Kena Tilang? Pilih Slip Tilang Merah Saja!

Hehehe… ketawa dulu lah…

Mo bagi pengalaman pertama saya nih. Sekitar 6 hari lalu saya kena tilang razia polisi untuk pertama kali di hidup saya. Alasannya sederhana: SIM C saya ternyata sudah expired bro! hehehe baru nyadar saya nih.

Akhirnya saya pun digiring ke sebuah halaman dimana dua polantas sudah menunggu mendata para pelanggar lalu lintas, termasuk saya. Saya pun ditanya “Mas, ikut sidang? Hari kamis tanggal 4 Feb di PN?”

Karena saat itu saya dompet kosong belum ke atm, saya anggukkan saja lah kepala saya dan menjawab “Ya deh pak, gpp sidang.”.

Dan saya diberikan selembar kertas tilang berwarna merah dengan tulisan pelanggaran pasal 281 undang undang lalu lintas 2009 (klo gk salah).

Sudah banyak info saya serap sejak lama soal tilang ini, antara slip merah dan biru manakah yg akan dipilih? Nah pengalaman kena tilang ini akhirnya membuka mata saya dan berusaha menganalisisnya. Saya tidak keberatan menerima surat tilang merah alias disitu tertulis tidak mengakui kesalahan berlalu lintas. Pihak polisinya pun juga menawarkan solusi sidang di tempat alias bayar ditempat, saya lihat semua yg kena denda soal STNK dan SIM dihukum sama rata yaitu bayar Rp,50.000 dan beres dokumen stnk/sim gk ditahan.

Masalah rata” yg kena tilang mulai dari surat berlalu lintas kadaluwarsa, gak punya sim lah, gak bawa stnk lah, sampe soal knalpot juga kena tilang. Ya ini memang razia resmi sih karena saya lihat banyak polisi dan di area itu memang seminggu sekali pasti ada razia. Di kota saya umumnya hanya ada 2 lokasi utk melakukan razia, tapi sudah bbrp x saya kena razia tdk pernah kena tilang dan gak pernah saya nanyain soal Surat Perintah Razia alias Surat Penugasan, mungkin laen x setelah saya bikin sim c baru dan ada razia polisi lagi saya akan tanyakan surat itu ke pihak polisi sekedar mo tau aja itu surat dibuat kapan dan berakhir masa tugasnya kapan jadi saya bisa perkirakan brp x razia polisi selama periode itu dan diusahakan gk ketemu razia lagi hehehe cerdas juga ye πŸ˜€

So akhirnya hari ini jam 08.30 pagi saya sudah di Pengadilan Negeri setempat di kota saya, sebuah kabupaten kecil. Saya lihat buanyak motor yang parkir dan banyak orang melihat papan informasi di halaman gedung PN, ternyata itu papan informasi berisi kertas yang memuat data orang yg kena tilang, nomor tilang dan nomor urut sidang.

Saya pun dapat nomor urut 215 dan kena pasal 281 JO apa gtu lah. Langkah berikutnya adalah masuk ke dalam gedung PN, kasih kertas slip tilang ke petugas piket, biar petugasnya memberi nomor ke slip tilang itu (kita ditanya oleh petugas nomor urut sidang brp). Jadi kita gk perlu bawa spidol/bolpoin utk memberi tanda nomor di bukti slip tilang yang kita dapatkan saat kena razia.

Lalu jam 09.00 WIB pelanggar lalu lintas memasuki ruang sidang (ditulis di kertas tilang sidang jam 09.00), saya pun masuk dan duduk di kursi tunggu. Lalu hakim ketua masuk disertai hakim pembantu dan pihak bendahara dan asisten apa gtu lah. Saya masuk dan sidang dimulai jam 09.10.

Ini adalah pertama kali saya ikut sidang tilang di PN, saya penasaran sih spt apa ya sidang tilang itu. Apakah penuh dengan intrik atau berjalan layaknya manusia yang manusiawi? Ternyata di dalam ruang sidang sama sekali hawa atmosfernya bener-bener tenang dan nyaman. Gak ada kegaduhan bahkan kekhawatiran.

Satu per satu pelanggar dipanggil, hakim membacakan kesalahan, kita cukup mengakui saja kesalahan kita (gak usah bantah) dan sampe akhirnya giliran saya dipanggil maju duduk sebentar belum ada 15 detik di kursi terdakwa (bahahaha) dan hakim memanggil nama saya dan menyebutkan kesalahan saya dimana hakim bilang saya tidak punya sim?

Saya menjawab “Punya pak, cuma katanya harus diperpanjang saja.” Hakim membalas “Oh, sim kamu sudah mati, ya sudah besok diperpanjang segera ya mas!” Dan udah cuma gtu doank, lalu saya dipanggil maju ke hadapan hakim, diberikanlah kertas tilang berisi tulisan hakim dan surat stnk yg dsertakan dng surat tilang itu dan saya diminta menuju bagian kasir yang terletak di sisi kiri hakim (dari posisi saya berdiri) atau lebih tepatnya di meja jaksa penuntut disitu ada seorang karyawan PN bertugas sbg kasir.

Sampai di meja kasir, saya dikenakan denda Rp.20.000 saja 😱. Alangkah saya kaget banget 😨, ternyata denda lalu lintas sim mati pertama saya cuma kena segitu saja? 😰 Lah waktu saya ditempat razia banyak pelanggar dikenakan denda Rp.50.000 sama polisi utk bayar ditempat?πŸ˜’

Ealah…ternyata dendanya sangat terjangkau di PN. Saya kira sama loh Rp.50.000, ternyata malah lebih murah. Ya saya senang banget dendanya gk gede.

Saya sering baca orang nulis klo kena razia mending slip biru saja jangan slip merah. Katanya slip biru itu lebih murah (tapi ini salah besar) dan uang langsung masuk kas negara via bank BRI klo slip merah denda bayar ke pengadilan tapi butuh waktu tunggu sekitar bbrp hari kemudian 

Jika anda dapat slip biru anda akan diminta ke bank BRI yang ditunjuk utk setor uang deposit denda tilang sebesar yang ditulis oleh polisi yang menilang, setelah kita bayar sejumlah deposit uang denda kita bawa bukti bayar tsb ke kantor polisi yg melakukan razia/tilang tsb, kita cari tuh kepala korlantasnya atau bawahannya lalu kita beritahukan sudah bayar tilang di BRI, di kepolisian kita akan diberikan surat” kita yg disita dan jumlah dendanya, lalu kita bawa catatan jumlah denda tersebut kembali ke BRI untuk ambil sisa uang yang telah kita setorkan sebelumnya sbg deposit denda tilang di awal. Masalahnya adalah proses pengembalian sisa dana tilang kita kadang tidak mudah tidak langsung diputuskan denda di kantor polisi tsb saat kita datang, ada yang tetap mengarahkan putusan denda dan atau ambil sisa dana hanya setelah dapat keputusan final tentang besaran denda atau urusan surat ambil sisa dana deposit denda yg kita setor ke BRI di awal setelah dapat surat dari jaksa/hakim barulah kita bisa ambil sisa uang deposit denda tsb di bank BRI yang ditunjuk. Tanpa surat keputusan uang sisa denda yg dikeluarkan hakim/jaksa maka uang sisa deposit susah dikembalikan. Polisi hanya bertugas menilang, urusan sisa deposit uang kembali itu di hakim/jaksa. Jadi slip biru kalau kita ikuti alurnya itu sangat ribet, makanya ada oknum polisi yang menilang kita dng memberi slip biru dan denda bayar ditempat itu adalah kombinasi pilihan 2 tilang yaitu: SLIP BIRU + SIDANG DITEMPAT sehingga kita yg kena tilang slip biru tidak perlu lama ikuti proses tilang slip biru diatas tsb. Tapi kondisi ini menyebabkan oknum polisi bermain besaran denda tilang karena kita tidak ikuti proses alur tilang slip biru dan hanya memilih beres di tempat tkp tilang. Kalau kita ikuti alur denda slip biru tetap juga besarannya lbh gede daripada kena slip merah. Kalau anda dapat slip biru dan anda ikuti alurnya tanpa sidang di tkp razia pun akan lebih ribet karena anda harus setor deposit uang tilang ke BRI dulu baru ktemu polisi dan tau brp denda maksimumnya dan urus pengembalian sisa deposit uang anda di BRI tadi itu. Kasarannya slip biru anda mengaku bersalah, anda kena denda nominal lebih besar plus anda bisa pilih mau selesai langsung di tkp polisi yang merazia atau mau ikuti alurnya dengan deposit dana tilang ke BRI dulu dan proses selanjutnya yang berbelit belit. Jadi slip biru itu anda sama saja kerja 2x drpd slip merah! (Dng catatan tdk dituntaskan di tkp razia berlangsung).

Sedangkan slip merah itu pilihan utk kita menyelesaikan perkara tilang dengan menghadiri persidangan di pengadilan negeri setempat yang akan makan waktu sekitar 1 minggu kemudian. Dan besaran denda tilang diputuskan oleh hakim saat kita ikut sidang. Biasanya denda tilang slip merah yang diputuskan hakim itu lebih kecil nominalnya daripada denda tilang slip biru. Ini juga karena hakim ada yang ikuti aturan perkembangan denda tilang uang ditetapkan pemda lokal atau propinsi. Jadi denda tilang di pengadilan di beda kota atau propinsi walo kita melanggar aturan lalu lintas yang sama ada kemungkinan nominal dendanya juga beda karena tidak semua kota sudah memiliki tabel denda tilang juga. Itulah mengapa saat kita ikut sidang tilang di pengadilan semisal di jakarta denda gak punya/bawa sim itu bisa nominal maksimum daripada di propinsi jateng. Kalau slip merah anda gak pake urusan setor deposit dana tilang ke BRI karena anda langsung ikut sidang di pengadilan negeri setempat yang mana besaran denda tilang anda langsung diputuskan hakim dan biasanya nominalnya lebih kecil drpd slip biru.

Enaknya ikut alur sidang slip merah adalah denda lebih kecil drpd slip biru karena slip biru itu nominalnya lbh ditentukan oleh polisi (bila damai di tkp/jaksa bila kita memilih tidak bayar di tkp) saat kita diberi slip tilang biru.

Misal kita tidak bawa sim atau sim mati, di slip merah dng aturan perda propinsi jateng kita dikenakan nominal denda dari 20rb – 40rb, tapi klo dapat slip biru kita bisa kena 50rb. Selain itu beda di alur ikut proses pengembalian surat” yang disita saat tilang.

Jadi jika anda kena tilang di dalam kota anda sendiri, saran saya: PILIHLAH SLIP TILANG MERAH! Ikuti sidang 7 hari kemudian yang gak makan waktu lebih dari 5 menit, bayar lebih murah dan dokumen sita akan langsung dikembalikan di PN tsb setelah anda bayar.

Abang ingin menilang kamu di hadapan penghulu dik 😘

Ini kejadian di PN kota saya loh ya denda cuma Rp.20.000,-. Saya tidak tau denda mungkin berbeda di PN kota laen, karena semakin bagus kondisi ekonomi kota tsb denda tilang bisa jadi lebih besar di PN tsb.

Oya kadang tidak semua kota sudah memiliki tabel besaran denda tilang, nah kota yg tdk memilikinya biasanya akan memberikan denda maksimum sesuai peraturan tilang nasional.

Salam.

Iklan

56 thoughts on “Kena Tilang? Pilih Slip Tilang Merah Saja!

  1. mas saya dapet lembaran merah ditulis sidang jam 9, tapi kan saya kerja jadi lupa…
    kalo kesiangan atau hari berikutnya bisa nggak ya ?

    Suka

    1. Gak bisa, hrs dtg di tanggal n jam yg ditentukan. Bisa diwakilkan dng surat kuasa klo gk bisa ikut sidang.

      Kalau sdh terlambat coba datangi pihak PN utk konfirmasi denda dng bawa lembar merah lalu tanya dmn dokumen milik anda yg ditilang utk diambil. Yg jelas slip merah tdk bayar ke bank tp ke kas pemda via PN saat sidang.

      Suka

      1. ternyata bisa mas, mungkin karna yg kena tilang banyak trus tadi bapaknya bilang bisa jumat atau hari senin gt. untung banget, kalo nggak bisa repot

        Suka

  2. Kalo kenal tilang SIM c mati, tapi dikasihnya slip biru itu gimana ya ?
    Berapa kira”? Tertulis melanggar pasal 281 .

    Suka

    1. Yg di UU itu memang denda maksimal, bahkan kemarin etilang gk punya sim ada yg dikenakan 1juta bro.
      Saran saya klo kena tilang mau tilang manual apa etilang minta aja slip merah dan ikut sidang dpengadilan 1minggu stelah dtilang krn hakim bisa memberikan keringanan, kan itu hakim lokal jd dia bisa ikut perda tilang lokal atau perda propinsi. Klo kita ambil slip biru itu biayanya lbh besar baik dibayar di atm atau titip (kadang walo kena etilang tp ada yg nembak bayar dtkp krn gk punya rek bank dsb).
      Klo dpt slip merah umumnya denda tilang lbh murah asal qta akui kesalahan di dpn hakim dan berusaha tdk mengulangi lg. Krn bgmnpun polisi punya database siapa yg ditilang dan udah brp x kena tilang dan ini bisa saja datanya ikut dsertakan ke hakim saat sidang tilang dipengadilan. Rata” djateng denda sim c mati kurang dr 50rb dsidang PN (slip merah) walo di UU memang djelaskan aturan batas atas dendanya spt yg anda sampaikan. Pengadilan negeri tiap propinsi bisa menerapkan denda yg berbeda, krn ini menyangkut tidak semua warga indonesia punya kemampuan ekonomi yg sama di tiap propinsi atau kota.

      Suka

  3. Mas Ferry, terima kasih sudah sharing pengalamannya. Bagi sy yang pertama kali dapet slip merah, info ini sangat bermanfaat. Ada satu yg saya ingin tanya Mas. Kalo seandainya kita tidak bisa menghadiri sidang pada tanggal yg ditetapkan, apa bisa langsung diwakilkan oleh orang lain? atau seandainya tidak ada orang yg bisa mewakilkan, apakah bisa membayar sebelum hari persidangan? Dan kalau bisa, kapan kita bisa memperoleh surat2 yg disita? Makasih Mas (sori kalo kepanjangan hehe)

    Suka

    1. 1. Bisa diwakilkan kok saat hari H sidang utk ambil surat”nya, karena hakim tidak meminta ktp kita untuk dicocokkan dng data yang terkena tilang. Namun bila diambil di kantor polisi kadang ada yg minta surat keterangan diwakilkan untuk pengambilan surat”nya (bila belum diserahkan ke PN, biasanya H-3 sblm sidang di PN polisi sudah menyerahkan daftar tilang dan surat yg diambil saat tilang ke PN).

      2. Kalau skrg kan sistem tilang elektronik, cara “mainnya” sedikit berbeda krn yg dtilang dikenakan biaya deposit tilang maksimum yg wajib disetor ke rekening BRI, lalu ikut sidang tilang, dikenakan biaya tilang, bila biaya tilang lbh kecil drpd deposit yg dsetor ke bri maka deposit itu akan dikembalikan ke kita asal kita dpt bukti pembayaran tilang dari hakim/jaksa tsb, uangnya diambil lg di kantor bri yg ditunjuk dng membawa bukti bayar tilang tsb agar sisanya bisa dikembalikan.

      3. Surat yg diambil saat tilang akan dikembalikan saat kita ikut sidang di PN atau saat kita sidang di tkp razia resmi, tergantung yg mana anda pilih saat kena tilang.

      Suka

      1. Kalau sy waktu itu minta slip merah, tapi tdk hadir di sidang (jadi maunya langsung menyatakan bersalah aja, statusnya diwakilkan kata polisinya). trs akhirnya bayar 250rb, ditulis di slip merah. sy mau tanya apa perlu minta slip merahnya (kalau diwakilkan/tdk hadir di sidang) ? terima kasih.

        Suka

        1. Anda ditilang oleh polisi dberitahukan apa kesalahan anda dlm berlalu lintas?
          Yg ditilang wajib dberitahukan kesalahannya apa, lalu dberi opsi mau e-tilang artinya langsung tuntas bayar tilang djaringan bank bri dng dkenakan denda lbh tinggi (bisa maksimal) atau opsi tilang dselesaikan di PN dng memberi surat tilang merah yg dendanya lbh kecil tp makan wkt sekitar 1 minggu kemudian (diberitahukan oleh polisi yg memberi surat tilang).
          Jika oknum polisi mengatakan anda bisa dpt surat tilang merah dng segala modusnya anda diminta serahkan “jaminan” 250rb itu ya anda tetap harus dpt surat tilang merah krn itu kan surat tilang biru/merah punya lapisan copy, ada yg utk negara, utk yg ditilang juga. Klo anda tdk dberikan hak copy surat tilang utk pengendara ya sama juga anda sudah ditipu oknum tsb krn jelas sangat tidak mungkin diwakilkan di PN apalagi bila dana yg diminta tsb jauh lbh tinggi drpd biaya tilang kesalahan anda yg biasanya dterapkan hakim PN.

          Jadi ada kemungkinan 250rb itu tidak masuk kas negara via PN atau sebagiannya memang masuk kas negara dan sisanya masuk kantong oknum tsb.
          Clear ya?

          Suka

  4. Anda di kota mana? Saya kena tilang pd tanggal sidang di pengadilan sy datang jam 8.30 petugas bilang sidang sudah selesai, tinggal lihat di papan dan bayar denda sesuai yg tertera. Jadi saya katakan tidak ada sidang tilang di khususnya indramayu. Saya kena denda 50 rb krn tidak menyalakan lampu utama pada sore hari.

    Suka

    1. 1. Saat dberi slip tilang merah petugas polisinya memberitahukan ke pelanggar kapan sidang tilang digelar tanggal dan wktnya. Jadi saya datang sekitar 15mnt sdh di PN.

      2. Nah itu soal tdk ada sidang tilang oleh hakim di PN di lokasi indramayu perlu jd catatan tuh kok jadi “instan” gtu yak? Hehe..

      3. Soal tdk menyalakan lampu ni sbnrnya msh aturan anak tiri ya dseluruh indo, klo dkota saya aturan lampu motor tdk nyala setau saya amat sangat jarang dpakai utk penilangan, polisinya lbh ke sim stnk, kelengkapan motor spt spion sampai knalpot racing gk boleh. Ya mo gmn lg…namanya aturan…jd gk adil diterapkan oleh aparatnya jg.

      Kemarin pagi saya baru ke kota lewat PN dan udah dpasang spanduk baru dng isi infonya sidang tilang dilakukan setiap hari mulai jam 08.30…tp menurut saya ini aturan di spanduk hanya berhubungan dng operasi simpatik yg dr tgl 1 – 21 maret saja, mungkin setelah itu gk berlaku lg.

      Suka

    1. Di artikel saya tekankan itu denda di PN kota saya. Tidak tau besaran denda di PN kota lain. Klo anda gk bawa stnk ya denda beda lg mbak.

      Dan krn skrg sistemnya sudah e-tilang jd cara kerjanya kita bayar deposit ke rek bri dan besaran denda faktanya nanti saat ambil surat” motor atau sim kita di pengadilan, sisa deposit uangnya akan dikembalikan. Jd langsung kena biaya deposit tertinggi utk e-tilang sesuai yg dikenakan oleh polisi saat menilang kayaknya sistemnya gtu skrg mbak.

      Suka

  5. semalam sy abis kena tilang karna yg bonceng saya ga pake hlm,saya di mintai 750rb malah,pas saya minta sidang katanya sekarang ga bisa sidang,trus akhirnya saya di kasih surat tilang biru yg total nya di situ tertera 750 rb,dgn jaminan sim saya ditahan,dan fikir saya daripada saya bayar uang denda segitu banyak mending saya iklasin aja sim saya,biar di jual sama tu polisiπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Suka

    1. Hehehe… πŸ˜€

      Seharusnya yg dimintai duit si pembonceng ya πŸ˜€

      Skrg di bbrp wilayah sudah diterapkan e-tilang dengan denda maksimum kita kalau kena tilang bayarnya langsung ke rek bank BRI yg diberikan n ambil surat” kendaraan qta di t4 tugas polisi tsb jadi pastikan tanya ke petugas polisinya mrk berdinas dimana spy bisa didatangi lagi saat operasi/razia telah selesai.

      Ke depan ada wacana tilang akan mengurangi poin sim pengendara πŸ˜‘

      Suka

      1. Mohon pencerahan detil gan tentang slip biru ane baru aja kena tilang minta slip biru tertera 500.000 denda di suruh ambil Berkas sita di polsek terdekat .. Apa emang segitu ya gan ? Berati murah yang merah dong
        Pelanggaran ane pasal 288 ayat 1

        Suka

        1. Setau saya skrg sudah e-tilang bos dbbrp kota. Sistemnya kita akan dberi catatan denda batas maksimum dan kita bayarkan ke rek bank bri yg ditunjuk bisa via atm dsb lalu bawa bukti transfer tsb ke hakim/jaksa dan kita akan dberi putusan denda aslinya brp klo dendanya kecil dbwh jumlah deposit yg kita setor di bri itu maka sisa uang akan dkembalikan. Klo denda lbh besar maka kita akan dminta nambah.

          Jd skrg e-tilang kita dkenakan deposit dulu ke rek bri gak enaknya adlh aparat polisi gak tau brp dendanya krn dputuskan hakim/jaksa jd polisi hanya bisa kasih catatan uang denda maksimum/batas atasnya utk jaga” aja dan kita dminta setor sejumlah tsb ke rek bri. Ini klo e-tilang.

          Klo blm kena e-tilang maka klo kena slip biru biasanya dkenakan denda lbh gede drpd slip merah yg menandakan kita bersalah dan tdk ikut persidangan jadi dendanya dbayarkan ke kepolisian baik saat kena razia di tkp atau ambil di kantor polisi yg melakukan razia itu dan denda dibayar di tempat tsb. Krn tdk melewati persidangan hakim maka denda slip biru bisa saja dputuskan brp besarannya oleh polisi.

          Maka dari itu klo kena razia minta slip merah aja tp memang polisi jg ribet klo dmintai slip merah makanya dlapangan polisi mudah banget kasih slip biru utk denda lbh besar yg dputuskan sepihak tanpa lewat hakim. Klo dpt slip merah kita akan ikut persidangan dan uang denda kemungkinan besar lbh kecil drpd slip biru.

          Slip biru urusannya lbh cpt selesai krn dhandle kepolisian tp denda dputuskan polisi makanya bisa lbh gede drpd slip merah yg diurus lbh lama 1 minggu kemudian di pengadilan tp kemungkinan denda oleh hakim jauh lbh kecil drpd slip biru oleh polisi.

          Tp tergantung jg jenis pelanggarannya ya bos. Klo gk bawa sim n stnk ya denda gk tunggal alias denda 2 pelanggaran.

          Ke depan tilang juga akan berhubungan dng sim. SIM kita nantinya akan memiliki basis poin tilang klo sampai batas maksimum poin kena tilang sim bisa hangus/dicabut…tp metode ini masih lama bos.

          Yang jelas klo msh pacaran berboncengan kena razia gk akan dimintai surat nikah bos..jd santai aja πŸ˜€

          Suka

          1. Ber arti langkah saya deposit 500ke bri tapi ga perlu ke polsek .. Langsung ke pengadilan tgl tertera gan? untuk ambil surat putusan hakim
            Soalnya penjelasan polisi cepet minta ampun gan
            Cuma jelasin bayar di bank bri ambil berkas di polsek gitu doang

            Suka

          2. tadi belum punya app nya gan..
            udah berlalu .. yang penting ngumpulin 500k dari mane ini buat deposit briπŸ˜…

            Suka

          1. App itu msh utk kepolisian bos. Kita rakyat pakeknya app POLISIKU utk pelaporan tindakan oknum polisi yg bikin masalah n aduan hal hal pelanggaran hukum umum semisal parkir sembarangan, ada oknum terima pungli dsb.

            Btw ni lama” saya ibarat korlantas polri neh dtanyain sampe gnian bos πŸ˜€

            Suka

    2. Wahaha ya maaf .. daripada trjerumus oknum polisi gan kapok dulu pernah
      Kantong pelajar Kya saya di sikat polisi, romadon masi jauh ud puasa duluanπŸ˜€

      Suka

      1. Silahkan catat nama polisi, tugas di area mana, klo bisa anda foto wajahnya atau plat kendaraan dinasnya dan kirim ke app POLISIKU bisa di download gratis di playstore.

        Anda akan dihubungi polisi jika laporan yg dikirimkan dianggap mencukupi. Oya ini app perlu akses geolocation, secara otomatis sudah mengirimkan nomor hp anda saat anda kirim laporan.

        Suka

        1. Sipp .. Semoga membantu..
          Conto kaya tadi mungin gan
          Plang peringatan pemeriksaan nempel pas di belakang mobil pemeriksaan harusnya kan ada jarak .. Tapi alasan polisi nya menyesuaikan tempat.. ya ud pasrah kalah banyak

          Suka

          1. Oh itu gak bisa bos…polisipun harus ikut aturan resmi papan tanda operasi harus ada dan diletakkan minimum 50m sblm tkp operasi dan dilarang melakukan operasi resmi di tikungan/belokan dimana papan razia tidak terlihat atau menimbulkan potensi kecelakaan dan kemacetan atau mengganggu pengendara kendaraan lain.

            Klo kepala polisi razia-nya masih ngotot minta tunjukin Surat Penugasan. Klo gak dkasih anda bisa foto lokasi tkp yg jelas yg menandakan prosedurnya salah dan kirim ke app POLISIKU. Klo pihak polisi yg merazia melarang anda, anda bisa minta penjelasan aturan pasal mana yg melarang warga mendokumentasikan kegiatan razia polisi atau apa kesalahan anda.

            Klo polisinya masih bandel anda bilang saja saat ini saya mau kirim laporan ke mabes polri via app POLISIKU. Ini hak masyarakat kalau dihalangi berarti polisi tsb melanggar hukum juga.

            Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s