, masih memberikan performa menanjak yang stabil di kisaran 60kpj namun getaran mesin tidak berkurang parahnya (saya tidak menyalahkan oli ini, memang mio-nya yang sudah gak sehat), akselerasi ketika menyalip kendaraan di tanjakan masih terbilang baik dan cukup memuaskan karena gak pernah menurun performanya.

Saya memang tidak menyalahkan oli ini, memang ini bukan x pertama saya PP semarang dng kondisi spt ini dng mio ini. Memang sangat menguras tenaga matic lama ketika hendak keluar dari jalur semarang bawen ini, dan saya yakin semua matic yamaha di usia sama spt mio saya ini pun mengalami over heat di jam jam itu. Ini memang faktor dari kondisional mesin itu sendiri, yang saya cermati dari pertama kali ngerasain over heat dng yamaha rxz 135cc di era 90an memang yamaha kurang baik dalam pembuangan panas mesinnya dibandingkan honda.

Begitu keluar dari jalur pintas dan masuk ke ambarawa sampai temanggung mio ini sudah mulai mengganas lagi, dan di cuaca hujan deraas ketika memasuki pringsurat oli ini dan mio utk saya pribadi spt bekerja sama menyatu memberikan performa yang baik, tidak mengeluh tidak tersendat ketika menghadapi hujan deras hingga genangan air melimpah di tengah jalan. Performa mesin tetap terjaga dng baik di kondisi hujan hingga sampai parakan dan istirahat 3 jam karena saya gak kuat menghadapi hujan deras plus petirnya.

Dari pengalaman saya menggunakan oli x-ten xt40 matic ini sepanjang 855km dng matic mio yang kondisi mesinnya sudah tidak sehat, menurut saya pribadi oli ini sudah bekerja keras untuk memberikan performa yang selayaknya pada motor lama ini. Untuk matic mio sejenis dengan kondisi mesin dan kelistrikan yang masih normal standard pabrikan yamaha, menurut saya oli ini bisa dijadikan salah satu opsi yang baik dan akan lebih baik jika digunakan pada motor matic yamaha yang sudah injeksi/blue core saja, karena performa di motor matic yamaha yang masih berkarburator biasanya sudah tipe lama (tahunan) maka performanya pun bisa dibilang tidak menjanjikan banget.

Untuk saya pribadi inilah hasil akhir skor 1 – 5 untuk OLI X-TEN XT 40 MATIC di YAMAHA MIO 2010 KARBURATOR.

1. Akselerasi Dalam Kota Suhu Dingin: 3.5
2. Akselerasi Dalam Kota Suhu Panas: 3
3. Redam Getaran Suhu Panas: 1.5
4. Redam Getaran Suhu Dingin: 3.5
5. Top Speed Suhu Panas: 2
6. Top Speed Suhu Dingin: 3.5
7. Anomali Performa Suhu Panas: 2
8. Anomali Performa Suhu Dingin: 4
9. Keiritan Konsumsi BBM Luar Kota: 2.5 (pertalite)
10. Keiritan Konsumsi BBM Dalam Kota: 3 (pertalite)

Oli X-TEN XT40 Matic ini sebenarnya termasuk oli berkinerja baik dan memiliki daya akselerasi yang stabil di kondisi jalanan menanjak dan mendatar, dan akan lebih baik lagi digunakan di suhu lingkungan yang dingin. Di suhu dingin oli ini dapat menjaga performa mio dng stabil.

Motor yamaha apapun jika sudah digunakan di suhu lingkungan panas apalagi jarak jauh pasti mengeluh di buangan panasnya alias mudah over heat. Merasakan over heat di motor yamaha itu sudah ‘umum’.

Pernah sih mio ini pake oli anak bangsa di mio ini dan ketika over heat yang saya rasakan lebih parah dibandingkan oli ini, sedangkan dng oli x-ten xt40 matic ini ketika mesin mio sudah over heat di suhu panas oli ini masih bisa memberikan kinerja yang stabil walau tidak wow banget tp bisa dirasakan di telapak tangan ketika buka tutup gas di matic.

Tingkat keiritan konsumsi bbm dengan pertalite utk saya pribadi tidak begitu terlihat bedanya dibandingkan pake premium di mio ini, bedanya yang saya rasakan pertalite lebih smooth saja di mio ini.

Oli manapun saya rasa akan tidak bisa menaklukkan getaran matic mio lama ini walaupun kelak daleman mesinnya sudah diganti baru semua. Jadi apa alasan saya menggunakan oli xten xt40 matic di mio lama ini? Alasannya sederhana, berharap perlindungan yang lebih baik untuk mesin dng kandungan full synthetic esthernya yang di kisaran harga yang sama saya belum temukan oli sejenis merek lainnya di kota saya. Di usia matic yang sudah 5 tahun lebih, saya tidak berharap banget pada performa power mesin (nyadar diri) tapi lebih berharap gak ngadat di kondisi panas n hujan.

Hasil akhirnya untuk saya pribadi saya masih akan menggunakan oli xten xt40 matic ini hingga mencapai 1500km saja dan akan mengganti dng oli baru dng pertimbangan bahwa usia mesin pun sudah lama dan harus lebih sering dapat oli baru daripada memaksakan performa lebih lama bersama oli yang digunakan. Menurut saya oli diatas 10W-40 untuk mio adik saya yang sudah masuk usia 6thn akan lebih pas. Belanja oli sekarang sudah jamannya online masbro, belanja disini udah dijamin asli, segel, harga diskon, kita dberi free ongkir pula masbro! Gimana gak racun?

beda jauh euy ame NMAX

Untuk matic yamaha lama oli ini untuk saya pribadi masih tergolong berperforma baik, akselerasinya stabil dan gak begitu mengeluh di kondisi panas dan tetap ganas di suhu dingin. Saya suka performanya di suhu dan cuaca dingin oli ini sejauh ini memberi performa terbaik di kondisi tersebut dibandingkan oli matic lain yang pernah masuk di mio ini.

Salam.

Iklan

2 thoughts on “Review Oli X-Ten XT-40 Matic di Yamaha Mio Karburator

  1. justru oli ini lebih adem ketimbang oli laen.. biasa pake enduro 4t di cs1 sering overheat kalo macet.. begitu pake oli ini malah gak pernah overheat. akselerasinya juga beda banget. padahal mesin tua (2008)

    Suka

    1. Oh gtu ya..berarti cocok dmotor anda. Klo saya blm pernah pake yg oli ini versi bebek/sport msh coba dmatik saja tentu soal performa mesin dan daya tahan serta redam panasnya beda dng jenis bebek/sport.

      Tp mungkin gk lama lg ganti castrol matic d mio adik saya. Thx.

      Suka

Komentar ditutup.