Percuma Daftar BPJS Kesehatan Online!!

Saya akan meneruskan untuk menulis pengalaman saya mengurus BPJS Kesehatan keluarga yang pernah saya tulis di beberapa artikel sebelumnya di blog ini.

Sebenarnya mau tulis bulan lalu tapi karena ada peristiwa duka di keluarga saya, saya harus menunda untuk melanjutkan penulisan ini.

Jika anda baca satu per satu artikel tentang BPJS Kesehatan (BPJS-K) yang saya tulis di blog ini, anda akan pahami bahwa saya sudah mengikuti proses dari awal sampai akhir (awalnya saya pikir spt itu) dengan memulai dari daftar online, membayar bpjs di merchant indom*ret untuk 2 anggota BPJS-K, mencetak e-ID BPJS-K sendiri di warnet (cetak warna) dan bawa ke kantor BPJS-K untuk mendapatkan stempel cap resmi BPJS-K agar e-ID BPJS-K yang saya cetak dapat resmi digunakan.

Saya mendatangi kantor BPJS-K di kota saya seingat saya tanggal 22/23 Desember 2015 lalu untuk meminta cap/stempel BPJS-K di dua e-ID BPJS-K yang sudah saya siapkan sebelumnya. Memang kita yang sudah daftar bisa meminta print out gratis di kantor BPJS-K, tapi mereka tidak menyediakan dalam format cetakan color/berwarna melainkan hanya cetak tinta hitam dari printer dan buat saya ini agak menggangu untuk identitas kepesertaan BPJS-K mungkin ada pihak yang merasa kurang jelas saja dengan hasil cetakan hitam, jadi saya sudah mencetak e-ID BPJS-K di warnet dengan cetak warna agar hasilnya lebih jelas dilihat saja.

Singkat kata saya datang jam 08.40 WIB (yang ini saya ingat) dan langsung menuju meja paling kiri dimana disitu ada seorang staff laki (bapak) dan dia adalah satu-satunya staff laki di ruang pelayanan BPJS-K di kota saya. Total ada 3 staff (1 pria dan 2 wanita) tapi saat itu di ruang pelayanan hanya ada seorang staff pria dan seorang staff wanita (yang 1 wanita ada di ruangan dalam). Saya mendatangi mejanya, meletakkan dua berkas e-ID BPJS-K yang saya bawa dan saya mengatakan “Pak, saya minta cap stempel bpjs, ini cetakan e-id-nya”. Bapak ini tidak sedang melayani peserta bpjs lainnya, mejanya kosong tapi beliau tampak sedang membereskan berkas-berkas dan ketika saya mengatakan maksud tujuan saya bapak ini pun tidak melihat wajah saya. Sebelumnya saya sudah bbrp kali ke kantor BPJS-K di kota saya, dan untuk saya pribadi staff laki ini termasuk tipe banyak ngomong sehingga pekerjaannya lebih lambat / menyita waktu dibandingkan staff perempuan lainnya. Dari apa yang saya lihat sepertinya staff laki ini mungkin adalah ‘kepala’ bpjs setempat (mungkin). Saya sudah sering memperhatikan gerak gerik staff laki ini selama saya mengunjungi kantor BPJS-K, memperhatikan cara dia melayani peserta dengan kemampuan ngomongnya, daya rasionalnya dan cara dia menghargai peserta bpjs yang datang.

IMG_20151201_093249_staff_rese

Saya duduk di kursi tunggu di dalam ruang BPJS-K belum ada 10 detik dan bapak itu langsung memanggil “Mas, ini perlu apa ya?”. Saya berdiri dan menuju ke meja bapak ini dan berkata (lagi) “Pak, saya minta cap stempel bpjs, itu sudah saya cetak sendiri e-IDnya, bukti saya sudah bayar iuran pertama karena e-ID itu kan tidak bisa didownload dari internet kalau peserta belum bayar iuran pertama.” Saya lalu duduk di kursi di tempat ruang pelayanan bapak ini dan bapak ini bertanya “Ini cetak sendiri tidak disini ya mas?” Saya jawab “Ya pak, saya cetak di warnet, yang berwarna saja biar lebih jelas dilihatnya. Kalau dicetak disini kan yang tinta hitam pak.”

Bapak ini lalu cek data e-ID saya di komputernya dan melihat isian data pendaftaran yang saya lakukan dan berkata “Mas, info rekening bank-nya kosong ini belum diisi.” Saya jawab “Pak, saya sudah jelaskan itu ke staff perempuan lain di sebelah bapak dulu saat saya datang ke kantor ini bahwa itu bukan informasi mutlak karena bisa diisi kosong/blank bila memang peserta tidak memiliki rekening dari bank yang disertakan dalam pilihan pendaftaran karena saya pake rekening bank BCA. Dan setau saya orang boleh bayar dengan fasilitas elektronik apapun tidak perlu wajib punya rekening bank yang bekerjasama dng BPJS itu karena itu yang diberikan ke peserta BPJS-K kan virtual account, kan bisa bayar via indom*ret itu saya bayarnya dari merchant indom*ret pak, lalu saya cek di website bpjs sudah divalidasi pembayarannya makanya saya bisa cetak e-ID itu pak.”

Bapak ini bukannya menerima penjelasan saya yang singkat dan rasional tapi malah nambahi bumbu “Seharusnya diisi mas, biar mudah bayarnya.” Dan nambahi bumbu penyedap lagi “Mas daftarnya online ya? Belum isi berkas kepesertaan ini (dia nunjukin kertas berkas pendaftaran peserta manual/fisik)? Dan belum serahkan foto dan copy KK ke kantor BPJS-K disini mas?”
Saya jawab “Pak, saya ini warga yang berusaha ikut mensukseskan program bpjs, kalau sudah ada layanan daftar online, kenapa saya harus isi berkas itu juga? Seharusnya itu sistem bpjs kan sudah menyimpan data saya, dan jelas tidak mungkin data saya salah karena waktu input saja pake nomor KK dan data yang saya berikan sama dengan data KK dan KTP saya dan ibu saya (saya daftar BPJS-K untuk ibu saya dan diri saya dimana hanya 2 orang ini dalam KK kami). Kalau data salah kan juga tidak mungkin saya cetak e-ID BPJS-K itu? Dan pastilah pemerintah sudah punya data statistik dan kewarganegaraan warganya dari program E-KTP juga dan laen laen. Jadi kalau saya sekarang disini disuruh isi lagi dan bawa berkas fisik dan cetak foto lagi, lalu apa gunanya itu sistem daftar online? Kan ini gak lucu pak, kalau orang sudah daftar online, disuruh datang sekedar minta cap stempel resmi untuk validasi e-ID BPJS-K yang dicetaknya tapi malah diminta lagi suruh lengkapi berkas dengan dokumen fisik dan lembar foto asli juga? Dimana itu efisiensi yang namanya sistem online? Kalau gini ya sama juga bohong donk pak daftar online gak ada gunanya? Bapak kan cukup cross check data peserta online dan pasti BPJS-K pusat sudah ada data peserta yang daftar online. Kalo masih butuh berkas fisik dan lembar foto fisik ini mah sama saja penipuan daftar online!?”

Bapak ini menjawab (masih pake rada ngotot dari level suaranya) “Mas, ini tetap perlu bawa copy KK dan foto asli dicetak untuk melengkapi berkas anda dan ibu anda. Kan jaman sekarang orang sudah pinter mas maen online, pake handphone.” Disitu saya potong ucapan bapak ini saat mengatakan pintar online pake handphone “Lalu masalahnya dimana pak kalau warga sudah bisa daftar online? Kan yang dicari itu efisiensi waktu pak, saya yakin kok kalau 500 warga sehari harus daftar langsung di kantor bpjs, staff BPJS-K di tempat pun akan pingsan ngos”an kehabisan tenaga dan stress melayani calon peserta. Jadi tolong jangan salahkan warga yang daftar online pak, gak ada salahnya pintar online pak.”

Jujur saat saya mendengar itu saya sudah mulai emosi, mengapa saya jadi emosi? Karena dari awal saya menjelaskan maksud tujuan saya ke staff bapak ini, bapak ini memiliki karakter cara menjelaskan dan meminta data dengan sikap yang lebih menghakimi peserta (yang menurut saya beliau dari raut wajah, level suara dan cara memilih bahasa terkesan merendahkan peserta yang daftar BPJS-K online).

Wahai BPJS-K, saya sudah daftar online dari tanggal 1 Desember 2015, saya sudah 5x datang ke kantor BPJS-K, menunggu paling lama selama 2.5 jam untuk sebuah pertanyaan ringan ke staff BPJS-K dan dijawab kurang dari 5 menit dan itu belum menyelesaikan permasalahan e-ID BPJS-K dan sistem BPJS-K yang salah mendeteksi jumlah anggota dari nomor KK yang digunakan saat daftar. Total 5x kunjungan ke kantor BPJS-K saya sudah membuang waktu berharga untuk melayani pelanggan saya, saya sudah kehilangan duit, waktu, stress dan capek menunggu di kantor BPJS-K, dan kehilangan peluang dapat penghasilan 1.2jt dari pelanggan yang seharusnya saya layani di jam kerja saya. Dan semua itu ‘dibayar’ BPJS-K kantor cabang kota saya dengan cara kerja yang tidak sinkron antar staff dan masih memerlukan peserta yang daftar online datang bawa berkas fisik copy KK dan foto asli dicetak juga?

Kalau gtu caranya saya hanya bisa mengatakan “ANJING!”. Buat apa bikin sistem online kalo (mungkin) sekali tiap cabang kantor BPJS-K masih meminta berkas fisik? Saya jadi sangat amat ragu dengan sistem IT pemerintah indonesia, seharusnya pemerintah hanya punya satu sistem utama kependudukan yang digunakan untuk semua lembaga pemerintahan yang memerlukannya dan selalu terupdate!! Dan setau saya data kependudukan paling lengkap itu dari program e-KTP dimana tiap warga tidak hanya diminta data kelahiran, tempat tinggal dan sebagainya tapi juga data biometrik (retina mata, sidik jari). Masalahnya…e-ktp itu kena masalah korupsi kan? Saya sampe sekarang sudah 2 tahun menunggu e-ktp saya yang belum jadi juga!! Sudah tanya ke kecamatan sampe kantor catatan sipil belum ada tuh e-KTP milik saya, padahal saya sudah meluangkan waktu datang ke kecamatan untuk pendataan e-KTP!!

Sekarang tanggal 9 Januari 2016, saya menuliskan kisah ini dan saya bersikukuh untuk tidak akan datang ke kantor BPJS-K untuk menyerahkan copy KK dan lembar cetak foto asli karena itu sama juga buang duit baru untuk cetak sedangkan saya sudah mendaftar online dan 4x kedatangan saya sebelumnya saya sudah 2x membawa KK asli dan KTP dan bukti daftar online lengkap di laptop saya yang saya tunjukan ke staff perempuan di kantor BPJS-K. Dan saya sudah jelaskan tetek bengek dari awal daftar online maksud tujuan saya datang setiap kali ke kantor BPJS-K adalah hal yang sama ke setiap staff perempuan disitu juga ke staff bapak ini. Kan gak lucu, saya sudah jelaskan hal serupa sebelumnya ke dua staff perempuan di pertemuan sebelumnya tapi hanya staff bapak ini yang punya sikap berbeda? Kalau memang dibutuhkan syarat berkas fisik walo sudah daftar online seharusnya kan staff perempuan ini sudah memintanya dari awal saya datang dan menjelaskan maksud tujuan saya?? Jadi tidak ada sinkronisasi sikap pelayanan dan pendataan peserta BPJS-K di kantor BPJS-K di kota saya!

BUAT APA DAFTAR ONLINE YANG SUDAH JELAS PAKE DATA REAL KK DAN DI DAPAT DARI PEMERINTAH DAN ORANG SUDAH JELAS HADIR DI KANTOR BPJS UNTUK MINTA CAP STEMPEL RESMI BAWA E-ID RESMI YANG DIRILIS OLEH BPJS-K ONLINE TAPI PESERTA MASIH DIMINTA BAWA COPY KK DAN CETAK FOTO JUGA?

TOLONG DEH MIKIR ITU RASIONALITAS SISTEMNYA DIMANA??

DAFTAR ONLINE ITU EFISIENSI, PERCUMA DAFTAR ONLINE KALAU ORANG MASIH PERLU DATANG KE KANTOR BPJS-K UNTUK MINTA CAP STEMPEL BPJS-K RESMI PLUS BUKAN DIMENGERTI TAPI DI-OCEHIN?

JANGAN MERENDAHKAN WARGA YANG MAKIN MELEK SISTEM ONLINE, KARENA MELEK INTERNET JUGA BAGIAN DARI PROGRAM PEMERINTAH (MENKOMINFO).

PERBAIKI MENTALITAS DAN RASIONALITAS STAFF BPJS-K PLUS SISTEM PENDATAAN DAN PENDAFTARAN CALON PESERTA BUKAN MALAH MENUTUPI BAU BANGKAINYA DAN MENYALAHKAN PESERTANYA!!

Sekarang mari ditunggu saja, berapa abad yang namanya kartu fisik kepesertaan BPJS-K akan dapat dimiliki (diberikan) ke peserta BPJS-K sejak saya dan peserta laen di kota saya hanya mendapat bentuk legalitas dalam secarik kertas yang disebut e-ID BPJS-K.

Saya rasa pemerintah benar-benar belum paham makna EFISIENSI SISTEM dan PAPERLESS SISTEM!

Pak presiden republik indonesia, mau tanya…e-KTP saya yang sudah 2 tahun saya menunggu nasibnya bagaimana ya!? Mungkin bisa di cross check ke mendagri pak?

Matursuwun…

Iklan

9 thoughts on “Percuma Daftar BPJS Kesehatan Online!!

  1. Makasih infonya mas, jadi tahu sekarang ternyata harus ada stempel dulu baru bisa dipakai yah.

    Ampir aja cetak sendiri terus laminating, karena saya dapet info dari tetangga yang membantu daftarin ternyata harus cetak sendiri kartunya bukan ambil di kantor bpjs

    Suka

    1. Terima kasih sudah mampir dan membaca artikel ini. Senang bisa berguna utk anda.

      1. Yg dcetak sendiri adalah E-ID BPJS ya…hanya selembar kertas. Kalau yg kartu fisik bpjs yg spt kartu atm itu memang peserta ambil sendiri di kantor bpjsnya dng catatan stok kartu fisik tersedia.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Oh begitu ya mas, makasih pencerahannya, saya jadi ngerti sekarang & ga ragu lagi pas dibilang nanti kartunya cuma selembar kertas ternyata memang itu e-id ya bukan yg kartu fisik selama ini saya suka liat

        Suka

        1. Yup… selama e-id ada cap bpjs resmi itu sah asal dbuatnya benar dkantor bpjs/online dan bukan via calo. Bbrp area ada calo mrk sedia data bpjs aspal jd hati”.

          Tanyakan k kantor bpjs kapan kartu fisik bpjs tersedia lg.

          Salam.

          Suka

          1. Oke mas makasih, nanti kalau udah bayar (tgl 4 Feb) saya coba datang ke kantor bpjs deh siapa tau ada kartu fisiknya, kalau ga ada ya pilih cetak sendiri kayanya soalnya mau daftarin bayi juga ni

            Suka

  2. Saya baru saja daftar online dan baru selesai memcetak e-id nya.berhubung saya takut ada salah2 jadi saya mampir ke blok ini.
    Jadi lembaran kertas bpjs ini harus saya bawa k kantor bpjs ya mas?agar bisa di cetak kartu dan dapat di gunakan.
    Tapi setelah baca artikel ini ko saya jadi hawatir mengalami hal yang serupa.

    Suka

    1. Halo selamat siang mila,

      1. Ini adalah pengalaman saya pribadi dmn saya urus bpjs via online dr awal – akhir. Tjd di kota saya. Saya tidak menekankan bahwa hal ini adalah prosedur standard yg juga berlaku sama di kantor bpjs kota lainnya.

      Saat selesai daftar ol kan dpt nomor virtual account, itu lalu anda bayarkan iuran pertamanya dulu, lalu balik lg akses link akun bpjs tsb yg anda dptkan dr email balasan bpjs saat selesai mendaftar. Nah link itu nantinya akan menampilkan info baru yaitu info kartu e-bpjs anda. Nah anda download itu dan cetak sendiri boleh hitam/warna lalu bawa k kantor bpjs utk dpt pengesahan e-id bpjs yg anda tsb dmn petugas bpjs akan memberi stempel resmi bpjs barulah kartu tsb dianggap sah utk dgunakan.

      Anda jg bisa hanya dtg k kantor bpjs dng membawa ktp,kk,print virtual akun utk dicetakkan kartu bpjs langsung di kantor bpjs. Tp ini cetak kartu bpjs tergantung ketersediaan pvc card bpjsnya klo gk ada ya sama spt saya anda sementara akan pakai e-id bpjs saja.

      Oya ada peraturan paksa baru soal bpjs dr pemerintah. Sedang saya tulis blm diposting live dblog saya. Silahkan mampir lg bbrp hr lg ya.

      Salam.

      Suka

    1. Halo, salam kenal.
      Mungkin ada baiknya dibaca dulu semua tulisan ttg bpjs di blog saya ini agar lebih jelas 🙂

      1. Saya daftar OL. Di kantor bpjs cabang saya tidak ada stok kartu fisik, semua peserta bpjs baik daftar online/dtg langsung dapatnya E-ID BPJS hanya cetak di selembar kertas.
      2. Kantor BPJS memberikan e-id bpjs dalam cetakan tinta hitam di kantornya utk semua peserta bpjs, saya cetak sendiri d warnet dng tinta warna agar lbh jelas. Kantor BPJS tidak menyediakan cetakan dalam bentuk tinta warna (sptnya mrk sangat irit). Tp di informasi yg tersedia warna tinta hitam/warna sama saja sah bisa digunakan selama ada no.4 di bawah ini.
      3. Semua E-ID BPJS tidak dapat digunakan apabila tidak diberi cap stempel dari kantor bpjs tempat dimana peserta terdaftar.
      4. Jika dibaca semua artikel bpjs saya di blog ini akan lebih jelas maksudnya mengapa saya bolak balik ke kantor bpjs sejak mulai 1 Desember 2015 daftar bpjs online.

      Semoga jelas ya mas?

      Salam.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s