Apa Yang Kurang Tepat Dari Honda Spacy

Sudah memasuki 3 hari si montok spacy bersama saya dan saya sudah cukup mengenal dekat motor ini. Sebelum saya membeli spacy tentu saya sudah melakukan survey terlebih dahulu.

Sebelumnya saya survey spacy tentang:

1. Mesin: Injeksi/Karbu?
2. Daya Tampung: Bagasi muat brp bnyk? Ruang tengah kaki pengendara seluas apa?
3. Tangki BBM: Muat berapa liter tuh?
4. Headlamp: Separated atau Full Body?
5. Front Disk Brake: Left/Right?

Untuk matic, bentuk motornya sedikit berpengaruh terhadap keputusan saya membeli.

Awalnya saya pikir untuk membeli motor second spacy berjenis injeksi, ya jelas itu adanya di versi tahun 2012. Saya coba cari-cari ternyata harganya susah dinego, dan akhirnya saya pilih spacy karbu inipun saya mikir banget…duh..pake motor mesin karbu lagi, dah kebayang udah matic pake karbu lagi saya udah membayangkan borosnya spt mio 2010 milik adik saya. Jadi saya memilih spacy 2011 karbu dengan lapang dada karena satu hal yaitu: Brand Quality! Ya saya ingat ini produk dari produsen HONDA dan bukan dari YAMAHA, dan karena saya sudah terlalu sering pake produk honda saya tau ciri khasnya memang bukan isapan jempol semata. Honda memang terkenal irit dan mesinnya bagus, jadilah saya plong lega iklas memilih spacy karbu dan sudah saya buktikan keiritannya memang sangat bagus!

Kemudian soal daya tampung, volume bagasinya memang terluas seantero matic non premium di indonesia. Memang sih bukan yang pertama mengeluarkan bagasi luas karena ada kymco yang sudah pernah jaman dulu merilisnya. Tapi daya tampung bagasinya inilah yang menjadi acuan saya selanjutnya, karena saya termasuk orang yang suka bepergian dengan membawa seabrek barang-barang. Lalu saya mikir, orang segede saya ini dengan paha kingkong apa muat di matic spacy? Dan ternyata kekhawatiran saya tidak terbukti, kaki saya dengan santai dapat masuk dan beristirahat di ruang tengah motor ini dan tidak terbentur ke dinding depan ruang tengahnya alias lapang sekali untuk ukuran kaki kingkong saya. Dan walau sudah masuk sepasang kaki kingkong pun ruang tengahnya masih muat diisi barang lainnya bahkan ada cantolan tas di body depan ruang tengahnya. Saya tipe orang yang cukup sering isi perut alias makan minum sepanjang perjalanan diatas motor, dan si montok spacy ini menyediakan ruang penyimpanan di sisi kanan kiri dalam sayapnya, sisi kiri lebih luas dan bisa menampung 2 teh botol hingga cemilan, sisi kanan lebih kecil tapi dapat menampung sekitar 1 powerbank dan 2 smartphone, alhasil perjalanan saya pulang dari semarang membawa si montok ke rumah saya berjalan menyenangkan karena bisa ngemil sambil mengendarai motor 😀

Memiliki motor non sport dengan kapasitas tangki yang besar memang menjadi dambaan karena selain lebih jarang mampir ke spbu juga dapat menempuh perjalanan yang lebih lama. Kapasitas tangki sebesar 5 literan sudah sangat cukup untuk sebuah motor matic.

Mengenai headlamp, ini memang pilihan saya yang lebih mikir soal kenyamanan dan keamanan berkendara saja. Saya memilih headlamp yang terpisah dari front body, saya tidak mau body cover depan spedometer sekedar pajangan statis tak bermakna seperti di matic honda beat gtuan lah. Saya ingin setiap kali berbelok arah cahaya headlamp juga ikut serta, bukannya malah masih lurus menerangi ruang lainnya. Saya hanya ingin aman saja ketika perjalanan malam hari sehingga mata saya lebih cepat merespon apa yang ada di depan kendaraan saya ketika ruang di depan belokan langsung diterangi cahaya lampu motor. Jenis matic dengan lampu menyatu ke body lebih membahayakan si pengendara karena otak memberi sinyal ke tubuh untuk membelokkan kendaraan tapi respon mata manusia tidak secepat mendapatkan perintah tersebut dari otak untuk memproses apa yang ada di depan kendaraan dengan posisi cahaya yang tidak cukup menerangi luasnya ruang berkendara di depan karena cahaya tidak serta merta saat itu juga berada dalam posisi yang tepat untuk menerangi ruang depan sehingga mata kurang baik merespon kemungkinan yang ada.

Terakhir adalah perihal rem cakram depan motor. Ini berlaku untuk jenis motor apa saja bagi saya pribadi loh ya. Untuk saya yang lahir dan besar di indonesia dan diberi rejeki sistem tubuh yang tidak kidal saya lebih mudah memproses dan beradaptasi pada sisi kanan bagian tubuh ini. Sejak pertama kali saya pakai motor di era 1990 semua motor baik rem depan cakram atau teromol dipasang di sisi kanan lengan ayun ban.

Sayangnya motor matic spacy ini konfigurasi rem cakram depannya berada di sisi kiri, dan hal ini sungguh jadi masalah untuk saya ketika membawa spacy pulang ke kota saya. Jari-jari kanan yang bertugas untuk menekan tuas rem cakram depan seketika itu juga membuat tubuh saya merasa tidak seimbang saat rem cakram bekerja. Saya bisa merasakan adanya ketidak-pas-an daya kerja rem cakram di sebelah kiri mengalir ke tubuh saya dimana semua terjadi dalam hitungan detik saja ketika tuas rem cakram ditekan. Dan belum lagi ketika berbelok ke arah kiri, saya merasa setang kemudi memang lebih “berpihak” ke arah kiri saat berbelok dibandingkan menggunakan motor yang selama ini rem depan berada di sisi kanan. Ini adalah motor kedua yang pernah saya gunakan di hidup saya dengan penempatan rem depan sebelah kiri, dulu pernah pakai motor bebek apa gtu saya lupa dan bener-bener gak cocok ke tubuh saya.

Jadi untuk saya pribadi, ketidak-tepatan motor spacy ini hanya satu saja yaitu posisi rem depan di sebelah kiri. Dan sayangnya honda pun tidak memproduksi sistem ini di satu tipe motornya saja!

Kemungkinan saya akan melakukan instalasi baru pada sistem rem depan spacy ini, saya ingin pindahkan rem cakram ini ke sisi kanan dan kabel spedometer di sisi kiri. Tapi semua ini menunggu si mekanik yang tepat untuk dapat mengerjakannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s