Review Windows Phone Lumia 430, Smartphone Microsoft Windows Terintegrasi

Mungkin sebagian bertanya tanya apa maksudnya smartphone windows terintegrasi?

Saya gunakan kata microsoft windows bukan windows phone agar kita disini deal dulu bahwa integrasi yang dimaksud disini adalah integrasi smartphone umum ke sistem operasi komputer microsoft windows. Sudah clear?

Ok..lanjuuutt…

Ulasan kali ini akan membahas mengenai smartphone, sebuah perangkat telekomunikasi yang semakin memudahkan penggunanya untuk melakukan beragam aktivitas hanya dari sebuah perangkat telekomunikasi di dalam genggaman tangan kita. Smartphone yang akan saya bahas kali ini adalah smartphone dengan sistem operasi Windows Phone 8.1 memiliki nama produk Lumia, buatan perusahaan Microsoft. Jadi nama lengkapnya adalah, smartphone Microsoft Lumia tipe 430. Pihak microsoft sendiri setelah membeli Nokia, merilis smartphone buatannya menggunakan nama Microsoft Device, lumia adalah salah satu serinya.

Isi Paket Lumia 430

Lumia 430, begitulah singkat kata nama ini digunakan untuk smartphone yang dimaksud disini. Ini adalah sebuah perangkat smartphone low end atau kelas bawah yang dijual di indonesia yang saya tebus di blibli.com dengan harga promonya Rp.699.000,-. Harga aslinya yang saya temukan adalah Rp.999.000,-. Akhir akhir ini banyak toko online yang bekerja sama dengan microsoft untuk menjual produk Lumia-nya dengan potongan harga yang menarik, bisa sampai 30% lebih!

Smartphone lumia 430 adalah smartphone generasi tahun 2015 yang dirilis tidak berapa lama dari saudara kembarnya yaitu Lumia 435 (tidak akan dibahas disini). Perbedaan utamanya adalah pada bentuk sudut body smartphone dan ukuran kapasitas baterainya saja, lainnya sama saja.

Lumia 430 memiliki spesifikasi singkat;

  • OS: Windows Phone 8.1 dengan Lumia Denim (dapat terupdate ke Windows Phone 10 – rencananya).
  • RAM: 1GB
  • Processor: Dual Core 1.2Ghz
  • Memory Internal: 8GB
  • Support SDCard: YES, 128GB
  • Jaringan: 3.5G
  • Kamera Utama: 2MP
  • Kamera Depan: VGA
  • Dual Simcard: YA, mini simcard
  • Wifi, Bluetooth, GPS, Internet Sharing, dll

Ini adalah smartphone windows phone pertama saya. Alasan saya membeli seri paling low end ini adalah karena saya ingin memahami pola windows phone itu sendiri, kebetulan sebelumnya saya pemakai loyal android phone di motorola moto g saya. Saya membeli Lumia 430 dari sebuah toko online pada tanggal 16/5/2015 kemarin, dan pada saat saya menulis artikel ini, ini adalah hari ketiga saya menggunakan lumia ini. Hanya butuh dua hari saja untuk saya memahami pola windows phone ini dan melihat kelebihan dan kekurangan smartphone ini.

Setelah tiga hari (ya lebih tepatnya sih 2 hari lebih 2 jam saat saya menulis ini), berikut adalah pengalaman singkat saya dengan Microsoft Lumia 430:

Pola Windows Phone, pola disini memiliki beragam makna, karena pola sebuah kesatuan dari hal positif dan negatif pada produk ini. Yang pertama adalah:

1. BODY:

Microsoft Device merilis windows phone seri pertama hingga seri terkini 8.1 dengan seri Lumia-nya baik dari merek microsoft itu sendiri ataupun dari merek perusahaan lain umumnya body smartphone windows phone ini sama saja. Mungkin ini bisa menjadi ciri khas kesatuan model smartphone windows phone milik mereka seterusnya walau saya rasa kelak perlu juga bentuk yang lebih elegan dan menawan. Secara bentuk memang tidak ada yang istimewa, perbedaan seri low end 430 dengan lumia kelas atas umumnya ada di ukuran serta bentuk kameranya saja ini yang paling menonjol. Body Lumia 430 sendiri yang berukuran 4″ termasuk baik menurut saya pribadi, sudutnya membulat tidak kaku seperti kakaknya Lumia 435 (tiap orang punya kesukaan masing-masing ya). Body lumia 430 dibalut dengan bahan utama back casing/cover dari bahan plastik yang tidak memiliki struktur berpori di bodynya, jadi benar-benar rata halus dan berasa slippery alias licin. Pada bagian cover ini hanya terdapat logo dan tulisan nama Microsoft yang sangat tipis jadi tidak terlalu berasa juga.

Body Lumia 430
Body Lumia 430

Ada hal yang saya sukai dari keseluruhan bentuk back cover lumia 430 ini (dan sejenisnya) yaitu begitu rapatnya back cover ini memeluk bagian body screen-nya, sama sekali rapat tidak ada celah di bagian sisi manapun ketika back cover ini terpasang di body screen-nya. Sehingga membutuhkan kecermatan (dan sabar) ketika hendak membukanya kembali, setidaknya anda harus modal kuku di jari anda! Ya, membuka casing/back covernya memang rada sulit krn back cover body ini membalut ruang lebih luas daripada smartphone lainnya yang umumnya setengah ukuran tinggi back covernya yang hanya membalut bagian body utamanya.

Body lumia 430 sendiri pada bagian samping hanya terdapat dua tombol, yaitu tombol volume suara dan tombol on/off/lock. Sayangnya penempatannya untuk saya sendiri kurang nyaman dimana tombol power terletak di bagian bawah tombol volume, jadi ketika digunakan ditelapak tangan kiri, jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri agak aneh dan susah ketika berusaha menyalakan/mematikan/mengunci smartphone ini. Andai dibuat sama seperti model tombol volume dibawah tombol powernya seperti smartphone lain ini jelas lebih nyaman. Tombolnya sendiri juga terbuat dari plastik dan berukuran sangat tipis, ya benar-benar irit ukurannya sehingga agak tidak nyaman ketika menekannya. Di bagian bawah terdapat satu lubang usb mini untuk charging dan transfer data, dan di bagian atas terdapat lubang jack 3.5mm untuk headset dimana fungsi headset ini juga digunakan untuk mengaktifkan fungsi radio fm di lumia 430.

2. LAYAR:

Layar utama berukuran 4 inchi, namun tampilan utama tidak benar-benar full 4″. Terdapat ruang antara sisi atas, bawah dan samping kanan kiri pada layar yang telah diselimuti warna hitam. Ruang sisa sisi kanan dan kiri hanya terpakai beberapa milimeter saja namun ruang atas dan bawah-lah yang paling banyak memakan jatah layarnya. Layar ini menghasilkan warna 24bit, dengan resolusi maksimal WVGA (800 x 480) dan memiliki kerapatan piksel 235ppi. Untuk saya pribadi ini memang termasuk wajar untuk smartphone low end, apa yang anda harapkan dari windows phone seharga 699 ribu? Sebuah layar IPS? Kecerahan warna ini dapat diatur: otomatis, low, medium, dan high pada menu display-nya. wp_ss_20150525_0005Ketika diatur pada pola otomatis, sensor kecerahan beroperasi sangat baik. Sensor kecerahan ini terdapat pada sisi kiri tulisan Microsoft di layar utama hape ini (tidak bisa dilihat secara jelas). Untuk urusan sensor kecerahan ini saya berani membandingkannya dengan motorola moto g android saya, dimana Lumia 430 ini mengalahkan sensor kecerahan milik moto g dengan hasil memuaskan! Saya menggunakan pola sensor cahaya otomatis di lumia 430 ini di dalam ruangan, tidak diarahkan ke cahaya matahari, hanya bermodal lampu ruangan dan sensor cahayanya secara perlahan dan pasti mengikuti tingkat kecerahan cahaya ruangan! Ini tidak dapat dilakukan di moto g yang mana sensornya hanya sensitif pada cahaya matahari langsung! Hal ini sungguh mengejutkan saya, sebuah smartphone 600 ribuan windows phone menggunakan sensor cahaya yang berfungsi dengan sangat baik! Ketika saya menggunakannya di luar ruangan dimana cahaya matahari luas dan cerah, sensor cahaya lumia 430 langsung beradaptasi memberikan tingkat warna layar yang sepadan dan masih dapat dilihat dengan baik pula. Ini hal positif, satu nilai untuk Lumia 430. Ketika menggunakan pola sensor kecerahan maksimum/high, warna dan cahaya yang dihasilkan tidak terlalu mencolok di mata saya, artinya masih termasuk baik untuk mata apalagi bila anda pemakai kacamata seperti saya. Sayangnya, tombol fungsi touchscreen lumia ini pada layar tidak diberikan fungsi penerangan dan terpisah dari tampilan layar utama, sehingga ketika digunakan di area gelap ketiga tombolnya: Back, Home dan Search agak menyulitkan untuk dicari/digunakan.

Sensitifitas layarnya termasuk baik dan responsif namun tidak terlalu wow gtu lah 🙂 kadang masih saya temui bila hendak menekan tombol dari sudut kemiringan tertentu kurang responsif. Layar ini juga menjadi aktif bila dalam posisi lock screen diketuk sebanyak dua kali, mirip-mirip fasilitas di smartphone LG (knock on).

Pada posisi layar terkunci kita bisa memilih satu opsi aplikasi yang dapat digunakan sebagai background screen-nya dan juga satu fasilitas notifikasi yang muncul di bagian bawah background lock screennya.

3. HARDWARE:

Untuk sebuah smartphone berukuran 4″ dan memiliki berat 127,9 gram, smartphone ini memiliki paket hardware yang termasuk seimbang. Processornya sendiri menggunakan Qualcomm® Snapdragon™ 200 dual core berkecepatan 1200Ghz diselimuti memory ram 1GB dan memiliki harddisk memori 8GB dan masih dapat ditambahkan ke 128GB di memory eksternalnya. Untuk ukuran windows phone spek diatas sudah seimbang dan baik. Walau hanya bermodal ram 1GB, tapi windows phone memiliki pola sistem manajemen memory yang lebih baik ketimbang Android Phone dan iOS. Jadi walau lumia 430 saya ini sudah menggunakan space 5.61GB di memory hardisk internalnya dan hanya menyisakan 1.67GB namun proses aktivitas menggunakan windows phone ini tidak berasa lag sama sekali. Saya instal tidak sedikit aplikasi yang bekerja di background dan semua berjalan dengan baik di windows phone 8.1 ini. Begitu juga ketika aplikasi ada yang terinstal di sd card eksternal yang saya pasang di lumia 430 ini, walau sd card saya murahan bukan UHC dan bukan sekelas class 10 pun aplikasi masih bisa dijalankan dengan lancar tanpa lag. Untuk smartphone sekelas ini, kita juga akan heran dengan kapasitas extra yang bisa dimuat sampai 128GB di memory eksternal, biasanya juga mentok smartphone low end lain hanya dapat memuat memory eksternal mentok di 32GB.wp_ss_20150525_0006

Tentu soal cepat lambatnya sebuah smartphone tidak bisa disamaratakan bila sistem operasinya berbeda. Android phone memang rakus memory, jadi sangat wajar ram 1GB di android seri 4.x hingga 5.x menjadi tidak cukup lagi ketika aplikasi sudah mulai menjejali memory internalnya. Bila dibandingkan langsung dengan spek yang sama di android phone, urusan kecepatan akses isi smartphone windows phone masih lebih baik.

Walau lumia 430 merupakan windows phone seri low end, tapi sudah dibekali dengan gps on board namun sayangnya kualitas gps’nya kurang bagus, kurang presisi. Saya mencoba lock gps lokasi saya, justru yg terkunci posisi lokasi sekitar 100 meter dari posisi saya. Sedikit saya bandingkan dengan moto g milik saya gps-nya sangat bagus, jarak kunci gps posisi saya bisa sampai 2-3meter saja bahkan 0 meter sangat presisi sekali..

Untuk kualitas speaker tergolong biasa saja, bass-nya tidak nendang, treble juga biasa, untuk saya speker termasuk baik dan lumayan. Di dalam paket bawaan pembelian kita sudah diberi sebuah headset berwarna hitam dan kualitas headsetnya menurut saya biasa saja.

Yang saya suka di sektor ini adalah kemampuan sensor kepekaan cahayanya yang bisa menyesuaikan kondisi cahaya layar di ruangan apapun dengan lancar dan baik.

Wifi-nya sendiri menurut saya termasuk sensitif, kalau saya bandingkan dengan moto g android phone saya, wifi lumia 430 ini jauh lebih baik, daya tangkapnya termasuk cepat dan wifi jarak 50 meter masih tertangkap dengan baik. Setingan wifi termasuk sangat sederhana sekali tidak ada setingan advance ala android os, cukup detect dan konek saja, tidak bisa seting manual ip, dns, dan sebagainya.

Untuk kualitas bluetooth termasuk sangat baik, saat saya gunakan untuk pairing dengan windows 8.1 di laptop lenovo saya, deteksi berlangsung cepat, pairing mudah (standard spt lainnya) dan yang paling menarik adalah kemampuan transfer file yang sangat cepat, bahkan mengalahkan transfer bluetooth di moto g saya untuk ukuran file yang sama.

4. KAMERA:

Lumia 430 dibekali dengan dual camera, kamera belakang memiliki resolusi 2MP dan kamera depan menggunakan VGA yang dapat digunakan untuk voice call yang didukung dengan Skype Call. Sekali lagi, apa yang bisa kita harapkan untuk sebuah smartphone low end 600 ribuan? Sebuah kamera utama 5MP? Gak lah, 2MP menurut saya masih wajar daripada 1.3MP! Saya mencoba memotret di beberapa kondisi:

Di dalam kamar dengan cahaya matahari penerangan dari luar jendela kaca: Hasil yang didapatkan baik, noise tidak terlalu terlihat, tidak begitu tajam.

Foto makro: Diambil hari ini pukul 03.44WIB memotret keyboard laptop warna dasar hitam hanya diterangi layar monitor dan lampu led 8watt tepat diatas laptop hasilnya noise terlihat jelas, kualitas hasil foto tidak tajam.WP_20150525_001

Foto diluar ruangan: Kondisi cuaca matahari cerah, hasil fotonya termasuk baik, noise minim/tidak terlihat walau tidak tajam maklum resolusi cuma 2MP.

WP_20150526_003

Sedangkan untuk kamera depan yang hanya VGA untuk panggilan video call skype menurut saya sudah cukup lumayan dan baik bila digunakan di kondisi cahaya yang terang. Dan fungsi video call kamera depan dapat digunakan dengan lancar tanpa masalah. Kamera lumia 430 memiliki cukup banyak setingan yang bisa digunakan sesuka kita, mulai dari setingan ISO, Scenes (auto, night, sports, backlight), Ukuran (16:9 dan 4:3) sampai mode Burst (foto cepat multi frame). Namun kameranya tidak memiliki opsi geo tagging gps dan tidak memiliki fungsi zoom dan tidak ada opsi efek terintegrasi, fungsi editor hanya muncul ketika sebuah foto telah disimpan dan di edit di gallery. Fungsi respon kamera termasuk cepat dalam memotret dan menyimpan, namun untuk kecepatan frame pergerakan di layar termasuk biasa saja.

Tapi saya tidak terlalu berharap dengan kamera di lumia 430 ini. Saya membelinya bukan untuk aktivitas narsisme selfie atopun dokumentasi fotografi. Kebetulan saya lebih suka merekam gambar statis (memfoto) menggunakan kamera poket saya saja.

5. BATERAI:

Baterai oh baterai, berbicara soal baterai saya sulit melupakan baterai dari Nokia. Menurut saya pribadi baterai microsoft lumia ini memang sama saja dengan ala nokia tempo dulu. Lumia 430 memiliki kapasitas 1500 mAh dan sekali charging dengan penggunaan simcard tunggal dan mendapatkan sinyal 4 bar (lokasi tower bts telkomsel simcard 1 saya paling dekat berjarak 5km) digunakan dengan mode automatic brightness dan koneksi wifi nyala terus di rumah saya, baterai ini sanggup bertahan selama hampir 4 jam!! Untuk saya sendiri ini termasuk sangat baik! Bila digunakan dalam mode data simcard (dual simcard on, koneksi data di simcard 2) terus menerus baterai tidak dapat bertahan lebih dari 2 jam yang mana ini menurut saya wajar di lokasi saya yang koneksi 3G HSDPA belum merata, karena baterai terkuras untuk terus mencari dan mengunci sinyal dari provider telekomunikasi yang digunakan. Saat digunakan dalam mode standby single simcard tersebut tanpa koneksi internet sama sekali, baterai ini dapat bertahan lebih dari 24 jam dan masih tersisa sekitar 30%an. Dan yang menyenangkan adalah, baterai lumia 430 termasuk removable alias bisa dicomot dari body hape ini, jadi sangat memudahkan ganti baterai ala nokia tempo dulu ya 🙂

Baterai Lumia 430
Baterai Lumia 430
Cell Baterai Lumia 430
Cell Baterai Lumia 430

Di dalam windows phone lumia terdapat fasilitas standard untuk membantu menyimpan tenaga baterai alias baterry saver. Kondisi tenaga baterai tidak bisa dipukul rata karena ini juga terkait hal berapa simcard yang diaktifkan, seberapa jauhnya setiap simcard mencari dan mengunci sinyal operator dan juga aplikasi yang bekerja di background-nya.

Sayangnya charger lumia 430 berkapasitas output 2A ini termasuk charger dengan kabel yang pendek, malah justru lebih panjang kabel headsetnya! Tapi disisi lain, outputnya yang termasuk besar membuat proses charging menjadi lebih cepat.

Charger Lumia 430
Charger Lumia 430
Headset Lumia 430
Headset Lumia 430

Untuk anda yang sering bekerja dengan os windows di komputer, lumia 430 pun dapat menjadi mitra kerja anda. Dukungan integrasi diantara kedua sistem operasi ini berlangsung dengan baik. Bahkan hal sepele saja urusan ganti warna thema di windows phone ketika tersimpan juga ikut merubah warna tema di windows os 8.1 pada komputer saya. Tentu ini bisa dilakukan bila anda memiliki dan menggunakan satu akun microsoft, saya sendiri menggunakan akun email outlook.com saya.

Selain itu, dukungan office 2013 di laptop saya juga berlangsung mulus ke windows phone lumia 430 dan sebaliknya. Saya bisa melakukan aktivitas editing dan sync diantara keduanya dengan mudah.

Hal ini juga berlaku di Internet Explorer komputer kita, bila kita membuka sebuah tab browsing di internet explorer komputer maka juga akan terbuka di tabs other pada browser internet explorer windows phone.

Sejauh ini integrasi layanan di windows os dengan windows phone berjalan dengan baik. Ini memudahkan saya dalam bekerja, saya pun bisa melakukan remote laptop saya dari lumia 430 saya.

Kekurangan windows phone seri apapun biasanya ada di aplikasi windows store yang masih kurang jumlahnya, kurang mendapat update dan jenis aplikasi yang kurang variatif. Namun untuk kegunaan sehari-hari beberapa aplikasi di windows store memang sudah cukup.

Smartphone windows phone seharga 600 ribuan dalam genggaman menurut saya sudah murah dan baik, masalahnya bukan di hardware tapi di jumlah aplikasi yang kurang rame saja. Beli smartphone lumia harga murah, gratis ongkir se-indonesia pula, saya belanjanya disini.

Untuk anda yang ingin mencoba sistem operasi windows phone di sebuah smartphone, anda dapat mempertimbangkan untuk mencoba Lumia 430 ini sebelum anda mentargetkan seri Lumia yang lebih mahal harganya. Baca artikel ulasan windows phone saya berikutnya ya 🙂

Iklan

19 thoughts on “Review Windows Phone Lumia 430, Smartphone Microsoft Windows Terintegrasi

    1. Seingat saya nih mas lumia tsb bsa pilih slot simcard mana yg akan dpake utk koneksi data slot 1 dan 2 sama” bisa utk koneksi data tp qta hrs pilih dsetingan mana simcard data utama utk dgunakan sama spt d android.

      Salam.

      Suka

  1. mohon Pencerahan nya nya mas,,,dari awal beli,lumia 430 sya sering restar dan selalu di awali dgn kapal yg terbang alias mode pesawat gt ,Thanks

    Suka

    1. Apakah L430 anda sudah terupdate ke updates os terbaru 8.1? Jika sudah mendapatkan updates os 8.1-nya dan bermasalah spt itu, ada kemungkinan jika tidak di aplikasi yg anda gunakan, ada kendala di sistem hardware yang menangani mode airplane dan wifi-nya. Saran saya jika masih garansi, bawa ke servis center microsoft phone terdekat 🙂

      Suka

  2. Saya bluetooth video dari android ke lumia, berhasil. Video lamgsung saya buka, dan terputar lancar. Lalu saya close. Beberapa jam lagi saya ingin memutar video tersebut tidak tahu dimana lumia menyimpan hasil transfer file melalui bluetooth. Lumia saya saya hubungkan dengan PC juga masih belum bisa menemukan video tersebut.
    Mohon bantuannya.

    Suka

    1. Ya kasus anda juga pernah saya alami, utk urusan bluetooth dari android ke lumia sering begitu file entah dimana berada. Sedangkan jika utk urusan download langsung di WP biasanya jenis file yg di unduh langsung ditempatkan sesuai dengan folder jenis file tsb. Biasanya utk bluetooth file masuk ke memory hp lumia itu bukan ke memory card, atur dulu di bagian storage atur semua penempatan apapun masuk ke sd card. Restart lumia dan coba bluetooth file lagi seharusnya masuk ke folder file di sd card file yg ditransfer itu.

      Oya tidak semua jenis file yg ditransfer dapat disimpan di sistem OS WP sehingga tdk dpt disimpan permanen artinya hanya bisa dilihat seketika dibuka setelah file diterima tp tdk benar-benar disimpan di perangkat WP tsb oleh os WPnya, ini memang masih kelemahan WP 8.1 dan akan diperbaharui di WP 10. Jadi walau kita sudah buka semisal pake metro file manager ato konek ke windows phone pc software pun gak akan kelihatan filenya, ya ini bagian dari anomali OS WP itu sendiri.

      Suka

    1. Selama saya pake L430 saya sdh 2x update sistem os’nya on the air, terakhir 2hr lalu.

      Klo anda sudah update OSnya anda akan melihat perubahan pada saat boot up akan ada logo FC gtu spt logo sepakbola setelah logo bootup Windows.

      Sblm update L430 gk prnah ngehang sekalipun. Setelah update pun tetap lancar.

      Tp pas aja kemarin malam 19.26wib L430 saya restart sendiri krn saya pake dengerin musik dan maen Path Whatsapp n BBM. Restart d L430 milik saya krn proses baca tulis d memory card terlalu padat jd memory hp yg 1GB kurang responsif dlm memproses request penggunaan saya. Jd dkasus saya bukan masalah di L430nya.

      Nah kmbali ke anda, dr pertama pake sdh brp x restart sendiri. Klo anda pake memory card di L430 saya sarankan minimal yg tipe class 10 dan sebisa mungkin yg sudah UHC jd kinerja memory ram L430 gk jd berat dan gk ngehang terus.

      Ini tampilan bootup logo setelah proses update L430 selesai; http://s12.postimg.org/b3h7ca8fh/CKcrr_Mj_Us_AAj_CPo.jpg

      Salam.

      Suka

  3. Mengapa aplikasi manager file di lumia 430 saya tidak bisa menemukan file pdf. Padahal dowlod berkas file pdf berhasil.
    Jadi saya hanya bisa membuka hasil downlod pdf bila klik adobe reader baru bisa muncul hasil berkas file pdf yang telah didownlod.???
    Kalau pada android , klik file manager langsung muncul semua hasil downlod apa pun bentuk berkas filenya.

    Suka

    1. Ya, ini masih salah satu kelemahan dari windows phone, walau ada transfer file dari smartphone/pc ke windows phone, bbrp file tertentu tdk dpt mudah ditemukan dan dibuka: .zip, .pdf, .rar, dll.

      Utk bisa mengakses ini diperlukan aplikasi file manager bisa di download di windows store, saya pakai spt: metro file manager. Windows phone blm bisa refresh automatic setiap ada pembaharuan file di setiap folder, harus manual dan kadang harus add folder tsb dulu di file manager baru bisa dilihat isinya.

      Contoh lain spt ketika kita hendak menggunakan ringtone sendiri di windows phone hanya bisa menggunakan salah satu file berformat m4a utk djadikan ringtone, file mp3 tdk bisa djadikan ringtone.

      Mungkin ini akan mjd perbaikan di windows phone 10.

      Suka

    1. Halo mbak, Lumia dng windows phone 8.1 tidak memerlukan aplikasi semacam itu spt di android. Windows phone lebih unggul dalam hal manajemen memory. Bahkan bisa dikatakan smartphone windows phone adalah smartphone anti hang karena selama saya pakai mati”an pun gak pernah hang sama sekali. Di windows phone, aplikasi tdk selalu bekerja di background, berbeda dng di android ketika aplikasi terkoneksi ke internet, maka aplikasi background akan bekerja dan rakus data. Jadi dng RAM 1GB saja di windows phone sudah smooth sekali, bahkan tdk lag utk browsing, multimedia, hingga main game berbeda dng di android 1GB memory ram sudah sangat tdk ckp, maka dari itu tdk masuk akal juga semakin tinggi memory ram di android dng semakin baru versi androidnya, tetap saja memory di android tdk akan seimbang alias rakus dan bikin lemot dipakeknya. Semoga jwbnya sudah lebih dari ckp ya 🙂

      Suka

      1. kalau terkoneksi ke inet belum tentu apps di background kerja ya ? jadi klo ada notif messenger secamam lin*, wa, dkk, notifnya susah masuk dong ?

        Suka

        1. 1. Saat terkoneksi ke internet, aplikasinya hanya yang terbuka atau yg punya hak background akan ada notifikasinya. Ada menu pengaturan background usage di windows phone 8.1 jadi bisa diatur aplikasi apa saja yg bekerja di background saat konek internet.
          2. Notifikasi muncul di icon aplikasi dan notif bar juga utk aplikasi apapun asal diseting aja di windows phone.

          Dari rumor sih, ini windows phone 8.1 di lumia akan dpt update ke windows phone 10, barengan dng upgrade windows 10 versi PC tgl 29 Juni ini waktu amerika. Pastinya bakal lebih baik 🙂

          Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s