Honda Spacy – Welcome To My Life!

Untuk pembaca setia blog saya, pasti sudah tau apa motor saya terdahulu? Ya, dialah si jupiter z1 injeksi 2014. Dan pastinya anda sudah tahu juga saya sudah menjualnya semingguan lalu? Lalu timbul pertanyaan kalau begitu motor apa yang saya pakai saat ini?

Ya pasti anda sudah bisa menebaknya dari judul artikel yang satu ini. Selamat datang di artikel pertama yang akan menuliskan kisah pribadi motor matic honda spacy milik saya.

Honda Spacy, yup..saat ini saya beralih menggunakannya. Saya mendapatkan motor berwarna hijau keluaran tahun 2011 yang masih berkaburator ini di semarang kota tanggal 25 Agustus ini. Saya berhasil membelinya dengan harga yang masuk akal dengan kondisi barang yang masih baik pula berkat cari-cari di OLX hehehe. Dengan 6.8jt motor pun berpindah tangan dari harga asli penawaran penjual diatas 7jutaan. Ya, saya langsung ke tkp di semarang, cek barangnya, bayar, dan bawa pulang langsung sendirian malam hari pula. Untung penjualnya baek, maklum beliau berprofesi sebagai polisi. Untuk harga spacy segitu masih termasuk normal pasaran, dokumen lengkap pula dan kuncinya pun masih sepasang alias duaaaaa. Dan lucunya lagi, ternyata polisi ini rumahnya hanya berjarak 200an meter dari rumah teman saya, bahahaha 😀

Pasti pembaca yang sudah membaca kisah saya dan si jupi bertanya-tanya, kenapa mas ferry ganti dari moped ke matic? Alasannya apa?

1. Saya mencari matic karena saya butuh motor yang bisa memberikan fungsionalitas lebih.
2. Saya mencari matic karena saya butuh motor yang bisa menyediakan kenyamanan berkendara lebih baik.

Udah cuma dua itu saja alasannya. Gak ribet gak aneh-aneh.

Lalu pasti ada pertanyaan lagi, kenapa belinya malah motor bekas mas?

1. Jujur saya tidak berminat membeli motor matic baru, karena saya sudah menghitung antara harga tunai, harga kredit berbanding harga asli motornya (anda bisa cek sendiri faktur kendaraan anda sebagai info) dan harga motor bekasnya.

2. Saya juga sudah menghitung biaya perawatan (kondisi terberat) motor bekas dengan selisih biaya harga asli motor matic baru.

3. Saya cari motor bekas karena saya tidak gengsi dengan melirik motor bekas, tapi saya butuh antara perbandingan harga dan fungsionalitasnya.

Yup, cuma tiga alasan itu saja alasan saya memilih membeli motor matic bekas daripada beli baru.

Masih ada pertanyaan lagi? Lah kenapa dapat maticnya malah Honda Spacy sih mas? kan banyak tuh matic honda laen atau dari yamaha kek juga ada yang oke. Saya akan beritahukan alasan mengapa saya memutuskan memilih Honda Spacy daripada jenis matic lainnya.

1. Daya Tampung: Saya membutuhkan motor matic yang dapat memberikan saya daya tampung yang luas. Kasih tau saya matic kategori non-premium apa yang bisa menyaingi daya tampung honda spacy? Gak ada kan? Ya ini adalah alasan utamanya, yaitu daya tampung! Saya pun sudah mencobanya, kalau dulu pake jupiter saya harus bawa tas ransel penuh dan berat dan di bagasi jupi hanya bisa diisi jas hujan dan celananya plus beberapa komponen kit motor sederhana, saya harus jepit helm di tengah dengan paha pula plus kesusahan saat bawa gas melon 3kg. Sekarang baru dua hari pake honda spacy saya geleng-geleng kepala bukan maen, helm fullface saya pun bener-bener bisa masuk lega di bagasinya!! Bener-bener bukan ucapan iklan semata! Dan selain helm fullface/standard masuk, masih ada sisa ruang untuk menampung barang-barang kecil lainnya atau jas hujan pun bisa disematkan di dalam ruang kepala helm. Bahkan kemarin saya belanja beras 7kg pun masuk bagasi dengan lega! Bahahaha 😀

Jadi jujur saja ini pertama kali saya punya matic (dan pernah mencoba matic laennya) yang dapat menampung sangat banyak barang bawaan untuk ukuran cerita kehidupan saya dan saya sangat puas dengan fasilitas ini dan sangat membantu saya yang sering pergi kemana-mana bawa tidak sedikit barang bawaan.

2. Volume BBM Besar: Yup, ini adalah matic dengan kapasitas ruang tangki bbm yang sangat besar, menampung 5 liter-an bbm!! Dan hal ini juga sangat menyenangkan untuk saya.

3. Headlamp Terpisah: Ya, saya lebih cocok dengan matic dengan headlamp terpisah daripada menyatu dengan frame body depan. Alasannya saya lebih mikir soal keselamatan dan keamanan daripada sekedar identitas penampilan saja karena motor yang baik seharusnya arah lampu harus terus mengikuti perubahan kondisi steering saat dikendarai. Dan hal ini juga sudah diterapkan di sebagian merek dan tipe produsen mobil. Jadi untuk saya sangat tidak lucu dan tidak tepat bilamana mengendari motor saat membelok cahaya lampunya masih lurus sedangkan motor sudah mulai memasuki tikungannya! Not Safe For Your Eyes Focuss!

4. Body: Kebetulan saya tidak cocok aja dengan matic berbody kutilangdara alias Kurus Tinggi Langsing Dada Rata hehehe ya ini istilah saya untuk matic seperti honda beat, suzuki address de el el. Untuk saya bentuk body honda spacy ini ibarat seorang cewek yang montok dan kebayang itu pantat spacy semok jadi gimana gtu bahahaha. Jadi alasan ke-4 adalah saya cocok dengan bentuk body spacy, lucu bentuknya ndut ndut gimana gtu. Kalau saya pake yang langsing seperti beat bukan motornya yang diketawain tapi saya yang diketawain krn ibarat kingkong naek motor bahaha, tapi kalau pake spacy, masih fit in lah dengan ukuran tubuh saya yang besar jadi gak begitu mencolok mata orang juga.

Memang sih honda juga ada vario 110, 125, 150, saya tidak memilihnya karena alasan 1 diatas itu yaitu daya tampung. Jadi untuk saya pribadi, saya sudah memilih motor yang tepat untuk cerita kehidupan saya saat ini dan saya bersyukur dalam waktu singkat mendapatkan motor spacy ini sebagai pengganti si jupi.

Well, selamat datang honda spacy di kehidupan saya. Semoga betah melayani perjalanan saya 🙂

Iklan

2 thoughts on “Honda Spacy – Welcome To My Life!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s