Vbelt Yamaha Mio Jebol, Hatipun Dongkol

Alkisah cerita ini bermula pada tanggal 10 Maret 2015 beberapa hari lalu, saat motor matic mio keluaran 2010 milik adik saya mendadak bermasalah parah di tengah jalan saat pulang kantor.

Sudah pulang jam 6 malam, masih 15km lagi sebelum sampai rumah, udah di jalan gk ada penerangan jalan gelap gulita, adik saya dalam keadaan hamil 3bln mendorong mio yang rusak mesinnya hingga sampai di tempat berpenghuni yang terang dan cukup tenang karena 20 meter sisi kanan jalan sudah ada mini market indomaret.

Dan jam 17.30an saya dihubungi adik saya minta dijemput, beuh kaget saya mengetahui adik saya mengabari motornya mati di tengah jalanan gelap buta mana mo magrib pula. Jujur berita pembegalan beberapa minggu terakhir cukup membuat saya lebih concern dng keselamatan adik saya yang kerja di banjarnegara, tiap hari pulang pergi pakai motor sendiri. Dan untuk anda yang tau jalanan dua kota ini pasti tau ini jalanan tidak begitu halus, bergelombang, banyak area blank spot dan gelap karena kurangnya penerangan jalan yang sudah masuk area banjarnegara. Jadilah setiap sore saya selalu melek demi memastikan adik saya pulang selamat, ya memang belum saya ketahui ada berita pembegalan di jalanan antar kota ini, tapi namanya juga sebagai kakak, wajib waspada dan kritis daripada krisis belakangan tho?

Saya pikir mionya hanya macet mesin saja gk bisa di starter electrik ato manual, maklum mio lama, mentok di kuasa aki-nya yang memang saya akui belum saya charge ulang. Tapi feeling saya kok lain ya, klo cuma sekedar nyalain mesin mau manual pun adik saya masih sanggup. Karena sangat was was, dikebutlah si jupiter z1 mencari adik saya ditengah kegelapan malam dikebutlah diatas 100km per jam dan beruntung adik saya mengenali ciri khas lampu led dan lampu drl yang terpasang di motor saya dan akhirnya kami bertemu, saya melihat adik saya mendorong mio macet itu, beuh makin saya gak karuan perasaan ini, kasihan lebih tepatnya lihat adik saya itu.

Saya cek mionya, nyalakan mesin, dan suaranya terdengar sangat aneh, baru kali ini saya mendengar matic mio gelisah parah spt itu suaranya, seperti terdengar ada gemrisik di dalam ruang kosong yang sama sekali tidak memberikan daya putar, saya gas tapi ban belakang tidak berputar. Langsung-lah saya vonis ini matic udah knock out, tali Vbelt-nya pasti putus. Maklum km si mio sudah mencapai kisaran 40180km dan dari pertama beli belum pernah ganti Vbelt, yang mana memang sesuai petunjuk usia tali Vbelt mio harus diganti saat mencapai km 30rb.

Clingak clinguk sana sini untung belum sepi benar, di sisi jalan ada rumah warga, saya tengok dua rumah dan amin.. di rumah kedua warung kecil sang ibu yang sedang melayani pelanggan menjawab permintaan bantuan saya, sang ibu baik ini memiliki tali tambang plastik yang dapat dipinjamkan kepada kami. Dan singkat kata, tali yang ckp panjang ini saya ikatkan di behel pegangan pembonceng jupi z1 dan saya ikatkan ke celah plat nomor mio dan melingkar ke bawah headlamp mio.

Pelan-pelan saya menarik mio, jujur ini seumur-umur saya pakai motor menarik motor lain pake tali tambang plastik. Dengan kecepatan berkisar 30-40km bermodal gigi 1 dan gigi 2, jarak 15km dapat ditempuh dengan selamat walau jalanan tidak sepenuhnya mendatar, ada beberapa bagian berliku dan tanjakan tapi si jupi z1 yang saya rawat sepenuh hati mampu menarik si mio plus adik saya sampai rumah kami.

Dan keesokan harinya, adik saya kembali bekerja dng menggunakan si jupi dan saya membawa si mio pake ngos”an ke bengkel yamaha terdekat, jaraknya memang dekat sih sekitar 200m, tapi masalahnya jalanannya itu menanjak, sungguh sangat ngos”an kehabisan napas dorong mio mati ini.

Vbelt mio hancur

Sampai di bengel yamaha di wonosobo, dibukalah blok mesin mio ini, dan betul apa yang saya pikirkan, si Vbelt mio sudah hancur!! Kondisinya sudah putus, mengeluarkan serat karetnya dan sebagian potongan hancur lebur di dalam blok maticnya. Parah buanget!

Dan akhirnya ganti Vbelt baru yang ditebus dengan harga Rp.73.000,-. Pengerjaannya pun memakan waktu 1 jam, dari benerin suara krik krik ketika nge-gas motor sampe pasang semua part, ini pertama kali saya servis vbelt matic dan saya perhatikan terus mekaniknya sabar dan telaten dan komunikatif, bahkan aki mio yang kurang daya listrik pun langsung di-charge.

Yang dikerjakan plus harganya:

1. Bongkar pasang blok mesin dan pasang vbelt – Rp.45.000,-

2. Vbelt mio – Rp.73.000,-

3. Ganti oli gir (keputusan saya sendiri) – Rp.13.000,- (setahun lalu harga resmi di bengkel yamaha hanya 8 ribu doank).

4. Charge aki (si mekanik gak nanya saya dulu) kena ongkos – Rp.10.000,-

5. Beli Yamaha Carbon Cleaner (yang ini untuk si jupi) – Rp.25.000,-

Total servis yang berhubungan dengan mesin mio 1 – 3 diatas habis Rp.131.000,-

 

 

Penampakan bongkar blok Vbelt mio

Jadi itungannya, setiap 30ribu kilometer, urusan ganti Vbelt mio bisa menghabiskan Rp.131.000,- yang mana menurut saya biaya ini masih dikategorikan terjangkau. Menurut saya ganti oli gir juga merupakan keputusan yang baik walo memang usia ganti oli gir gak setiap 30 ribu km, biasanya ikut dganti saat ganti oli mesin supaya kinerjanya seimbang. Tapi juga lebih bijak bila ikut diganti saat Vbelt sedang diganti baru pula. Kalau agan mau beli vbelt asli, harga udah murah plus gratis ongkir se-indonesia, cobain beli disini.

Setelah diganti, diseting ulang lagi, si mio tidak berdesah krik krik lagi seperti yang biasa kita dengarkan di matic yamaha mio itu. Dan si mio sudah saya uji mesinnya masih bagus, responsif walo usia sudah 5 tahun tapi si mio ini dapat ditarik sampai 100km πŸ˜€ puaaass puaass buangeett πŸ˜€

Penampakan Vbelt baru terpasang

Satu-satunya yang saya ubah dari mio ini hanyalah busi, saya mengganti busi standard pabrikan dengan busi iridium merk bosch dng jenis yang sama seperti di jupi z1 milik saya.

Rencana beberapa hari lagi akan ngecharge aki mio, dan bulan depan akan pasang electrical stabilizer di aki-nya dan pasang drl sepasang di mio supaya terang malam hari jadi lebih aman terlihat dari depan dan belakang di kondisi jalanan gelap.

Sekarang tinggal menunggu 28ribu km untuk ganti Vbelt lagi, yang mana ini masih sangat lamaaaa sekaleee. Si jupi z1 saja sangat intensif digunakan dalam setahun masih mentok di 9200km-an πŸ˜€

 

 

So, untuk anda pecinta matik, resiko terbesar memang VBelt putus, anda harus benar-benar memperhatikan jumlah kilometer di motor anda, sebaiknya jangan ganti Vbelt sampe mentok bener di 30rb-an km, gantilah sekitar 2800km, untuk mio, VBelt seharga 73ribu plus bongkar pasang seharga 45ribu sudah sangat terjangkau bila dibandingkan dengan keberlangsungan masa pakai mesin matic anda dan keselamatan anda.

 

Iklan

2 thoughts on “Vbelt Yamaha Mio Jebol, Hatipun Dongkol

    1. Gk tau mana yg bener yg saya baca dbuku panduan tiap 30rb km dan dpapan info suku cadang bengkel yamaha juga sama πŸ™‚
      Tp biasanya masuk 25rb dah gk kuat tarikannya artinya vbelt dah kendor

      Suka

Komentar ditutup.