Harga SIM C dan Nilai Nyawa Anda

Kali ini saya akan membahas tentang keberadaan surat ijin mengemudi di indonesia. Saya berpikir agak njelimet demi sekedar memastikan sim c (khususnya) disahkan untuk orang yang tepat.

Anda pasti tahu sendiri, beberapa waktu lalu ada wacana di DPR untuk mengganti peran pembuatan sim (semua jenis) yang saat ini berada di pihak kepolisian diganti ke pihak dinas perhubungan. Saya tidak mengikuti perkembangan berita ini, hanya dengar sekali di tv saja, tapi bukan itu yang akan saya bahas kali ini.

Saya akan membahas tentang pemikiran saya mengenai SIM C, yaitu surat ijin mengemudi untuk pengendara kendaraan bermotor roda dua.

Saat ini, syarat-syarat untuk dapat mendapatkan SIM C adalah:

a. Usia
– SIM A, usia pemohon minimal atau sekurang-kurangnya 17 tahun
– SIM B1 dan B2, usia pemohon minimal atau sekurang-kurangnya 20 tahun
– SIM C dan D, usia pemohon minimal atau sekurang-kurangnya 16 tahun
– SIM Umum, usia pemohon minimal atau sekurang-kurangnya 21 tahun
b. Pas foto/foto ditempat
d. Membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotokopi sebanyak 4 Lembar
e. Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari dokter (medical check up)

SIM C
– Pembuatan SIM C Baru : Rp 100.000
– Perpanjang SIM C: Rp 75.000

Jika anda masih punya kertas sidik jari sewaktu pembuatan sim pertama maka anda bisa hemat 10 ribu. Kertas sidik jari ini berlaku selamanya dan tidak perlu selalu diperbaharui saat hendak perpanjangan sim, cukup tunjukkan saja kartu sidik jari yang anda miliki sebelumnya.

Kebetulan rekan-rekan saya di kepolisian juga dimana-mana dan saya tau saya rasakan memang ada perubahan kebijakan pelayanan di kepolisian. Dulu sekali pasti anda akan mudah ditawari oleh calo untuk pembuatan sim, sekarang orang lebih melek informasi dan mau
menyediakan waktu untuk mengurus semuanya sendiri untuk membuat sim. Tapi tentu disini juga bukan berarti pihak kepolisian sendiri sudah bersih terhadap aksi KKN loh ya!

Bisa dikatakan membuat sim itu benar-benar mudah, waktu yang dibutuhkan untuk membuat sim baru/perpanjangan sim c itu kurang lebih 30-45 menit tergantung antrian proses dokumen saja, setelah dokumen lengkap, setidaknya butuh waktu 10 menit agar anda dipanggil untuk foto sim dan tunggu sekitar 5 menit maka sim c sudah ditangan anda. Dan saya cek fisik sim c sekarang ini lebih baik dari jaman saya punya sim c pertama kali yang mudah diakali.

Yang akan saya bahas di artikel kali ini lebih ke arah usia dan biaya untuk pembuatan SIM C. Aslinya memang sih untuk sim c sendiri biayanya hanya 75 ribu saja, nah yang menjadi hitungan
diatas seratus ribu adalah proses biaya bayar cek up, dokumentasi, asuransi. Sedangkan faktor usia pembuatan sim c sebenarnya masih rancu juga, ada yang minimal 17thn ada yang minimal 18thn, tapi lebih mutlak syaratnya bila ada ktp si calon pemilik sim c itu sendiri.

Kita lihat sendiri di indonesia pertumbuhan jumlah pengguna motor itu teramat sangat pesat, bisa dikatakan indonesia ini adalah negara bikers yang sangat subur, ibarat makan nasi saja yang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Hal ini tidak lepas dari fasilitas dan kondisi jalan di indonesia yang beragam dan tidak semerta-merta sebaik jalanan di negara modern laennya serta kurangnya fasilitas transportasi yang tepat. Teman bule saya bilang, jalanan di indonesia lebih banyak bercabangnya hingga jalur-jalur jalan raya kecil.

Berbicara mengenai biaya sim c, saya pribadi sebenarnya saat ini sudah tidak setuju bila biaya pembuatan sim c di indonesia semurah itu, bahkan termurah seantero asia!! Hanya berbekal
175ribu anda dapat SIM C untuk jangka waktu 5 tahun! Bayangin dengan negara tetangga yang sangat sulit dan mahal untuk sekedar mendapatkan sim c, gak percaya? Coba deh google syarat dan biaya pembuatan sim di singapore!!

Berapa sih harga yang lebih bijak untuk SIM C Indonesia? Untuk saya pribadi saya menganjurkan kepada pihak kepolisian yang masih memegang kendali penerbitan dan hukum pengaturan kepemilikan SIM C, sebaiknya harga sim c itu diatas 700 ribu rupiah dan bersifat
sistem gugur. Mengapa saya patok harga minimum 700rb? Karena harga nyawa manusia itu tidak murah! Dan mengapa pake sistem gugur? Karena untuk memastikan orang yang tepat mengendarai dan menguasai kendaraannya-lah yang bisa memberi keselamatan berkendara bagi dirinya sendiri dan pengendara lainnya di jalanan, jadi jika saat tes fisik mengendarai motor saja sudah gagal, maka dia harus mengulang lagi di bulan berikutnya agar dia lebih siap, bukan malah di hari berikutnya dia bisa langsung mulai daftar lagi. Jadi ini bukan soal kemampuan uang yang dikeluarkan, tapi mengenai soal keselamatan diri dan keselamatan pengendara lainnya. Sedangkan biaya perpanjangan sim c menurut saya jangan diturunkan, harganya tetap sama seperti bikin sim c baru sebesar 700rb saja malah justru lebih tepat.

Tujuh ratus ribu di Indonesia untuk mendapatkan SIM C memang tidak murah, tapi setidaknya kita dapat mencegah membludaknya pengendara motor baru di jalan raya dengan kemampuan mengendarai motor yang masih pas-pasan. Bahkan seharusnya diatas 1 juta untuk dapat memiliki sim c agar orang benar-benar siap mental untuk tes dan akhirnya berada di jalan mengendarai motornya sendiri.

Saya beri contoh, beberapa tahun lalu, sekitar tahun 2009, saya masih menggunakan motor yamaha vega. Di sebuah trafight light menurun dan mendatar lurus saya yang sudah berhenti tepat dibelakang garis polisi, posisi saya berada diantara motor bebek di sebelah kiri dan mobil di sebelah kanan. Hanya beberapa detik saja sebuah motor bebek berpenumpang dua orang memaksa masuk melalui celah antara motor saya dan motor sebelah itu dengan kecepatan saya rasa diatas 50kpj. Dan akhirnya pengendara motor itu menyenggol lengan tangan kiri saya dan lampu spion kiri motor saya dan saya pun terkena senggolan motornya dengan cukup keras. Jam tangan digital di tangan kiri saya pun jatuh di jalan dan spion saya pun terpental, padahal sudah jelas lampu masih merah. Saya pun tidak tinggal diam, dengan jarum bbm vega yang sudah menempel panel empty fuel saya pun mengejar pengendara motor yang menyerempet saya itu. Saya kejar dan saya lihat motornya ternyata honda supra, kejar-kejaran pun terjadi, saya sudah klakson” dan berteriak untuk meminta berhenti tapi mereka tidak berhenti. Pengejaran terjadi di jalanan datar lalu menurun dan lurus panjang total sekitar 4km dan saya sudah hampir hilang harapan karena bensin sudah sangat amat minim, sampai pada akhirnya menjelang spbu di depan sebelah kanan, di jalanan tempat pengejaran terjadi ada sebuah motor honda c70-an di sebelah kiri dan 2 motor bebek laennya di sebelah kanan yang hendak berbelok ke kanan memasuki spbu, saya melihat jarum speedometer vega sudah sampai 100kpj dan mesin pun bergetar, raungan knalpot pun sangat keras tapi itu supra tetap saja mulus melaju lebih cepat berada 30 meter di depan saya. Dan peristiwa yang tidak diguga pun terjadi, pengendara supra ini tetap memacu motor diatas 100kpj dan memutuskan untuk berusaha melewati 3 motor di depan melalui celah di tengah, dan tidak dinyana… si honda c70 tersebut pun sudah mulai berbelok (dan menyalakan lampu sein juga loh!) dan mengisi jalur tengah tersebut…. brrruuukkkkk…. tabrakan sangat keras pun terjadi. Pengendara c70 dan pengendara supra terpental di jalan raya sedangkan si pembonceng supra jatuh terseret di jalan.

Saya pun langsung menurunkan kecepatan dan mengerem perlahan- lahan dan entah keajaiban apa yang menyertai saya, vega saya masih juga melaju cukup kencang karena kontur jalan masih cukup menurun dan saya pun tidak bisa menghindar, jadi mau tidak mau saya pun harus tetap lurus dan melewati jalur tengah itu. Bersyukur jalur tengahnya dapat dilewati dengan lancar, dalam hati saya hanya dalam hitungan sepersekin detik saja saya akan menghantam korban atau serpihan besar motor mereka dan saya pun ikut terjungkal, tapi ternyata saya dapat melalui jalur itu dengan bersih dan motor baru bisa berhenti statis sekitar 20 meter setelah saya melewatinya.

Saya langsung memasukkan motor ke area spbu, langsung ke jalan raya, ikut menggotong korban masuk ke halaman spbu sambil mencatat plat nomor supra. Kemudian dengan tidak banyak pikir saya balik ke atas menuju kantor polisi dan memberikan laporan kecelakaan itu. Dengan cepat polisi menenangkan saya, meminta informasi tkp dan saya juga sebut plat nomor supra yang menabrak saya, saya juga kasih nomor hp saya, lalu saya kembali ke rumah masih dengan jarum bbm yang sudah memeluk batas empty fuel. Entah darimana keajaiban saat itu menyelimuti saya, sudah bbm sangat amat minim tapi masih bisa dipake PP 16km dan bisa menghindari kecelakaan.

Hari berikutnya, saya mendapatkan telepon dari kepolisian, yang memberitahukan bahwa pengendara c70 yang ditabrak supra dan si pengendara supra telah tewas, sedangkan si pembonceng luka-luka sedang dirawat di RSUD. Saya pun hening sejenak, turut berduka
untuk si pengendara c70 tapi saya tidak berduka untuk si pengendara supra karena dia seorang pengecut di jalan raya yang melarikan diri dari tindakannya yang tidak bermoral. Saya ditanya, apakah masih ingin melanjutkan proses hukum karena masih ada pembonceng yang masih bisa diproses, saya pun jawab sudah cukup lah pak, saya rasa tidak perlu diproses.

Dari peristiwa itu, saya hanya rugi jam yang hilang di tkp (saya balik sudah tidak ada) dan spion yang harus diganti, total kerugian saya hanya 325rb saja. Sedangkan kerugian dia yang menabrak saya adalah motor hancur plus nyawa hilang plus si pembonceng harus menyerahkan uang kerahiman kepada pihak keluarga c70 plus mengganti beres motor c70 tersebut.

Saya pun berpikir, dengan sim c dan kemampuan menguasai dan mengendari motor yang benar-benar MAMPU saya jalani dan menaati peraturan, nyawa saya lebih dapat dipertahankan di jalan raya jauh lebih baik dibandingkan mereka yang sekedar punya sim c dan hanya sekedar bisa pake motor dengan kemampuan yang meragukan dan tidak menaati peraturan. Saya hanya rugi jam dan spion, sedangkan si tersangka rugi nyawa langsung bablas ke akhirat.

Kembali ke SIM C, maksud saya baik meminta harga sim c dinaikkan. Karena itu bisa memberikan manfaat positif, diantaranya:

1. Mengurangi populasi pengendara motor yang kurang menguasai berkendara dengan motor di jalan raya sehingga dapat mengurangi tindak kecelakaan bagi pengendara lainnya. Pengendara spt ini cenderung pengendara yang labil/ragu-ragu dalam membuat keputusan
saat berkendara, bisa menghambat laju kendaraan lain, bisa menimbulkan keresahan pengendara lain karena ketidakjelasan untuk berbelok/menyalip/mengerem hingga posisi penggunaan kendaraan di jalanan (kalau niatnya slow ya diposisi kiri bos, bukan malah maksain tetep di posisi kanan jalur cepat dan menyalip!).

2. Bisa mengurangi tingkat kemacetan jalan raya: Semakin mahal biaya sim, akan membuat orang mikir untuk memiliki kendaraan bermotor dan akhirnya jumlah unit motor yang beredar di jalan raya akan berkurang perlahan-lahan sambil terus dibarengi dengan tingkat kepemilikan sim c untuk orang yang tepat. Misal, dalam seminggu ada 100 sim c diterbitkan, maka bisa dikatakan hari berikutnya sama juga ada 100 motor mengisi jalan raya. Dengan makin mahal sim c, maka jumlah tersebut bisa disesuaikan lebih lama sehingga ruang jalanan bisa lebih lega. Katakanlah sim c itu 1 juta harganya dengan sistem gugur, orang pasti tidak mudah mengumpulkan duit segitu apalagi sistemnya sistem gugur, paling tidak dibutuhkan 1-3 bulan untuk seseorang dapat mendaftarkan (ngumpulin duitnya) permintaan sim c tersebut. Jadi yang awalnya sim c bisa 100 dalam seminggu, dengan kenaikan harga jumlah 100 pengendara motor bisa didapatkan dalam waktu 1-3 bulan dan ini bisa mengurangi tingkat kemacetan jalan sementara waktu juga dan tentunya pengendara motor yang sudah baik menguasai motornya juga tidak begitu khawatir jika menemukan pengendara motor asal jadi di jalan raya dalam waktu terlalu singkat.

3. Jalan raya terbatas: Karena seberapa banyak pertumbuhan perpanjangan jalan raya baru, tidak akan pernah bisa menyaingi tingkat kecepatan dan jumlah pengendara motor baru. Untuk itu diperlukan pengaturan, khususnya keberadaan motor. Memiliki sepeda motor kini sangat amat mudah, kredit DP 500rb pun motor bisa dimiliki, sedangkan sim c saat ini 175 doank? Astaga, masa sim c urusan lepas nyawa di jalan raya lebih murah daripada harga sebuah mesin?

4. Produsen Tidak Mikir: Kalau disebut produsen motor itu peduli soal keselamatan berlalu lintas, itu memang ada benarnya. Tapi jika soal apakah produsen motor peduli dengan tingkat jumlah populasi motor mereka di jalan raya sehingga bikin macet saya rasa mereka tidak peduli! Sekali lagi, namanya perusahaan itu selalu cari profit money: mereka memproduksi, menjual, mendapatkan uang dan untung, selanjutnya itu urusan pemerintah!

Lalu mengenai usia, saya sih inginnya usia minimum pembuatan sim itu 19thn, sebuah usia akhir belasan dan akan memasuki periode puluhan, atau setidaknya sudah punya KTP sih juga boleh aja. Menurut saya ini adalah usia yang cukup tepat karena bermakna anda siap untuk memulai tanggung jawab baru khususnya dengan berkendara dan menjaga nyawa anda di jalan raya diatas motor!

anak_sd

Jadi jika pak polisi melihat ada anak SMP di jalan raya pake motor saran saya: hentikan anak smp, fotoin aja anak smp berdiri di samping motornya, lakukan ini setiap kali melihat anak smp
pake motor berapa kalipun mrk melakukannya. Nah nanti itu sntk ketika perpanjangan bisa dikenakan denda dikalikan dengan jumlah ‘tangkapan’ bukti foto tersebut, katakanlah dendanya 25ribu, kalau satu anak smp ‘tertangkap’ sampe 10x kan lumayan tuh dendanya? Lagipula alasan apapun ortunya jelas BERSALAH membiarkan anaknya masih smp berangkat sekolah pake motor! Semisal anak smp-nya terlibat kecelakaan dengan pengendara motor yang sudah memenuhi syarat punya sim c dan si anak smp ini tewas, kira-kira nalarnya siapa yang salah? Dari hukum saja sudah jelas si anak smp ini salah juga walau rasa kehilangan/duka memang akan selalu ada dan menunjuk pihak yang lebih dewasa ‘dirasa’ secara moral masyarakat dianggap bersalah karena telah menghilangkan nyawa anak-anak. Aneh tho? Saya rasa tidak banyak anak smp di indonesia yang tingginya sudah setara anak smu kelas 3 untuk
sesuai mengendarai motor. Saya masih sering melihat anak smp tinggi badan gak seberapa pake motornya yang tingginya diatas rata-rata tubuh mereka, bahkan ada yang nekat pake motor laki juga!! Oya satu lagi, untuk mereka yang doyan trek-trekan balapan liar di jalan raya, saran saya untuk pak polisi, cabut sim c mereka seumur hidup dan tidak diijinkan meminta pendaftaran sim c baru dan hancurkan motor mereka di muka umum setelah proses hukum
sita selesai (gak usah dikembalikan/dilelang). Biarin lah mereka nangis-nangis, daripada trek-trekan pake taruhan segala dan membahayakan pengendara motor laennya di jalan. Percayalah, dari trek-trekan bisa berlanjut ke komunitas, sebagian akan jadi komunitas yang buruk dan berlanjut ke tindakan kriminalitas!

Sebagian dari anda akan langsung protes. Apa saya tidak berpikir orang indonesia ini sudah hidup susah, masih juga dikenakan biaya pembuatan sim c mahal pula? Saya mikir kok, saya pun hidup juga masih susah, tapi saya sadar sim c itu bisa diperpanjang setiap 5 tahun sekali, motor bisa dibeli murah dan dijual beli berkali kali sedangkan nyawa itu hanya diberikan sekali kita hidup. Bagaimana?

Atau gini saja, bagaimana perasaan anda bila anda merasa sudah mampu menguasai motor dan mengendalikan motor dengan baik ketika di jalan raya anda menemukan pengendara motor asal jadi pake motor saja dan justru membuat anda mikir bahwa nyawa anda akan segera berakhir dengan kehadiran orang-orang seperti itu di jalan raya. Apakah anda yakin merasa aman dan nyaman lagi di jalan raya berkendara dengan motor anda? Saya kasih contoh deh, sebuah motor matic 100cc, supirnya si suami, anak pertama usia 2thn berdiri berpijak di ruang kaki tengah, si istri membonceng dan menggendong anak kedua mereka yang belum ada 1thn usianya plus beberapa barang bawaan, pengendara motor ini ada di depan motor anda, di depan ada truk trailer, si pengendara dengan motor matic 100cc berusaha menyalip truk trailer di jalanan lurus rata di jalur padat dua arah. Bagaimana perasaan anda? Kalau ingin tahu hasilnya, lihat di tayangan peristiwa kecelakaan yang sering nongol di tv!

Saya kan tidak bilang orang tidak boleh punya sim c di artikel ini. Saya hanya katakan sebaiknya harga sim c dinaikkan dengan pertimbangan usia yang lebih matang lagi. Toh pada akhirnya ini demi keselamatan berkendara di jalan raya bersama-sama. Buat saya, jalan raya indonesia saat ini sudah terlalu amat sangat rawan dibandingkan jaman saya dulu, karena tingkat kemudahan
kepemilikan motor dan penerbitan sim c yang cepat, mudah dan terjangkau tapi tidak dibarengi dengan sikap dan mental orangnya yang butuh proses lama agar benar-benar dapat stabil di jalan raya. Jadi jika anda melihat makhluk sebangsa ichiro jakarta memberi keadilan di jalan raya, untuk saya pribadi saya mendukungnya!

Karena orang cenderung menjaga dan merawat dan menghargai sesuatu yang dihargai mahal walaupun sekedar dinilai rendah. Motor itu mahal sedangkan harga nyawa dinilai rendah, jadi anda masih akan sering melihat pengendara motor yang memiliki prinsip seperti ini di jalan raya. Saran saya? Selalu waspada!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s