Kena Tilang? Pilih Slip Tilang Merah Saja!

Hehehe… ketawa dulu lah…

Mo bagi pengalaman pertama saya nih. Sekitar 6 hari lalu saya kena tilang razia polisi untuk pertama kali di hidup saya. Alasannya sederhana: SIM C saya ternyata sudah expired bro! hehehe baru nyadar saya nih.

Akhirnya saya pun digiring ke sebuah halaman dimana dua polantas sudah menunggu mendata para pelanggar lalu lintas, termasuk saya. Saya pun ditanya “Mas, ikut sidang? Hari kamis tanggal 4 Feb di PN?”

Karena saat itu saya dompet kosong belum ke atm, saya anggukkan saja lah kepala saya dan menjawab “Ya deh pak, gpp sidang.”.

Dan saya diberikan selembar kertas tilang berwarna merah dengan tulisan pelanggaran pasal 281 undang undang lalu lintas 2009 (klo gk salah).

Belanja pertama kali di tokopedia pakai vocer/kupon: TPFER3ITFQ dapat cashback Rp.30.000 hanya untuk kamu!

Sudah banyak info saya serap sejak lama soal tilang ini, antara slip merah dan biru manakah yg akan dipilih? Nah pengalaman kena tilang ini akhirnya membuka mata saya dan berusaha menganalisisnya. Saya tidak keberatan menerima surat tilang merah alias disitu tertulis tidak mengakui kesalahan berlalu lintas. Pihak polisinya pun juga menawarkan solusi sidang di tempat alias bayar ditempat, saya lihat semua yg kena denda soal STNK dan SIM dihukum sama rata yaitu bayar Rp,50.000 dan beres dokumen stnk/sim gk ditahan.

Masalah rata” yg kena tilang mulai dari surat berlalu lintas kadaluwarsa, gak punya sim lah, gak bawa stnk lah, sampe soal knalpot juga kena tilang. Ya ini memang razia resmi sih karena saya lihat banyak polisi dan di area itu memang seminggu sekali pasti ada razia. Di kota saya umumnya hanya ada 2 lokasi utk melakukan razia, tapi sudah bbrp x saya kena razia tdk pernah kena tilang dan gak pernah saya nanyain soal Surat Perintah Razia alias Surat Penugasan, mungkin laen x setelah saya bikin sim c baru dan ada razia polisi lagi saya akan tanyakan surat itu ke pihak polisi sekedar mo tau aja itu surat dibuat kapan dan berakhir masa tugasnya kapan jadi saya bisa perkirakan brp x razia polisi selama periode itu dan diusahakan gk ketemu razia lagi hehehe cerdas juga ye 😀

So akhirnya hari ini jam 08.30 pagi saya sudah di Pengadilan Negeri setempat di kota saya, sebuah kabupaten kecil. Saya lihat buanyak motor yang parkir dan banyak orang melihat papan informasi di halaman gedung PN, ternyata itu papan informasi berisi kertas yang memuat data orang yg kena tilang, nomor tilang dan nomor urut sidang.

Saya pun dapat nomor urut 215 dan kena pasal 281 JO apa gtu lah. Langkah berikutnya adalah masuk ke dalam gedung PN, kasih kertas slip tilang ke petugas piket, biar petugasnya memberi nomor ke slip tilang itu (kita ditanya oleh petugas nomor urut sidang brp). Jadi kita gk perlu bawa spidol/bolpoin utk memberi tanda nomor di bukti slip tilang yang kita dapatkan saat kena razia.

Lalu jam 09.00 WIB pelanggar lalu lintas memasuki ruang sidang (ditulis di kertas tilang sidang jam 09.00), saya pun masuk dan duduk di kursi tunggu. Lalu hakim ketua masuk disertai hakim pembantu dan pihak bendahara dan asisten apa gtu lah. Saya masuk dan sidang dimulai jam 09.10.

Baca Juga: Nasib Apes Tilang Slip Biru.

Ini adalah pertama kali saya ikut sidang tilang di PN, saya penasaran sih spt apa ya sidang tilang itu. Apakah penuh dengan intrik atau berjalan layaknya manusia yang manusiawi? Ternyata di dalam ruang sidang sama sekali hawa atmosfernya bener-bener tenang dan nyaman. Gak ada kegaduhan bahkan kekhawatiran.

Satu per satu pelanggar dipanggil, hakim membacakan kesalahan, kita cukup mengakui saja kesalahan kita (gak usah bantah) dan sampe akhirnya giliran saya dipanggil maju duduk sebentar belum ada 15 detik di kursi terdakwa (bahahaha) dan hakim memanggil nama saya dan menyebutkan kesalahan saya dimana hakim bilang saya tidak punya sim?

Saya menjawab “Punya pak, cuma katanya harus diperpanjang saja.” Hakim membalas “Oh, sim kamu sudah mati, ya sudah besok diperpanjang segera ya mas!” Dan udah cuma gtu doank, lalu saya dipanggil maju ke hadapan hakim, diberikanlah kertas tilang berisi tulisan hakim dan surat stnk yg dsertakan dng surat tilang itu dan saya diminta menuju bagian kasir yang terletak di sisi kiri hakim (dari posisi saya berdiri) atau lebih tepatnya di meja jaksa penuntut disitu ada seorang karyawan PN bertugas sbg kasir.

Sampai di meja kasir, saya dikenakan denda Rp.20.000 saja 😱. Alangkah saya kaget banget 😨, ternyata denda lalu lintas sim mati pertama saya cuma kena segitu saja? 😰 Lah waktu saya ditempat razia banyak pelanggar dikenakan denda Rp.50.000 sama polisi utk bayar ditempat?😒

Ealah…ternyata dendanya sangat terjangkau di PN. Saya kira sama loh Rp.50.000, ternyata malah lebih murah. Ya saya senang banget dendanya gk gede.

belanja online paling greget free ongkir plus voucher 25rb cek disini masbro

Saya sering baca orang nulis klo kena razia mending slip biru saja jangan slip merah. Katanya slip biru itu lebih murah (tapi ini salah besar) dan uang langsung masuk kas negara via bank BRI klo slip merah denda bayar ke pengadilan tapi butuh waktu tunggu sekitar bbrp hari kemudian 

Jika anda dapat slip biru anda akan diminta ke bank BRI yang ditunjuk utk setor uang deposit denda tilang sebesar yang ditulis oleh polisi yang menilang, setelah kita bayar sejumlah deposit uang denda kita bawa bukti bayar tsb ke kantor polisi yg melakukan razia/tilang tsb, kita cari tuh kepala korlantasnya atau bawahannya lalu kita beritahukan sudah bayar tilang di BRI, di kepolisian kita akan diberikan surat” kita yg disita dan jumlah dendanya, lalu kita bawa catatan jumlah denda tersebut kembali ke BRI untuk ambil sisa uang yang telah kita setorkan sebelumnya sbg deposit denda tilang di awal. Masalahnya adalah proses pengembalian sisa dana tilang kita kadang tidak mudah tidak langsung diputuskan denda di kantor polisi tsb saat kita datang, ada yang tetap mengarahkan putusan denda dan atau ambil sisa dana hanya setelah dapat keputusan final tentang besaran denda atau urusan surat ambil sisa dana deposit denda yg kita setor ke BRI di awal setelah dapat surat dari jaksa/hakim barulah kita bisa ambil sisa uang deposit denda tsb di bank BRI yang ditunjuk. Tanpa surat keputusan uang sisa denda yg dikeluarkan hakim/jaksa maka uang sisa deposit susah dikembalikan. Polisi hanya bertugas menilang, urusan sisa deposit uang kembali itu di hakim/jaksa. Jadi slip biru kalau kita ikuti alurnya itu sangat ribet, makanya ada oknum polisi yang menilang kita dng memberi slip biru dan denda bayar ditempat itu adalah kombinasi pilihan 2 tilang yaitu: SLIP BIRU + SIDANG DITEMPAT sehingga kita yg kena tilang slip biru tidak perlu lama ikuti proses tilang slip biru diatas tsb. Tapi kondisi ini menyebabkan oknum polisi bermain besaran denda tilang karena kita tidak ikuti proses alur tilang slip biru dan hanya memilih beres di tempat tkp tilang. Kalau kita ikuti alur denda slip biru tetap juga besarannya lbh gede daripada kena slip merah. Kalau anda dapat slip biru dan anda ikuti alurnya tanpa sidang di tkp razia pun akan lebih ribet karena anda harus setor deposit uang tilang ke BRI dulu baru ktemu polisi dan tau brp denda maksimumnya dan urus pengembalian sisa deposit uang anda di BRI tadi itu. Kasarannya slip biru anda mengaku bersalah, anda kena denda nominal lebih besar plus anda bisa pilih mau selesai langsung di tkp polisi yang merazia atau mau ikuti alurnya dengan deposit dana tilang ke BRI dulu dan proses selanjutnya yang berbelit belit. Jadi slip biru itu anda sama saja kerja 2x drpd slip merah! (Dng catatan tdk dituntaskan di tkp razia berlangsung).

Sedangkan slip merah itu pilihan utk kita menyelesaikan perkara tilang dengan menghadiri persidangan di pengadilan negeri setempat yang akan makan waktu sekitar 1 minggu kemudian. Dan besaran denda tilang diputuskan oleh hakim saat kita ikut sidang. Biasanya denda tilang slip merah yang diputuskan hakim itu lebih kecil nominalnya daripada denda tilang slip biru. Ini juga karena hakim ada yang ikuti aturan perkembangan denda tilang uang ditetapkan pemda lokal atau propinsi. Jadi denda tilang di pengadilan di beda kota atau propinsi walo kita melanggar aturan lalu lintas yang sama ada kemungkinan nominal dendanya juga beda karena tidak semua kota sudah memiliki tabel denda tilang juga. Itulah mengapa saat kita ikut sidang tilang di pengadilan semisal di jakarta denda gak punya/bawa sim itu bisa nominal maksimum daripada di propinsi jateng. Kalau slip merah anda gak pake urusan setor deposit dana tilang ke BRI karena anda langsung ikut sidang di pengadilan negeri setempat yang mana besaran denda tilang anda langsung diputuskan hakim dan biasanya nominalnya lebih kecil drpd slip biru.

Enaknya ikut alur sidang slip merah adalah denda lebih kecil drpd slip biru karena slip biru itu nominalnya lbh ditentukan oleh polisi (bila damai di tkp/jaksa bila kita memilih tidak bayar di tkp) saat kita diberi slip tilang biru.

Misal kita tidak bawa sim atau sim mati, di slip merah dng aturan perda propinsi jateng kita dikenakan nominal denda dari 20rb – 40rb, tapi klo dapat slip biru kita bisa kena 50rb. Selain itu beda di alur ikut proses pengembalian surat” yang disita saat tilang.

Jadi jika anda kena tilang di dalam kota anda sendiri, saran saya: PILIHLAH SLIP TILANG MERAH! Ikuti sidang 7 hari kemudian yang gak makan waktu lebih dari 5 menit, bayar lebih murah dan dokumen sita akan langsung dikembalikan di PN tsb setelah anda bayar.

Abang ingin menilang kamu di hadapan penghulu dik 😘

Ini kejadian di PN kota saya loh ya denda cuma Rp.20.000,-. Saya tidak tau denda mungkin berbeda di PN kota laen, karena semakin bagus kondisi ekonomi kota tsb denda tilang bisa jadi lebih besar di PN tsb.

Oya kadang tidak semua kota sudah memiliki tabel besaran denda tilang, nah kota yg tdk memilikinya biasanya akan memberikan denda maksimum sesuai peraturan tilang nasional. Dan jika anda tidak dapat hadir (klo anda mau hadir tapi tdk dpt datang anda bisa mewakilkan ke org lain dng membawa slip tilangnya) saat sidang di hari H sidang tilang di PN, anda masih tetap dapat mengambil (tentu dng menebus denda juga!) surat” kendaraan yg disita di hari dan jam kerja berikutnya di PN yg ditunjuk (berlaku utk e-tilang dan tilang biasa sama aja).

Salam.

Iklan

65 respons untuk ‘Kena Tilang? Pilih Slip Tilang Merah Saja!

    1. Slip biru, anda nanti dpt SMS ke no hp anda isinya jumlah denda dan rekening virtual account briva di BRI. Anda bayar denda, simpan bukti bayarnya, lalu datang ke kejaksaan atau PN di tanggal yg dimaksud (di SMS ada info tanggal ambil dokumen yg disita).

  1. permisi numpang tanya gan itu di surat tilang yg slip merah ada tulisan “bayar denda melalui bank tersebut di atas, paling lama dalam waktu 3 hari sebelum tanggal sidang” di kolom pernyataan terdakwa. itu wajib apa tidak gan?
    setelah baca postingan agan kok bayarnya waktu di PN.
    terimakasih.

    1. Setau saya ya, bayar di bank itu hanya ketika kita diberi/minta slip biru. Nanti kita dimintai no.hp, sekitar 2 hari kemudian kita dpt SMS nomor virtual account BRI BRIVA dan jumlah denda yg dibayarkan. Baru bukti pembayaran dibawa ke kejaksaan utk ambil surat yg disita.

      Kalau slip merah kita ga bayar di rek VA BRI tapi kita ikut sidang 7 hari kemudian (biasanya 7hari setelah ditilang) dan bayarnya tunai langsung saat sidang bukan ditransfer.

      Jadi kalau dpt slip merah malah suruh bayar di rek bank BRI itu sptnya ga benar, setau saya loh. Coba baca artikel saya ini slip tilang biru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.