Parahnya Sistem Administrasi Kartu Keluarga WNI

Saya kasih contoh lain betapa ‘HEBATNYA’ mengurus administrasi kewarganegaraan di Indonesia. Kejadian ini benar-benar saya alami sendiri di tahun 2015 ini sekitar bulan april, karena saya yang ditugaskan untuk membantu mengurus pengubahan KK dan surat pindah domisili untuk adik saya keluar kota ikut suaminya.

Saya datang ke kelurahan jam 7.45, di dalam belum ada satupun PNS yang ada hanya seorang pemuda petugas kebersihan. Saya utarakan keperluan saya bahwa saya perlu cap stempel kelurahan untuk membuat KK baru karena adik saya akan ikut KK yang baru bertempat tinggal dng suaminya jadi otomatis di KK keluarga saya adik saya sudah tidak lagi tercatat bersama kami. Si pemuda ini mengatakan pak kepala desanya belum datang, ok saya tunggu..sampe jam 8.10 TIDAK ADA SATUPUN PNS YANG DATANG!! Lalu saya bilang ke pemuda itu saya butuh stempel untuk urus KK baru apa bisa dibantu? Pemuda ini pun membantu saya, dengan santai (tampak sudah terbiasa) mencari stempel sementara saya isi formulir dan menyerahkan pas foto adik saya. Hebatnya adalah pemuda ini yang memeriksa formulir yang saya isi dan memberi capnya tanpa disetujui oleh kepala desa yang belum hadir disitu. Saya pun memberi sumbangan 5rb ke kas desa, lalu saya langsung ke kecamatan untuk daftar KK baru, sampe kecamatan beres lalu diminta datang esok hari. Esoknya saya datang, petugas wanita di loket kecamatan mengatakan bahwa KK saya belum jadi karena PC komputernya rusak, saya tanya butuh brp lama komputernya beres? Dia menjawab coba minggu depan mas kesini ambil KK. Ok, minggu depannya saya datang lagi ke kecamatan dan ternyata PC komputernya belum jadi sehingga KK saya belum sempat diurus. Pikir saya, wow hebat banget ya rusaknya sampe seminggu saja belum beres? Lebih hebat lagi siapa sih staff IT PNS di kecamatan/pemda kota ini sampe butuh 1 minggu dan itu PC masih saja ‘nganggur’? Sehebat itukah rusaknya? Pikir saya..canggih benar rusaknya ya, saya yang sudah pernah urus pc dari hardware sampe software sampe cari file di hardisk yang sudah dformat abis aja paling sehari kelar, lah itu pc kecamatan sampe 1 minggu belum beres? Saya sudah kesal sebenarnya tapi demi KK baru dan bantu adik saya, saya berusaha sabar, saya tanyakan “Trus gimana nih bu saya butuh KK itu scptnya! Ibu itu menjawab mas langsung saja ke catatan sipil ini saya bawakan catatan untuk dibuatkan KK disana.” Saya tanya lagi “Emang bisa bu bikin KK langsung ke catpil?” Ibu PNS ini menjawab “Bisa mas.” Dalam hati saya makin sewot… bener-bener TAI! Kenapa gak dari seminggu lalu aja kasih tau klo tau staff ITnya itu bego gak bisa beresin pc rusak sampe seminggu!

Akhirnya saya cabut menuju Kantor Catatan Sipil, sampe ditempat bener-bener padat rame ngantri sudah panas ngantri capek begitu tiba giliran saya petugas bagian pendaftaran KK hanya menerima dokumen dan KK dari saya dan mengatakan “Mas datang kesini besok untuk ambil KK-nya”. Lalu saya menuju kasir, saya tanya ke ibu kasirnya “Bayar berapa bu?”, si ibu ini menjawab “Tidak bayar mas, gratis mas.” Dan saya diberi kertas untuk pengambilan KK esok hari. Esok hari saya sudah tiba dari jam 7, dan sudah mulai rame penduduk mendatangi kantor catatan sipil. Tiba giliran saya, kembali ke bagian KK “Mbak saya mo ambil KK, ini saya bawa kertas kasirnya”, mbak ini menjawab “Mas sudah coba ke kecamatan dulu? Mungkin KKnya sudah disana?”. Saya sudah mulai terpancing emosi tuh… saya jawab “Kan kemarin anda yang minta saya datang kesini ambil KK, klo emang prosesnya KK diserahkan ke kecamatan ya saya akan langsung kesana tho mbak!”. Ngobrol sana sini dan akhirnya saya dminta pergi ke kecamatan, sampe kecamatan saya utarakan semuanya mo ambil KK, ini nomornya dan blablabla petugas perempuan biasanya di kecamatan menjawab “KK-nya tidak disini mas, kalau sudah diserahkan di cat sipil ambil disana juga kok mas!”. Oalah…anjing anjing…

Saya balik ke kantor cat.sipil, langsung aja serobot antrian dan ketemu mbaknya di daftar KK “Mbak, saya barusan dari kecamatan, KK saya gak ada disana, trus gimana?”. Mbak ini minta saya ke meja bagian pengambilan dokumen, saya serahkan kartu kasirnya (isinya nomor pengambilan) dan KK pun diterima.

Setelah KK diterima, saya kembali ke kelurahan dng maksud memberi copy KK baru. Saya sampai jam 11-an dan di tkp saya TIDAK MENEMUKAN SATUPUN PNS STAFF KELURAHAN! Hebat kan? Bahkan kades-nya pun gak nongol! Cuma ada si pemuda petugas kebersihan lagi aja di tempat! Wah hebat banget…dapat gaji buta untuk kerjaan santai gtu padahal gak ada agenda dinas luar loh!

Sekarang sudah mulai digulirkan dana desa, mungkin dengan adanya dana desa itu para oknum kepala desa jadi lebih betah di kantor dinasnya x ya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s