Registasi Kartu Perdana Akan Diwajibkan Mulai Desember 2015

Sekitar sebulan berlalu, saya mendengar di sebuah berita di tv yang mengabarkan bahwa pemerintah membuat aturan tentang wajib registrasi kartu perdana untuk semua pengguna jaringan telekomunikasi mobile di Indonesia. Saya sih cuma mendengar beritanya, gak sempat melihat cuplikannya karena sedang di dapur.
Tapi berita itu sepertinya memang benar, lanjutan dari pengumuman administrasi token pra bayar pln yang saya temukan di Indom*r*t, saya juga menemukan poster pengumuman soal registrasi kartu perdana yang terpasang di papan kayu konter hape yang nempel di minimarket tersebut.

Informasi poster itu berisikan bahwa pelanggan wajib melakukan registrasi ditempat dimana ia membeli kartu perdana dengan membawa kartu identitas asli dan setelah terdaftar barulah kartu perdana tersebut akan aktif. Informasi itu berdasar pada Surat Edaran BRTI no.161/BRTI/V/2014.

IMG_20151026_235108

Hmm…sptnya gak ada yang baru soal tetek bengek registrasi dng konsep semacam itu ya? Hal lama yang diulang kembali hanya saja kali ini ibarat kita mendaftar kartu paska bayar di galeri provider telekomunikasi. Saya jadi ingat jaman dulu saat ayah saya pakai kartu paska bayar Kartu H*lo itu, seingat saya ini di tahun 2000/2001. Kebetulan saya pernah urus pengaktifkannya karena nomor itu diberikan untuk saya. Saya ingat dari saya datang pagi, lalu isi formulir dan petugas CSnya mengatakan nomornya akan aktif nanti jam 1 siang dan saya tunggu sampe jam 2 baru-lah nomor itu menangkap sinyal bts dan bisa digunakan! Ya soal urusan kartu paska bayar memang kurang cepat untuk diaktifkan dan digunakan, masih kalah jauh daripada pra bayar di jaman itu.

Sekarang, konsepnya sama, hanya saja kali ini proses pencatatan data dilebarkan diluar galeri telekomunikasi dengan memanfaatkan toko penjual kartu perdana untuk jenis kartu pra bayar.

Ada beberapa hal yang jadi pemikiran saya:

1. Apakah kartu perdana yang baru saja dinyalakan (belum aktif) di smartphone hanya dapat melangsungkan 1x proses selesai registrasi dan tidak dapat dirubah data yang diregistrasikannya?

2. Bagaimana bila seseorang membeli kartu perdana pra bayar via online? Saya bahkan baru semingguan ini memilih beberapa nomor cantik dari beberapa website penjual perdana pra bayar! Misal nih, saya mau transaksi beli setelah desember 2015, apakah saya diwajibkan mengirimkan copy scan identitas ke penjualnya? Apa jaminan copy identitas saya tidak disalahgunakan oleh penjualnya karena penjualnya berbasis online dan jauh lokasinya? Apa jaminannya misal saya penjual berbasis online menerima pembeli kartu perdana pra bayar si pembeli ini benar mengirimkan identitas aslinya dan bukan milik orang lain (misal dicuri dari orang lain, pintar pake adobe, dsb)?

3. Apakah ada sistem standarisasi penjual kartu perdana pra bayar? Mengingat sangat banyak konter hape di Indonesia dari yang di mall, pasar sampe pinggir jalan! Apakah setiap penjual akan memiliki semacam verified ID?

4. Jika penjual tidak merasa perlu membantu pembeli kartu perdana untuk meregistrasikan data pembeli, apakah dikenakan hukuman? Bagaimana caranya mengetahui penjual tidak mengikuti ‘himbauan’ untuk meregistrasikan kartu yang dibeli customer itu?

5. Apa jaminannya bahwa dengan langsung nongol di depan penjual, memberi identitas untuk dicatatkan, bahwa nomor tersebut akan selalu digunakan oleh pembeli yang menggunakan identitas yang digunakan untuk pendaftar? Misal: Hape dan nomor yang di dalamnya kemudian dicuri orang dan orang ini tidak melaporkannya kemudian nomornya sempat digunakan sementara untuk tindak kejahatan/ilegal, siapa yang dihukum? Saya mau tau deh brp buanyak sih pelanggan mobile di Indo yang melaporkan kehilangan nomornya dng alasan apapun dibandingkan dng yang tidak melaporkannya!?

6. Apa jaminannya bagi pelanggan telekomunikasi mobile yang dirugikan dari pemilik nomor kartu perdana yang diaktifkan setelah desember 2015 (saya asumsikan data pelanggan sudah diregistrasikan ditempat penjual) baik dari segi spamming, penipuan, dan tindakan ilegal/gangguan lainnya. Ada gak jaminannya itu akan diusut tuntas?

7. Bagaimana jika ada pihak lain yang memang tau secara sadar nomor kartu perdana teregistrasikan tsb dan menyalahgunakan nomor telpon tersebut untuk tindakan ilegal (di era internet semua serbe ilegal jadi mudah!) yang sebenarnya tidak dilakukan oleh pemilik asli nomor tersebut? Itu baru pihak yang secara sadar mengetahui nomor hapenya, bagaimana kalo sekedar orang iseng asal pake nomor itu? Anda tau kan sekarang jaman spamming by sms dng nomor acak!?

8. Apa jaminannya bila memang data yang diregistrasikan ditempat penjual kartu perdana itu benar-benar valid 100% dan bukannya asal isi saja? Katakanlah yang jual kartu perdana itu sudah saling kenal/akrab dng saya, bagaimana jika penjual itu iseng mengisinya/meregistrasikannya dengan data dari pembeli kartu perdana sebelumnya?

9. Bagaimana bila pemilik kartu perdana akhirnya memutuskan menjual nomor hapenya ke orang lain? Apa perlu legalisasi hitam diatas putih bermaterai? Lalu data pemilik baru harus segera diubah? Kalau ya harus segera diubah, apakah harus ke konter hape atau ke semacam grapari perusahaan telekomunikasi? Jika data tidak diubah, apakah kena hukum?

10. Jika pihak provider telekomunikasi mobile ikut melakukan verifikasi data dng menelepon langsung ke nomor hp tersebut, katakanlah jika data yang dimiliki provider tidak sama dng data yang diberikan pemilik kartu tersebut, siapa yang salah? Serta merta menyalahkan pemilik kartu? Lalu jika data verifikasinya sama tapi ternyata dari awal memang sengaja dipalsukan, bagaimana mendeteksinya!?

11. Bagaimana jika penduduk indonesia sama sekali belum memiliki kartu identitas? KTP/SIM/PASPORT/Kartu Pelajar? Pake akte kelahiran kah? Bagaimana jika kartu kelahiran pun gak ada karena suatu kejadian (kebetulan kenalan saya ada yang hilang dokumen pentingnya karena rumahnya kebakaran – akte kelahiran dan ktp gak bikin karena banyak ‘tarikan’ dan repot). Ini lebih ke soal administrasi kependudukan yang masih carut marut gak beres-beres sampe saat ini, bahkan sudah masuk tahun kedua E-KTP saya pun belum jadi, hebat kan korupsi e-ktpnya!?

Kan aneh, pemerintah diwakili KEMKOMINFO dan BRTI menginginkan pendataan pelanggan kartu mobile, tapi hak administrasi untuk warga indonesia saja masih berantakan gak ada kejelasan e-ktp program mendagri aja gak beres-beres sampe tahun kedua pun saya belum ada update soal nasib e-ktp saya! Dan nasib ini bukan terjadi pada saya, tapi buanyak WNI juga!

KTP yang menjadi hak dasar penduduk saja belum becus diberesin, apalagi soal nomor hape? Please deh KEMKOMINFO, lebih cerdas deh cari solusi! Lama-lama pemerintah bisa bikin warganya enggan jadi WNI lg!

Iklan

2 thoughts on “Registasi Kartu Perdana Akan Diwajibkan Mulai Desember 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s