Tips Memilih Seller Toko Online

Semakin pesatnya pertumbuhan belanja digital melalui internet menjadi peluang manis bagi siapapun untuk ikut menikmati keuntungannya. Kita dapat melihat beberapa tahun terakhir ini toko online baru mulai bermunculan beroperasi di wilayah Indonesia.

Sebut saja beberapa diantaranya: Tokopedia.com, Bukalapak.com, Blanja.com, Blibli.com, Elevania.co.id, Lazada.co.id, Zalora.co.id dan masih banyak lainnya.

Sebagian toko online yang ada menerapkan sistem penjualan tunggal dan sebagian diantaranya menerapkan sistem penjualan berbasis multi vendor. Sistem penjualan tunggal bisa dikatakan adalah sebuah toko online yang serta merta memiliki stok produk dimiliki sendiri, dikelola sendiri, dikirimkan atas nama toko online mereka dan bertanggungjawab penuh atas orderan yang dibeli. Contoh toko online seperti ini adalah Bhinneka, dsb. Sedangkan toko online yang menerapkan sistem multi vendor maksudnya adalah sebuah platform toko online yang memiliki sistem penjualan terpisah berbasis penjual atau penyuplai barang yang terpisah dan berbeda dan barang yang ditawarkan tidak dikelola oleh pihak toko online induknya, sebagai contoh adalah: Tokopedia, Lazada, Bukalapak. Toko online multi vendor lebih mengarah pada penyediaan platform untuk berjualan per tiap vendor/seller saja dan tanggungjawab penjualan barang yang dibeli buyer sepenuhnya menjadi tanggungjawab vendor/seller-nya.

Saya akan mengambil contoh dari pengalaman pribadi berbelanja di toko online non vendor dan multi vendor.

Saya pernah berbelanja beberapa kali di toko online Bhinneka.com, hitungannya nominal sudah jutaan hingga kini. Situs bhinneka.com awalnya memang toko online yang hanya menjual produk komputer dan komponen pendampingnya, seiring dengan waktu pun bhinneka.com keluar dari ruang kenyamanannya dan menambahkan jenis produk non komputer untuk dijual. Beberapa kali saya belanja di situs ini, saya berbelanja mulai dari kabel hdmi, router, cooling fan laptop, laptop bahkan hingga sarung tangan untuk berkendara pun saya beli disini.

Suatu saat saya berbelanja produk cooling fan laptop di tahun 2015 ini, harga aslinya diatas 400rb-an, kebetulan saat itu ada potongan harga dan dengan 200ribuan saya bisa mendapatkan barang ini. Di halaman produknya ditulis barang dijual dan dikirimkan oleh Bhinneka.com. Dikirimlah barang ini menggunakan JNE ke alamat saya dan saya ambil langsung barangnya di kantor agen jne. Setelah beberapa bulan pemakaian, tiba-tiba salah satu speaker cooling fan ini mati sendiri ketika sedang saya pakai untuk mendengarkan mp3 pake winamp di laptop. Saya coba cabut dan pasang kembali kabel jack speaker di cooling fan dan di laptop tapi tidak berfungsi salah satu speakernya. Saya mikir apa ada masalah di laptopnya? Saya pun coba dengerin mp3 dan film dng speaker bawaan laptop dan coba pake headset lancar saja. Lalu saya coba browsing dan menemukan ada pemilik cooling fan sejenis ini di luar negeri yang mengisahkan masalah yang sama spt saya, versi dia sih dia membuka cooling fan dan menyambung ulang kabel speakernya dan katanya beres bisa berfungsi kembali. Saya hampir ikut melakukannya tapi krn kurang paham juga saya putuskan kirim pesan ke bhinneka menceritakan apa yg saya alami karena di halaman produknya tertulis barang bergaransi 12bulan. Singkat kata pihak bhinneka pun menyarankan agar barang dikirim balik ke mereka untuk diperiksa, saya kirim disertai bukti pembelian. Beberapa hari kemudian saya ditelpon oleh bagian servis center bhinneka yang mengatakan barang sudah jadi dan akan dikirim, saya pun senang. Kemudian sewaktu pembicaraan mengenai kirim barang, pihak bhinneka.com diwakili staff laki ini mengatakan barang akan dikirim pakai TIKI, saya pun memberikan alternatif versi saya agar barang dikirim pakai JNE saja dan pakai JNE OK saja krn itu berat barang aslinya tidak ada 1kg lebih. Telepon pun ditutup karena pihak staff sedang mencari tahu pengiriman pakai jne, dan beberapa menit kemudian staff ini menghubungi saya dan mengatakan barang tidak bisa dikirim pake JNE krn bhinneka hanya bekerjasama dng TIKI. Wah disini saya sudah mulai curiga, kenapa tidak bisa selain TIKI padahal ketika beli saya kirimnya pake JNE REG loh mas saya bilang gtu. Tapi tetap mas ini mengatakan hanya bisa pakai TIKI, saya pun akhirnya menyetujui pakai TIKI, dan ketika disebutkan biaya ongkirnya sekian puluh ribu saya pun kaget, karena saya tau hitungan ongkir pake TIKI per kg ke kota saya dari asal kirim lokasi bhinneka, saya pun protes dan bilang itu berat barang tdk ada kok sampe 2kg lebih saya sudah timbang sewaktu ambil barang di agen jne. Telepon pun ditutup karena mas ini katanya mo bicara dengan tiki dulu, lalu kemudian mas ini kembali menelepon saya dan akhirnya harga ongkir diturunkan walau dirasa hitungan ongkirnya masih diatas 1kg reguler tiki saya pun menyetujuinya saja lah daripada kelamaan proses gnian. Dan saya pun mentransfer uang ongkir ke rekening bhinneka, mengkonfirmasi, dan barang kembali dikirimkan ke saya.

Beberapa hari berikutnya saya menerima barang ini di rumah saya oleh TIKI, saya buka bungkus paketnya dan saya temukan barang yang saya kirimkan tidak sama dengan barang yang dikirim balik ke saya ini. Saya tahu karena saya selalu mendokumentasikan barang pembelian online yang saya terima, saya cek nomor serial number barang yang dikirim balik ini berbeda dari yang saya beli. Saya pun mencoba dulu barangnya dan semua fungsinya berfungsi normal, kipas dan speaker tdk ada masalah, tapi eh tapi belum ada 2 menit kemudian speaker cooling fan ini bersuara brisik bunyinya spt  suara radio sedang cari frekuensi, saya coba on off tombol speaker di cooling dan dan bunyinya bisa hilang walau juga kadang timbul sendiri lagi sampai saat ini. Disini saya berkesimpulan: barang yang saya beli itu sudah rusak dan daripada kelamaan memperbaiki, pihak bhinneka memiliih mengganti baru produk sejenis dan dikirimkan ke saya. Disinilah saya merasa bhinneka.com memiliki tanggungjawab atas produk yang dibeli konsumen bahwa deskripsi garansi 12 bulan itu benar-benar dapat di-klaim oleh konsumen dan diberikan penggantian barang dalam waktu sangat singkat. Saya beri dua jempol untuk tanggungjawab bhinneka.com dimana prosesnya tidak berbelit-belit dan termasuk cepat dan komunikatif, konsumen selalu diberi update servis/klaim barangnya setiap ada pembaharuan tindakan.

Sekarang berlanjut ke pengalaman berbelanja di toko online multi vendor, beberapa kali saya berbelanja di tokopedia, bukalapak, lazada. Hmm..saya ambil contoh pengalaman saya di tokopedia saja deh ya.

Sudah 4 tahun lebih saya menjadi member tokopedia, dari jaman toped (sebutan tokopedia) belum mengeluarkan versi aplikasinya. Sudah hitungan nominal jutaan juga saya berbelanja di toped ini dari beberapa seller (penjual). Belanja dari produk smartphone, fashion, jam tangan, wallpaper, boneka, sepatu, tas, aksesoris, sampe komponen untuk sepeda motor pun saya dapatkan di toped.

 Beberapa seller di toped memang menjual produk apa adanya dengan deskripsi produk apa adanya tidak berlebihan dan jujur, saya ambil contoh saja sebuah toko online di toped yang dimiliki oleh Rumah Boneka yang berlokasi di jakarta. Awal mulanya saya sedang mencari boneka yang saya ingin jadikan kado untuk teman saya, saya searching beberapa boneka di toped dan menemukan sebuah produk boneka lucu di seller ini. Boneka kecil ini dihargai dibawah 50rb, saya pun bertanya apa stok masih ada, pihak seller menjawab ready stok. Saya pun add to cart dan memproses belanja saya dengan instant payment bank di toped, pembayaran otomatis terverifikasi dan seller memberitahukan order telah diterima dan barang akan segera diproses. Kebetulan saya ordernya masih termasuk pagi hari, saat itu hanya ada pengiriman pake JNE REG/OKE di seller ini saya pun memilih JNE OKE dng pertimbangan ekonomis dan saya pun tidak buru-buru agar itu barang sampai ke alamat teman saya.

Malam harinya, saya cek di toped, ternyata seller ini telah mengirimkan orderan saya. Wow..hebat, cepat sekali respon kirimnya! Itu pikir saya, hari berikutnya saya cek nomor resi jne dan saya lihat ternyata kiriman saya dikirim pake JNE REG bukan JNE OKE. Saya sempat kaget loh, saya bayar utk dpt yg ekonomis jne oke tp diberi jne reg yg lbh mahal, dan saya tanya ke seller kenapa saya diberi jne reg karena saya ordernya pake jne oke. Seller menjawab, gpp pak, bapak tidak akan dimintai kekurangan ongkirnya, ini bagian dari pelayanan kami pak demi kepuasan pelanggan. Dan benar, 2 hari kemudian barang sampai di alamat teman saya di mataram lombok, yang seharusnya seminggu pake jne oke tapi hanya 2 hari pake jne reg dan saya tidak dikenakan tambahan biaya ongkir. Teman saya pun sangat senang, bonekanya dipotret dan dikirimkan ke saya, saya diberitahukan kualitas boneka juga bagus. Saya pun memberi review 5 bintang ke produk ini, dan menulis review istimewa dari kualitas produk, kecepatan dan keramahan pelayanan seller ini.

Seller rumah boneka ini sangat ramah dan baik, menjual dengan jujur walau itu hanya sebuah produk boneka saja. Seller ini lebih memilih mendapatkan kepuasan pelanggannya dan bukan sekedar menjual barang saja, seller ini bisa mikir dan melek internet dimana namanya jualan online itu benar-benar harus mengutamakan kecepatan dan keramahan melayani konsumen. Saya sendiri sempat berjualan offline barang IT ke klien saya, dari staff pemda, perusahaan, sampe aparat kepolisian dan tni juga beli di saya, alasan mrk beli ke saya dan bukan beli di toko komputer adalah karena mrk merasa lebih nyaman dengan pelayanan saya dan mrk pun jadi konsumen setia saya. Saya memang siap rugi fisik, waktu dan biaya demi kepuasan pelanggan saya, karena dalam berjualan itu saya tidak menerapkan saya jual produk, tapi saya menjual pelayanan kepada manusia dan saya memberi edukasi tak terbatas waktu demi kepuasan penggunaan produk yang dibeli dari saya. Maka dari itu saya tahu benar ini seller rumah boneka benar-benar menerapkan fungsi pelayanan konsumen bukan sekedar target berjualan saja. Sebelum toped ada di indonesia pengalaman berbelanja saya sdh ckp banyak, seller nakal dan seller baik mudah dikenali, tapi tentu ada yang pintar menyembunyikan info barang dagangannya juga dibalik keramahannya!

Karena tanggungjawab dan keramahan pelayanan seller Rumah Boneka ini, saya pun terkesan, dan saya pun menjadi sering membeli boneka di toko online-nya. Sejauh ini sudah lebih dari 5 boneka macam-macam khususnya boneka panda saya beli dan saya kirim ke teman-teman saya, terakhir saya beli dikirim ke alamat saya lalu saya kirimkan lagi pakai ems pos indo ke teman saya di singapore dan teman saya sangat menyukainya! Setiap kali saya beli di seller ini, hari itu juga atau mentok pagi esoknya barang PASTI sudah dikirimkan, dan proses input resi pun tidak pernah ditunda, saya sangat salut loh dengan seller ini. Sejauh ini, rumah boneka buat saya pribadi adalah seller terbaik dan paling ramah dalam melayani saya. Dan karena saya sudah sering beli saya pun diberikan hak diskon khusus jika hendak berbelanja boneka lagi di toko online-nya 🙂

Saya jujur saja, bila seseorang menjual barang berkualitas kurang oke ke saya maka saya akan nilai apa adanya, bila pelayanan juga kurang maka harus siap saya kritisi. Soal kecepatan pada review utk saya adalah penilaian terhadap seller dalam memproses pesanan saya dan menginput nomor resi, saya tidak menilai soal kecepatan dalam hal penerimaan orderan sampai di alamat penerima krn itu urusan pihak ekspedisi. Yang seringkali saya dapati di toped adalah mudahnya pembeli/buyer sekedar memberi review produk dengan kalimat sangat datar dan tidak bermakna real, sebagai contoh “Sip gan barang udah diterima, bener-bener cepet nih agan kirimnya, barangnya blom dicoba gan!”. Ini adalah contoh review produk yang buruk dan tidak memberi edukasi kejujuran yang terbuka ke calon konsumen lain. Maka dari itu saya jika berbelanja tidak memikirkan review dari pembeli, tapi saya melihatnya dari jenis brg yg dijual, kecocokan, dan sikap penjualnya. Jika anda pernah berbelanja online dan bisa memberi review, berilah review yang jelas diukur dari kualitas produknya yang memang sudah anda coba dulu baru anda beri komentar, bukannya barang sudah diterima belum dicoba tapi anda sudah beri review, karena masih sangat jarang toko online yang menyediakan editing review oleh buyer itulah resikonya!

Saya beri contoh pengalaman buruk saya berbelanja di salah satu toko online, masih di tokopedia. Anda bisa membacanya di artikel saya berjudul Hati hati membeli kampas rem bendix.

Dalam memilih seller, pertimbangkanlah:

  1. Sikap Seller! Dalam memberi respon feedback baik dalam review produk konsumen/buyer hingga pada sikap menjawab pada bagian diskusi produk ataupun melalui pesan pribadi inbox. Anda akan masih sering menjumpai seller yang bersikap spt robot, dimana tindakan feedback pada review dan diskusi produk memiliki respon jawaban kalimat yang sama, sehingga menjadi pertanyaan apakah seller ini benar-benar melayani konsumen per personal atau menyamaratakan semua konsumennya? Seller yang terlalu pelit dalam memberi respon secara personal umumnya adalah seller yang berorientasi tidak mau repot, dia tipe barang keluar terjual ya sudah selesai urusan dng konsumen! Nah tipe seller spt ini patut diwaspadai karena biasanya sulit untuk dimintai pertanggungjawaban.
  1. Jangan Percaya Review Produk! Anda perlu tahu dalam dunia digital, semua masih bisa dimanipulasi, termasuk urusan review produk (bahkan ini udah jamak di kaskus diperjualbelikan). Sudah bukan jadi rahasia umum lagi, beberapa seller menerapkan celah penjualan dan review produk. Cara kerjanya spt ini: seller membuat beberapa akun baru di sebuah toko online, dia mengisinya dng data palsu (nama, alamat dsb) dan meminjam beberapa rekening pembayaran dari kenalannya. Lalu dia sendiri yang menggunakan akun baru itu untuk membeli barang di toko online-nya, dan pihak rekannya yang membayar transaksinya (dari rek.bank mrk). Kemudian barang dikirim tapi seringkali barangnya adalah paket kosongan dalam paket itu yang dibuat sesuai dng rata-rata berat minimum 1kg, dikirimlah barang itu ke alamat tempat tinggal dia lainnya atau koleganya yang diajak kerjasama itu. Nah setelah ‘barang’ sampai, seller ini mengganti ongkos kirim dan harga produk ke rekening koleganya itu yang tadi telah membayar transaksi palsunya. Kemudian si seller ini memberi review pakai akun palsu itu, umumnya adalah review positif tapi penggunaan kalimatnya datar, singkat dan umum. Lalu seller menarik dana transaksi dari toko online itu masuk ke rekeningnya. Nah seller spt ini biasanya ada di toko online multi vendor, seller tipe ini mengejar rating positif usahanya saja. Maka dari itu jangan langsung percaya pada tingkat penjualan dan rating review, fokuslah pada kebutuhan produk dan kesesuaian produk yang hendak anda beli, lalu jangan lupa sikap seller melayani anda secara personal itu penting!
  1. Beranikan Review Jujur! Jangan takut memberi respon tidak positif jika anda merasa pelayanan dan produk yang diterima memang tidak sesuai dengan standard anda. Biasanya sebuah toko online meminta review dikaji dari segi: Kualitas Produk, Kecepatan, Pelayanan. Nah anda perlu ingat, soal kecepatan itu anda harus ukur dari kecepatan seller memproses order anda dan menginput nomor resi bukan dari kecepatan order diterima anda ini sudah urusan ekspedisi yang anda pilih. Pelayanan, anda harus sikapi dng bijak apakah seller ini benar-benar melayani anda secara personal dan manusiawi atau sekedar menjadikan anda target incaran penjualan produk semata. Lalu soal kualitas produk, anda perlu tahu bahwa belum ada seller yang benar-benar bisa jujur 100% terhadap barang dagangannya, khususnya barang elektronik, fashion, dan sparepart. Ingatlah, segala jenis transaksi elektronik dan berbasis internet di indonesia sudah diatur dan dilindungi oleh UU ITE jadi anda sebagai konsumen memiliki hak mendapatkan barang sesuai dengan yang ditawarkan di iklan dan dipesan. Anda pun bisa mengajukan tuntutan kepada seller bilamana anda tidak menemukan jalan solusi terhadap kerugian anda. Seller yang baik akan bertanggungjawab penuh terhadap barang yang dibeli konsumen dan ia kirimkan selama barang dalam pengiriman tidak hilang/hancur oleh karena pihak ekspedisi.

Seller yang baik dia akan berani mengganti kerugian anda, biasanya berani mengganti barang yang sama atau sejenis atau ganti uang. Seller yang tidak memiliki empati dan hanya fokus pada usahanya bukannya pada pelayanan dia akan lebih memilih untuk brand image usahanya, seller spt ini mudah dilihat dengan sikapnya yang tidak bisa menerima review buyer semisal dari pemberian tingkatan rating nilai/bintang yang randah dari buyer, anda akan sering melihat seller spt ini di toko online multi vendor. Seller yang baik dia akan menjual barang sesuai dengan peruntukkan dan bukan memaksakan barangnya dapat digunakan tidak sesuai peruntukkan dari yang dibutuhkan buyer. Ingat, ketidakjujuran dalam berjualan online sudah masuk ranah penipuan, jadi anda bisa menuntut seller spt ini.

Jangan sepelekan kerugian anda, karena semakin kita menyepelekan maka akan makin memperluas ruang tindakan tdk bertggjwb oleh para seller yang tidak bermoral itu. Maka dari itu beranikan bicara lantang, karena anda punya hak dan dirugikan!

Anda perlu tahu, di indonesia, hak jaminan pelanggan/buyer itu masih kurang digunakan oleh buyer. Sehingga ini menjadi celah oleh para seller dengan bertindak sesuka hatinya dalam menjual barang dan tidak berani bertggjwb. Anda bisa laporkan ini ke toko online tempat anda berbelanja, hingga melapor ke YLKI dan ke kepolisian karena sekali lagi sudah ada UU ITE dan penipuan dalam UU KUHP anda dirugikan bisa menuntut loh!

Saya beri contoh ya. Di amerika/australia hak konsumen benar-benar dilindungi, anda beli ipad misalkan, rusak dan masih garansi, barang cukup anda bawa ke pihak apple dan anda bawa bukti pembelian dan kelengkapan ipad anda. Barang pun segera ditukar baru saat itu juga. Di indonesia? beeuh…liat aja dah surat pembaca yang isinya komplain masalah smartphone berbelit belit prosesnya!

Saya kasih contoh lain, beberapa bulan lalu ada tuh buyer membeli iphone 6 di lazada, tapi setelah barang diterima, dibuka, ternyata isinya sabun mandi. Masih ingat kan langsung heboh dan pihak lazada langsung mengusutnya? Tidak berapa lama, masalah tuntas si buyer mendapatkan iphone pesanannya diberikan langsung oleh pihak lazada.

Ingat, ada seller yang benar-benar baik dan bertggjwb dan ada pula seller yang sekedar jualan saja. Berbijak-lah dalam berbelanja online, pahami hak anda, dan jangan paksakan berbelanja online.

Edisi berikutnya saya akan mencoba membahas hak konsumen yang dirugikan dan bagaimana memprosesnya ke jalur hukum. Wait for it 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s