Trend Rider Saat Ini: Tripping

Sudah pernah dengar istilah tripping? Beberapa bulan terakhir istilah ini semakin sering terdengar di kota saya. Bukan tanpa alasan, sejak bulan Juli, para trippers sudah banyak yang memadati area kota saya.

Tripping adalah sebuah istilah dikalangan para riders yang melakukan perjalanan malam hari jarak pendek 3-4 jam ke luar kota, berboncengan dengan teman/pasangannya, dan biasanya dilakukan dalam grup kecil non konvoi sekitar 4-5 kendaraan saja. Mereka tidak melakukan trip jarak pendek ini di pagi hari, jadi ketika anda melihat grup trippers ini sedang berkendara di pagi hari, bisa dikatakan mereka sedang menuju kota asalnya alias pulang!

Bulan agustus saya sempat ngobrol dengan grup trippers ini saat sedang beristirahat di indomaret yang tidak jauh dari rumah saya. Saat itu sudah menunjukkan jam 11 malam, grup ini terdiri dari 3 motor matic vario, mereka berpasangan cow dan cew, berasal dari semarang kota. Saya tanyakan alasan mereka melakukan perjalanan malam hari yang lebih beresiko memasuki wilayah kota saya yang sangat dingin dan berkabut, dimana jarak pandang terjauh di area sebelum masuk kota saya hanya berkisar 4-5m saja, dan agak susah bila tetap menggunakan lampu headlamp standard jenis led untuk menembus kabut ini. Alasan mereka adalah mereka ingin menikmati liburan traveling singkat yang beda dari lainnya, jarak tempuh ke kota saya berkisar 3 jam-an dan menurut mereka sudah ideal karena kota saya menawarkan pesona alam dan kondisi suhu yang sedang ekstrim”nya dimana dinginnya dibawah 19 derajat celcius berkabut tebal dan dipenuhi jalur menanjak berliku liku. Mereka pun ingin melihat sunrise dari puncak kota saya dan mereka berencana menginap di sekitar area penduduk dimana bisa melihat sunrise ini di pagi harinya.

Sepertinya mereka sudah mempersiapkan perjalanan mereka dengan baik, mereka paham jalan dan wilayah tujuan, dan ini juga bukan pertama kali mereka mampir berlibur ke kota saya. Kebetulan saat itu rekan saya polisi yang sedang berpatroli dengan mobil baru saja berhenti di indomaret, dan grup tripper ini pun dibantu ‘dikawal’ sampai area batas atas kota ini, lumayan lah gak kena angin malam langsung 😀

Yang Anda Perlu Ketahui Sebelum Tripping:

  1. Tentukan Tujuan: Pastikan tujuan anda tidak terlalu memakan waktu diatas 4 jam perjalanan. Ingat, satu hari hanya 24 jam. Malam hari hanya berlangsung 10 jam saja : 18.00 – 04.00 WIB.
  2. Tentukan Jumlah Grup: Pastikan anda melakukan perjalanan dalam grup kecil 4-5 motor saja dan tidak berkonvoi di jalanan. Trippers bukanlah grup konvoi! Mereka tidak menggunakan sarana prasarana seperti motor konvoi.
  3. Berangkatlah Setelah Pukul 18.00: Alasannya sederhana, jam 6 sore biasanya adalah jam-jam sibuk kendaraan besar sedang mulai keluar dari wilayah industri, ini bisa terjadi sekitar 1 jam-an. Jadi yang ideal adalah anda berangkat setidaknya pukul 19.00.
  4. Pastikan Kesiapan Mesin: Perjalanan malam hari lebih beresiko daripada perjalanan pagi/siang, karena malam hari anda harus siap dengan tidak mudahnya menemukan bengkel selama perjalanan. Maka dari itu sangat disarankan anda benar-benar harus mempersiapkan motor anda dengan baik khususnya bagian mesin dan lampu-lampu, dan rantai di motor non matic / vbelt di motor matic.
  5. Safety First: Gunakan sarung tangan, helm dan pakaian yang nyaman untuk menempuh perjalanan anda. Musim dingin di beberapa kota dimulai dari bulan Juli – Oktober.
  6. Peta: Jika anda belum memahami jalur perjalanan ke tujuan anda, pastikan setidaknya anda sudah mempersiapkan peta jalur alternatif untuk mencapai tujuan anda. Sebisa mungkin hindari jalur yang terlalu sepi/terlalu jauh dari pemukiman dan jauh dari spbu. Gunakan peta digital seperti google map / here map di smartphone anda untuk membantu perjalanan anda.
  7. Ikuti Jadwal: Trippers tidak dilakukan berhari-hari, biasanya hanya perjalanan malam hari, beberapa jam di lokasi tujuan, dan paginya mereka kembali pulang ke tempat asal. Jadi sebaiknya ikuti agenda jadwal anda dengan disiplin.
  8. SPBU: Yang terakhir adalah memastikan ketersediaan spbu di lokasi sepanjang perjalanan anda. Beberapa spbu tidak beroperasi 24 jam biasanya spbu kecil hanya menerapkan jam operasional hingga pukul 22.00 / 10 malam saja. Sedangkan spbu besar biasanya beroperasi selama 24 jam penuh. Saran saya adalah, jika bbm di motor anda sudah berkurang setidaknya tinggal setengah-nya, pastikan anda tidak banyak alasan untuk menunda mengisi bbm dengan penuh saat anda menemukan spbu di jalur berikutnya! Ingat, bensin akan lebih mudah terurai (menguap) di suhu dingin daripada di suhu lingkungan hangat.

Perjalanan malam hari memang terasa menyenangkan, karena umumnya didukung dengan faktor external yang lebih tenang, sejuk dan tidak begitu macet. Namun ada resiko untuk perjalanan malam hari ini, resiko terbesarnya adalah kemungkinan terjadinya permasalahan mesin dan kelistrikan pada motor. Maka dari itu untuk mencegah terjadinya permasalahan ketika anda menempuh perjalanan malam hari, disarankan:

  1. Cek Komponen Fast Moving: Komponen fast moving adalah komponen yang selalu berfungsi setiap saat (berotasi/bergerak terus), beberapa diantaranya adalah: rantai, vbelt, ban, kampas rem, oli. Periksalah tekanan ban motor anda, periksa keausan ban anda, lalu kencangkanlah rantai motor anda atau cek karet vbelt matic anda, cek juga kampas rem motor anda, jangan lupa ingat kapan sebaiknya anda mengganti oli. Ukur sisa pemakaian kilometer oli anda dengan jarak PP tujuan anda jika anda mendapatkan hasil lebih, sebaiknya ganti oli-nya dulu 🙂
  2. Cek Kelistrikan: Komponen kelistrikan yang sering digunakan adalah aki dan headlamp. Ayo jujur saja, anda pasti sangat jarang kan menggunakan klakson motor anda? Pastikan kondisi aki motor anda dalam keadaan baik dan normal, juga cek headlamp motor anda, jika dirasa perlu sebaiknya anda membawa lampu headlamp cadangan untuk motor anda.
  3. Gunakan Lampu Non LED: Untuk menempuh perjalanan malam hari jarak pendek, sebaiknya anda tidak menggunakan komponen headlamp berjenis LED. Kondisi kegelapan wilayah indonesia khususnya di jalan raya propinsi dan perkotaan termasuk tipe kegelapan sedang, dimana anda akan ditemani oleh lampu penerangan jalan sehingga jika anda menggunakan komponen lampu led apalagi yang memiliki tipe diatas 4000K maka nyala sinar putihnya kurang dapat menerangi jalan di depan anda dengan baik karena harus ‘bersaing’ dengan cahaya lampu kuning dari kendaraan arah depan dan lampu penerangan jalan. Sebaiknya gunakan lampu tipe non led dibawah 4000K (all weather atau yang tipe rainbow) agar lebih nyaman untuk mata anda dan mata pengendara di arah depan dan sekaligus mudah untuk menembus kabut dan cuaca hujan di malam hari. Kecuali anda bepergian di kegelapan yang sangat gelap atau di hutan, ya silahkan jika anda mau pakai tipe 4000K sampai 6000K walau akan membuat mata anda lebih bekerja extra melek 🙂
  4. Hindari Kendaraan Besar: Jangan berada terlalu lama dibelakang kendaraan berukuran besar, khususnya bus dan truk tronton atau trailer. Bukan tanpa alasan saya menyarankan ini, dari pengalaman saya, kendaraan spt ini akan menghambat perjalanan anda dan memberi efek kekhawatiran keamanan diri anda lebih besar selama perjalanan karena tidak ada jaminan kendaraan spt ini mesin dan rem-nya bekerja dengan baik saat di jalanan menanjak!
  5. Atur Posisi Motor: Jika anda melakukan tripping, tentunya akan ada beberapa motor dalam grup anda. Saya sarankan anda menggunakan motor dengan kondisi mesin yang paling baik untuk berada di posisi paling depan selama perjalanan.  Lalu diurutkan ke kondisi motor yang cukup – lemah – paling lemah kondisinya.
  6. Ingat Istirahat: Sebagian orang tidak kuat untuk menempuh perjalanan malam hari dengan kondisi suhu dingin (angin malam) yang bisa berbeda tiap kota yang dilewatinya. Berbeda dengan perjalanan pagi-siang hari dimana matahari bersinar, kondisi suhu setiap kota yang dilalui cenderung hangat stabil. Maka dari itu sadari kondisi fisik/kesehatan anda khususnya yang menyetir, istirahatlah di spbu setiap anda isi bensin. Jangan buru-buru sampai di tujuan, ingat, anda ingin menikmati tripping dengan sehat bukan justru mengorbankan kesehatan anda 🙂

Nah, setelah anda mengetahui tentang tripping ini, apakah anda berminat untuk melakukannya?

Jangan lupa, jangan ngantuk dan safe driving!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s