Token Listrik Pra Bayar PLN Kini Kena Biaya Administrasi!

Dari judulnya sudah rame ya? Ya, kali ini saya akan menuliskan sesuatu yang baru saja saya lihat beberapa menit lalu.

Seperti kita ketahui, sudah beberapa tahun belakangan terakhir ini PLN sudah mulai menggunakan sistem meteran berbasis pra-bayar yang artinya adalah untuk dapat menggunakan aliran listrik di rumah anda melalui fasilitas jaringan PLN anda dapat membeli vocer pulsa listrik dan mengisinya ke fasilitas meteran pra-bayar yang terpasang di instalasi listrik rumah anda.

Sistemnya sama saja dengan kita membeli pulsa telepon pra-bayar, anda dapat serial token/number dan digunakan untuk mengcovert menjadi sejumlah nilai pulsa yang dapat anda gunakan.

Kebetulan di salah satu rumah keluarga saya (dan apesnya juga rumah kontrakan adik saya yang baru saja dihuni sebulanan) menggunakan meteran listrik pln pra bayar berdaya 900watt, sedangkan rumah lama dari 1989 masih pake yg paska bayar. Dulu saya beberapa kali membeli token pulsa listrik ke cabang mini market terdekat, biasanya sih di Indom*r*t (krn lebih dekat) kadang juga di konter hape biasa. Nah biasanya sih beli dimana saja baik di konter hape atopun minimarket sampe saya pernah beli via online pun harga yang dibayarkan kita merupakan harga yang sama dengan jumlah nominal yang dibeli.


Lalu apa hubungannya dengan judul artikel ini? Jadi begini, sekitar 10 menit lalu saya baru saja belanja di Indom*r*t, pas menuju pintu masuk saya melihat ada pengumuman yang dirilis oleh PLN dan Indom*r*t (saya asumsikan begitu karena terpampang dua logo perusahaan itu) terpasang di salah satu kaca minimarketnya. Jujur saya kaget melihat dan membaca pengumuman itu, karena bertuliskan..

IMG_20151026_235017

” PEMBERITAHUAN. MULAI TANGGAL 1 OKTOBER 2015, SETIAP TRANSAKSI DIKENAKAN BIAYA ADMINISTRASI Rp.2.000 (Diluar Nominal Token) “

Pengumuman itu ditujukan untuk nominal token pulsa listrik pra bayar dari nominal 20rb – 50rb – 100rb – 200rb – 500rb – 1jt. Dan pengumuman ini dirilis atas dasar Surat Pemberitahuan resmi PLN No.4127/KEU.00.01/KDIVBDH/2015.

Saya jelas kaget, karena disitu tertulis mulai dari tanggal 1 Oktober tapi infonya baru saya lihat hari ini tanggal 27/10/2015 padahal tiga hari lalu saya ke cabang Indom*r*t yang terdekat dari rumah saya (150m) yang pake meteran pra bayar saya belum lihat pengumuman ini, sedangkan pengumuman ini baru saya lihat di cabang Indom*r*t lain yang berjarak 1km dari rumah saya. Info saja, dalam jarak 1km di area ini ada 3 cabang Indom*r*t, gila gak tuh!?

Dalam pengumuman itu tidak dijelaskan apa alasan dikenakan biaya administrasi, hanya ditulis Berdasar Surat Pemberitahuan resmi PLN No.4127/KEU.00.01/KDIVBDH/2015. Kan bego juga nih yang membuat pengumuman ini kenapa gak sampe dijelaskan apa isi surat itu sehingga membuat masyarakat dikenakan biaya administrasi untuk pembelian token listrik pra bayar, ciut nyalinya x!

Beberapa hari terakhir ini saya baca di website merdeka, beberapa artikel menulis tentang masyarakat yang lebih merasa dirugikan dengan ‘terpaksa’ menggunakan meteran pra bayar. Saya baca ada tuh orang tinggal di apartemen padahal pemakaian hanya tv dan lampu saja sebulan kena 500rb, klo kulkas nyala 24jam kena 800rb, uedan gila tenan! Sedangkan di rumah keluarga saya yang masih pake meteran paska bayar (rumah keluarga saya yang berdiri sejak 1989 – watt saat ini 1300) dalam sebulan kulkas nyala penuh 24 jam, juga lihat tv, pake mesin cuci (setiap hari), nyalain lampu 6-7bh, ngecharge hape + powerbank + laptop semua pemakaian itu tidak lebih dari 100 ribu per bulan, bahkan saya masih punya nota pembayaran listrik-nya bulan lalu! Memang sih saya tau ada perbedaan antara listrik pelanggan rumahan dengan kalangan berbasis apartemen dan rumah mewah, tapi klo sampe selisihnya 400 ribu dari yang dialami orang yang dimuat di artikel di merdeka.com itu ya jadi pertanyaan banget kan bagaimana hitungan pln!?

Saya ingin ajukan protes ke PLN, bahwa listrik itu adalah energi vital. Saya tau bahwa sebenarnya energi di bumi ini gratis, yang menjadi pertanyaan mengapa masyarakat dikenakan biaya penggunaan energi adalah karena energi dikelola oleh perusahaan dan perusahaan membuat jaringan instalasi hingga dapat sampai ke tempat masyarakat dan selain itu ada biaya operasional untuk instalasi tersebut…yayaya..saya paham soal itu, tapi yang belum dijelaskan PLN adalah apa isi Surat Pemberitahuan resmi PLN No.4127/KEU.00.01/KDIVBDH/2015 sehingga memberi beban 2rb ke masyarakat pengguna meteran pra bayar?

Saya paham disisi lain penggunaan meteran pra bayar itu memang untuk efisiensi di lapangan, memang tidak efisien memberi tugas kepada petugas pencatat meteran untuk mencatat tiap bulan apalagi jaringan pln tentu tidak sedikit, maka perlu diseimbangkan dengan sistem pra bayar dan ini berarti mengurangi ongkos beban penggajian untuk orang lapangan si pencatat meteran bulanan itu, berarti kan PLN sudah ada efisiensi tuh? Nah yang jadi pertanyaan bagi saya dan masyarakat lainnya adalah “Mengapa terdapat perbedaan yang aneh antara meteran paska bayar dengan meteran pra bayar?” Keanehannya macam”, dan jujur saya rasakan menggunakan meteran paska bayar jauh lebih baik dibandingkan pra bayar! Inipun rumah kami pake pra bayar karena sudah terpaksa dari sononya rumah ini hanya tersedia meteran pra bayar dari PLN, setiap kali datang ke kantor PLN minta ganti ke meteran paska bayar selalu saja jawabannya berupa ‘penolakan’.

Memang disisi lain penggunaan sistem meteran paska bayar itu lebih rawan tindak kecurangan, baik dari sisi pelanggan dan petugas pencatat meterannya apalagi tipe paska bayar masih berupa sistem non digital. Mungkin kalau meteran paska bayar dibuat sistem digital non token yang diprogram hanya mencatat (dan melihat) besaran jumlah pemakaian per bulan bisa jadi salah satu solusinya dimana tentu susah diakali karena pelanggan punya record penggunaan di meterannya, dan petugas tinggal pencet tombol untuk melihat recordnya juga, dan setiap bulan saat pembayaran tinggal di cross check di kantor pembayaran listrik benar tidak jumlah pemakaiannya dari catatan pelanggan dan si pencatat meteran, kalau ada kesalahan kan mudah dilacak di sistem pencatat meteran digital paska bayarnya!

Saya gak ngerti kenapa ya listrik sampe dikenakan ‘pajak’ yang disebut biaya administrasi, apapun namanya itu juga sebuah ‘pajak’ tambahan untuk pelanggan!

Saya jadi sering mempertanyakan sistem pra bayar di Indonesia, mengapa kita diberikan biaya administrasi yang menurut saya berlebihan? Ini ibarat proses produksi di sebuah pabrik bisa sampe ke tangan end user harus melalui serangkaian jalan. Ibarat MLM, kita potong jalur distribusi sehingga menghemat biaya operasional, ini bisa diterapkan di industri manapun sebenarnya khususnya yang berbasis digital karena kita sebenarnya hanya converting antara nilai rupiah ke nilai data dan tidak ada barang yang diperjual belikan langsung dan tentu biaya ongkos ‘kirim’ tidak ada pula!

Saya menyarankan kepada pihak pemerintah, khususnya kementrian ESDM, mbok ya dikurangi jalur distribusi dan biaya lintas data untuk semua produk digital pra bayar: pulsa telpon lah, token listrik lah, dsb.

Ibaratnya: Data Center <–> Server <–> Request <–> End User.

Saya pernah beberapa kali membeli token listrik pra bayar via e-banking bca sebelum 1 Oktober 2015, dulu ya sama juga spt lainnya gak kena administrasi langsung setiap transaksi pembelian token, ya harapan saya sih semoga e-banking masih tetap normal gak memberi biaya administrasi ke buyer dan untuk satu ini akan saya coba beli dalam 10 harian mendatang di e-banking bca (karena pulsa pra bayar rumah saya masih ada 24Kwh – blm waktunya isi ulang lah). Beli token listrik 24 jam bebas biaya admin bisa kok, cobain deh beli disini.

Sebenarnya menurut saya soal pra bayar ini memang niatnya baik, yang tidak baik menurut saya adalah bilamana dikenakan ‘tarikan’ yang berlebihan bahkan bisa mendekati 50% dari jumlah nominal yang akan dibeli, saya tidak menolak bila dikenakan ‘tarikan’ sejumlah nominal tertentu karena saya paham bahwa dalam dunia digital selalu ada ongkos dari sebuah transaksi data karena perusahaan semacam itu bukanlah perusahaan berbasis sosial, perusahaan tersebut jelas wajar lah bilamana mencari untung untuk kebutuhan operasional/kelangsungan perusahaan. Namun saya berharap soal biaya transmisi data bisa diminimalisasikan, cari untung silahkan tapi ya sewajarnya lah.

Solusi sementara untuk saat ini dalam mendapatkan token listrik pra bayar adalah:

1. Beli via ATM atau E-Banking, saya yakin deh sampai detik saya merilis artikel ini, masih ada beberapa bank yang belum membebankan biaya khusus untuk pembelian token listrik pra bayar.

2. Beli via aplikasi smartphone, saya kebetulan masih pake android dan sudah setahun lebih saya pakai satu aplikasi dari perusahaan lokal di Bandung yang jualan pulsa telpon/listrik, bayar tiket, dsb. Anda bisa cari aplikasi seputar isi/beli pulsa di google playstore.

3. Hindari Indom*r*t dalam berbelanja token listrik pra bayar! Saya belum cek di minimarket lainnya, klo ada juga spt Alf*m*rt ya hindari beli disitu juga lah!

4. Langkah ke-empat adalah mari kita rame-rame ngetwit ke Jokowi + Mentri ESDM + PLN agar tau diri ambil untungnya! Masa 2rb sekali transaksi!

5. Langkah terakhir adalah mari kita mulai rekayasa cahaya alami untuk penerangan hingga membuat instalasi listrik sederhana berbasis sumber alam (bisa dari aliran sungai+dinamo) dsb. Salah satu yang menarik adalah dengan modal botol minuman transparan berisi Pemutih pakaian + Air dan kita jemur saat matahari bersinar dan dapat me”nampung” sinar untuk pencahayaan. Silahkan cari di youtube untuk lebih jelasnya (masyarakat di Philipina sudah mulai menggunakannya).

Sebelum saya tutup artikel ini, ada baiknya kita bisa mandiri energi daripada terus berharap pada pemerintah. Saya rasa google search menyediakan banyak referensi cara untuk kita bisa menghasilkan energi listrik dengan metode tertentu. Ahh…good one, saya akan mulai browsing..

Terima kasih sudah membaca.

Salam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s