Mati Suri Suzuki Indonesia, Skakmat?

Saya sebenarnya sudah sejak tahun lalu ingin menulis ini, tapi baru teringat lagi dan mood hari ini. Sebenarnya tulisan kali ini dimulai dari pengalaman saya sendiri yang melewati beberapa kota dalam perjalanan liburan saya menggunakan motor.

Dimulai sejak tahun lalu ketika saya memutuskan menjajal oli castrol power 1 gold di jupiter z1 milik saya dengan mengunjungi pangandaran secara mendadak. Saya melewati beberapa kota sepanjang perjalanan, diantaranya: banjarnegara hingga klampok, masuk ke cilacap sampe hutan di jeruk legi, tembus keluar di perbatasan jateng – jabar di jembatan citandeuy alias panci mas dan masuk ke pangandaran.

Tentu sepanjang perjalanan saya melirik ke arah depan, tempat-tempat yang bisa jadi acuan petunjuk jalan hingga kendaraan yang saya temui dari arah berlawanan. Awalnya sih gak ngeh…tapi lama-lama kok ya jadi pikiran juga sepanjang jalan.

Memasuki wilayah banjarnegara, saya masih bisa menemukan motor produsen jepang: honda, yamaha, suzuki, kawasaki dengan jumlah terbanyak di jalanan adalah honda dan yamaha dikuasai oleh motor bebek dan matic mereka. Selain itu suzuki pun masih bisa ditemui dengan mudah dengan kehadiran satria 150-nya dan suzuki thunder, dan kawasaki dengan produk ninja-nya.

Masuk area rs elisabeth klampok sampai memasuki cilacap saya pun masih diberikan pemandangan motor honda dan yamaha, di area cilacap motor suzuki tipe bebek lebih mudah muncul di jalanan dibandingkan saat di banjarnegara sedangkan kawasaki masih berkuasa dengan motor sport ninjanya.

Pemandangan mulai makin monoton setelah keluar dari cilacap hingga pangandaran, disinilah terlihat dua produsen motor jepang adu kekuatan di jalan raya, ya tidak lain mereka adalah Honda dan Yamaha. Bisa dipastikan honda-lah juaranya di jalan raya, mata saya lebih sering melihat merek honda lalu disambut dengan yamaha. Honda dengan motor bebeknya, skutiknya masih menunjukkan taji-nya, khususnya bebek dan skutik mereka sangat amat mudah memenuhi jalanan, sedangkan yamaha menguntit di posisi kedua dengan kekuatan matic dan sport-nya..ya sangat mudah menemukan yamaha mio dan turunannya di jalan raya didampingi dengan vixion dan sampai pangandaran saya sangat jarang melihat merek suzuki dan kawasaki tapi yang lebih jarang sih kawasaki sedangkan suzuki masih ada beberapa yang nongol walau saya hitung itupun cuma 4 motor bebek lawas mereka.

Saya ingat ketika saya berhenti 20m kiri jalan sebelum jembatan panci mas waktu menunjukkan pukul 11 siang dan saya tidak mendapatkan satupun sinyal 3G dari telkomsel/xl/indosat di hape saya, hal ini pun juga jadi kendala 100% no 3G ketika memasuki hutan jati di jeruk legi!

Mulai melewati jembatan panci mas sampai kalipucang pangandaran, saya tidak lagi melihat satupun produk suzuki tipe apapun! Cuma ada honda dan yamaha dengan kategori motor bebek dan skutik terbanyak dikuasai honda.

Sampai di rumah sahabat saya di pangandaran saya cerita tentang yang saya lihat di jalan, dan sahabat saya cuma memaklumi saja. Di pangandaran orang lebih milih motor yang suku cadang mudah dicari, plus bensin irit. Saya sempat melihat sebuah dealer dan bengkel kawasaki di pangandaran tapi sudah ditutup alias tidak beroperasional lagi, saya tidak melihat satupun bengkel suzuki disana. Tapi ini tidak terjadi untuk honda dan yamaha, tapi lebih mudah menemukan bengkel dan dealer yamaha di sana.

Memang sih kawasaki sudah memutuskan tidak memproduksi motor bebek lagi mereka akan fokus di motor sport untuk di Indonesia, dan lagipula kawasaki terhitung lebih jarang produksi motor bebek dibandingkan suzuki selama di indonesia tapi faktanya juga produk bebek suzuki pun juga sangat jarang ditemukan di jalan raya. Terakhir kalau saya tidak salah kawasaki mengeluarkan bebek athlete dan suzuki dengan bebek xxxxx, pun kedua tipe ini masih langka di sepanjang jalan yang saya lalui. Paling juga bebek suzuki lawas spt shogun dan titan yang masih ada di jalanan, sedangkan kawasaki athlete itupun saya lihat di banjarnegara saja.

Sepanjang perjalanan ke pangandaran untuk kategori motor bebek honda masih juaranya, sangat lebih mudah menemukannya dibandingkan bebek yamaha. Bebek honda yang saya temui pun masih terbilang variatif dari produk Honda legend, honda kharisma, hingga astrea grand, supra, revo, blade 125. Sedangkan bebek yamaha yang muncul di mata saya adalah vega, force 1, jupiter z1, jupiter mx 135, f1zr. Untuk kategori skutik honda masih memenuhi pandangan mata saya semua kategori skutik reguler honda sangat amat mudah ditemui di jalan raya, sedangkan skutik reguler yamaha paling sering nongol adalah mio lawas (karburator), mio fi dan turunannya 110cc semua, skutik yamaha diatas 110cc saya tidak melihat satupun. Untuk kategori motor laki paling mudah ditemui di jalanan adalah vixion, disambung dengan mega pro dan verza terakhir adalah ninja 150 dan ninja 250.

Dari apa yang saya lihat, saya merasa orang sepanjang jalan yang saya lalui memilih motor utamanya karena alasan: dealer dan bengkel resmi, kedua adalah irit bbm dan suku cadang. Saya tidak pungkiri, dealer dan bengkel suzuki terbilang lebih susah ditemukan dibandingkan dealer dan bengkel kawasaki, sedangkan sepanjang jalanan tsb bengkel dan dealer honda lebih mudah ditemukan dalam jarak yang tidak terlalu jauh dilanjutkan dengan kehadiran dari yamaha.

Tapi ketika sampai di pangandaran sore harinya di seputaran bundaran pos polisi, si kawasaki dengan ninja-nya mulai nongol ditunggani anak muda berbarengan dengan si vixion. Beberapa cbr 150 masih bisa dijumpai juga sore itu.

Saya jujur heran kenapa ya susah sekali menemukan produk motor suzuki di jalan raya, khususnya yang tipe terbaru selain satria 150 yang jadi pemasukan terbesar kategori non sport laki di Indonesia. Kawasaki masih bertahan hidup dengan penjualan kategori sport ninja-nya yang jadi sumber pemasukan utama mereka di indonesia. Sedangkan honda dan yamaha bisa dikatakan seimbang di semua lini, tapi honda lebih bertaji di kategori non sport sedangkan untuk motor laki sport yamaha lebih disukai karena performa mesin dan bentuk motor yang oke.

Saya kepikiran nasib suzuki indonesia kedepannya, mau spt apa langkah mereka? Jualan bebek juga gak ngefek lagi, bertahan dengan satria 150 dan 115 juga kurang powerful untuk kemajuan perusahaan, jualan kategori motor laki juga kurang bisa untuk melawan honda, yamaha dan kawasaki, jualan skutik juga mentoknya di tipe address saja yang juga masih susah melawan honda dan yamaha. Jadi sebenarnya suzuki mau lebih fokus melangkah di kategori mana sih? Kalau kawasaki oke-lah mereka sudah meninggalkan kategori bebek tidak produksi motor bebek baru lagi mentok mempertahankan suku cadang utk bebek lama mereka saja, dan mrk fokus di jualan kategori sport dan terbukti laris di indonesia buktinya kawasaki dng fokus di motor laki sport berhasil membawa mereka naik ke tangga ke-3 raja motor di Indonesia (pabrikan jepang) mengalahkan suzuki di tempat sebelumnya.

Menurut pendapat saya, langkah kawasaki yang tidak lagi jualan motor bebek merupakan langkah yang tepat, melakukan efisiensi dan fokus ke jenis motor sport akan membawa hasil yang lebih baik. Kawasaki tahu sulit mendapatkan porsi kategori bebek karena dua ini dikuasai honda dan yamaha, tapi masih ada celah di motor laki sport karena brand ninja 150 sudah sejak lama menjadi batu sandungan motor sport laki honda dan yamaha di Indonesia karena kualitasnya yang emang top abis dan legendaris.

Melihat persaingan motor laki sport, saya rasa kedepannya akan menarik diantara honda, yamaha dan kawasaki. Walau saya lihat kawasaki tidak mengincar posisi dua, tapi kawasaki sekali muncul bisa bikin honda dan yamaha geleng-geleng kepala, tau-tau kawasaki bisa mengeluarkan produk baru yang diincar kalangan yang punya antusias di kategori motor laki sport. Memang sih jatahnya tidak begitu besar, tapi tetap punya pengaruh ke penjualan motor sport laki honda dan yamaha. Sedangkan suzuki, mau bertahan dng ayago satria? weleh weleh weleh… saya rasa porsi ayago mereka akan segera dibabat abis karena honda sudah menetaskan sonic 150 dan yamaha dengan mx king 150-nya, bisa dikatakan porsi 150cc ayago suzuki sebentar lagi tinggal nama saja. Nah kalau bebek ayago 150 sudah bukan dikuasai suzuki lagi, trus suzuki mau fokus ke apa, matic? Suzuki matic address dibuat di indonesia dan di ekspor ke eropa, embel-embel eksport ke eropa pun masih belum bisa menyakinkan calon pengguna di Indonesia saya rasa sulit untuk menjadikan address sebagai salah satu pemasukan pendamping ayago satria 150, sedangkan untuk adiknya si satria 115 saya rasa juga masih sulit untuk memberikan pemasukan karena estimasi pengguna yang merasa tanggung untuk sebuah motor ayago 150 dikecilkan menjadi 115 berasa gak wow banget. Toh di kelas 115cc sudah ada jupiter z1 injeksi yg masih berkuasa di kategori ini, dan kategori 115cc bebek sebenarnya sudah hampir kempes karena pengguna sudah bisa melihat bebek 125cc lebih mampu memberikan performa yang lebih baik dibandingkan 115cc dengan perbedaan harga motor yang tidak terlalu signifikan.

Saya masih ingat loh dulu jaman motor sport laki 150cc dipegang suzuki RGR, beeuh di jaman 90-an itu rgr jadi incaran banyak orang, bak dianggap motor sport jalanan edisi terbatas saja karena tidak banyak orang yang sanggup membelinya tapi karena terlihat menarik pake fairing plus embel” 150cc dan racing jadi bikin orang penasaran untuk mencoba dan memilikinya, tapi langkah itu dimatikan tidak lama dengan hadirnya yamaha rzr dan honda nsr.

Saya bingung melihat perkembangan suzuki indonesia, ibarat mati suri, melangkah pun berat, gak melangkah pun bingung mo gimana lagi. Tahun 2016 tinggal hitungan hari lagi, bila tidak ada produk wow terbaru dari suzuki mungkin posisi ke-4 bisa diambil si Bajaj yang sudah bekerjasama dengan kawasaki, why not?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s