Akhir Kisah Cinta Jupiter Z1 Injeksi 2014

Halo duniaaa..

Saya nongol kembali setelah beberapa bulan vakum tidak menulis artikel baru di blog ini. Biasa, cerita kehidupan naik turun sedih bahagia bikin galau tapi hidup harus terus berjalan dan kini akhirnya bisa nge-blog lagi. Amin.

Di tulisan saya kali ini mungkin anda yang sudah beberapa kali membaca artikel saya akan sedikit terkejut. Mengapa?

Hmm, saya akan jelaskan mengapa.. Sekitar seminggu lalu saya sudah memutuskan untuk mengakhiri kisah cinta perjalanan darat saya dengan jupiter z1 injeksi 2014 tercinta. Sudah 1thn 7bln kami lalui bersama lintas propinsi lintas pulau juga. Tapi saya memutuskan untuk mengakhiri kisah cinta kami karena alasan beberapa alasan.

Selama 1thn 7bln saya sudah merasakan performa jupiter z1 injeksi 2014. Sebagai speed lover saya sudah cukup merasa terpenuhi rasa icip-icip kecepatan dari sebuah moped. Tapi saya mulai lagi mengevaluasi si jupi, apa yang sudah saya keluarkan, apa yang sudah saya dapatkan, apa yang saya rasakan, dan apa harapan saya di hari depan dan saya akhirnya memutuskan menjualnya sekitar seminggu lalu.

Untuk saya pribadi, untuk sebuah gelar injeksi pada moped jupi tentu saya berharap pada tingkat keiritan konsumsi bbm dan percayalah saya sudah melakukan dari segi hardware dan jenis bbm untuk melakukannya. Namun yang susah adalah saya agak sulit untuk tidak membuka gas diatas 100kpj, diatas jupi saya selalu bergejolak untuk full throttle. Saya menghitung ulang semuanya, dari hal konsumsi bbm, biaya bbm dan perawatan rutin ringan selama 1.7thn saya sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk si jupi ini dan saya rasa sudah cukup sadar dengan biaya yang dikeluarkan utk si jupi ini dan selain itu saya selalu tidak merasa nyaman dengan bantingan suspensi belakangnya plus kenyamanan jok-nya dan pegalnya telapak kaki saya untuk pindah kopling selama perjalanan. Jadi ini semua lebih ke soal konsumsi bbm dan kenyamanan saja saya menjual si jupi.

Agak sedih juga melepasnya tapi saya juga tidak bisa untuk tidak mengindahkan hal kenyamanan yang saya butuhkan. Klo saya nurut ego saya akan lebih mempertahankan si jupi karena sudah cukup memberi saya kepuasan kecepatan/performa, tapi di cerita kehidupan saya, performa saja sudah tidak memadai.

Untuk sebuah moped injeksi, jujur menurut saya (dengan gaya riding saya sendiri) si jupi z1 2014 ini tidak irit amat bila saya bandingkan dengan yamaha vega lama saya yg masih karburator pun lebih irit si vega, apalagi dibandingkan dengan honda revo karbu beeuh si revo jelas sangat irit lagi. Kadang saya agak geleng-geleng kepala sih perjalanan ke semarang untuk setiap jarum bbm tinggal setengah sekali jalan saja saya bisa isi bbm si jupi hingga 3x memang sih narik gasnya diatas 80kpj di jalanan gk macet tp kan busi sudah iridium dan oli pun yang bagus non yamaha dan rantai sudah diseting normal. Berarti PP saya bisa 5-7x isi 1/2 tangki si jupi dan biaya bbmnya itu loh! Ya harus mikir itu juga!

Karena suka performa, saya mungkin kurang mengindahkan biaya pengeluaran bbm dan perawatan si jupi. Tapi pada akhirnya harus sadar juga. Dulu saya sempat membandingkan moped karbu dan injeksi yamaha, memang katanya injeksi lebih irit 30% (tapi ini kan tes pabrikan yg sudah dikondisikan) kenyataan di lapangan dari pemakaian pribadi si jupi saya tidak melihat iritnya bisa sampe 30%, paling sekitar 10% saja dan ini kurang wow untuk saya bila saya harus bandingkan dengan moped yamaha versi karbu yg ada.

Saya juga mikir tentang betapa capeknya saya menggunakan jupi karena tidak didukung kenyamanan jok dan suspensi belakang yang lebih baik bawaan pabrikannya. Jadi untuk orang segede saya, tulang belakang pun bisa pegal saat perjalanan jarak menengah dan jauh diatas jupi ini. Seandainya dua komponen itu dibuat lebih baik lagi pasti membuat si rider betah lama-lama.

Selain itu cerita kehidupan juga sudah membawa saya ke fase untuk cooling down, mulai mikir dari keluarga saya dan juga mikir masa depan pribadi saya. Jadi saya harus mengurangi mikir performa speed motor dan mikir soal kenyamanan dan fungsionalitas sebuah motor dan si jupi ini kurang dapat menjalankan kedua fungsi itu.

Untuk saat ini saya mengakhiri kisah cinta saya dengan performa dan kecepatan sepeda motor dan entah kapan saya bisa mencicipi rasa itu lagi.

Setahun tujuh bulan, suka duka bersama di perjalanan bersama jupiter z1 injeksi 2014, kini sudah berakhir.

Terima kasih jupiter z1 injeksi. See you again!

Iklan

2 thoughts on “Akhir Kisah Cinta Jupiter Z1 Injeksi 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s