Dilema Motor Bebek dan Motor Matic

Sudah beberapa hari terakhir ini saya berpikir dan banyak berpikir, tentang tunggangan kuda besi.

Sudah satu tahun ini saya menggunakan kuda besi Yamaha Jupiter Z1 Injeksi, banyak kisah suka dukanya, tapi lebih banyak suka-nya sih πŸ™‚ Entah sudah berapa banyak biaya saya habiskan dalam setahun terakhir ini untuk merawat si jupi, udah lebih dari 5x ganti oli demi mendapatkan performa terbaiknya, ganti busi iridium, udah pasang aksesoris dari lampu led hingga drl hingga pasang electrical stabilzer hingga ratusan liter bahan bakar. Dan dalam satu tahun ini si jupi sudah mendapatkan 1x penggantian sepasang ban depan dan belakang dan bersyukur belum pernah kecelakaan atau sampai terjatuh hanya karena standard samping berada di landasan yang tidak kuat. Setahun ini semuanya lancar.

Dukanya ya itu tadi, ratusan liter bbm sudah diminum, mulai dari premium hingga pertamax dan dihajar pula dengan carbon cleaner. Yah bisa dikatakan ini motor bebek yamaha terbaik kedua setelah jupiter mx 135 jaman doeloe yang sempat saya miliki.

Apa sih enaknya punya motor bebek?

  1. Kontrol kekuatan di tangan pengendara sepenuhnya: Ya, anda yang sudah merasakan matic dan motor bebek pasti ngerti maksud saya. Motor bebek bisa dihajar melebihi batas maksimum risk profile-nya, baik dia sistem motor karburator ataupun injeksi. Mungkin kesannya gak ringkas ya (untuk orang yang udah ketagihan motor matic) karena motor bebek masih ganti gigi manual (saya katakan manual, karena walo dia pakai transmisi gigi otomatis tetep aja genjot ganti gigi pake telapak kaki kita kan?).Jupiter Z1 Injeksi
  2. Lebih banyak opsi modifikasi: Ya, motor bebek itu lebih nikmat dimodifikasi, lebih banyak aksesoris untuk motor bebek yang dapat memuaskan kreativitas si empunya motor. Dari hal sepele seperti rantai aja coba, ada yang warna warni, knalpot hingga busi racing pun pasti memberi efek lebih.
  3. Lebih bertenaga: Ya, motor bebek sejatinya memang lebih memiliki tenaga dan lebih stabil baik mulai dari dari jalanan datar hingga tanjakan masih bisa memberikan performa yang lebih baik.
  4. Lebih lincah: Ya, walo memang ganti gigi-nya masih manual, tapi urusan kelincahan sebenarnya motor bebek lebih lincah baik di jalanan sempit perkotaan hingga berkelok-kelok menanjak.
  5. Lebih berasa naik motor: Ya, karena pengendara motor bebek lebih fokus dan lebih nyadar diri dengan indera tubuhnya, lebih banyak sensor di tubuh pengendara motor bebek yang memberi insting berkendara lebih ‘nyadar’ karena kontrol gas dan perseneling di motor bebek masih difungsikan secara manual.
  6. Rider Pantang Manja: Hehehe ini sebutan dari saya karena banyak hal di motor bebek masih manual, dan banyak aktivitas kaki dan tangan oleh si pengendara, jadinya saya sebut begitu. Karena semua masih dikerjakan sendiri oleh si pengendara jadi saya bisa katakan pengendara motor bebek itu lebih ‘mandiri’.
  7. Ada lagi yang mo nambahin?

Apa sih gak enaknya punya motor bebek?

  • Lebih mikir: Ya, ini kata mikir bisa diasumsikan ke banyak hal, mulai dari mikir soal bahan bakar (djamin lah punya motor bebek mikir bbm lebih sering) hingga soal rantai kendor?
  • Lebih boros? Hmm, mungkin benar bisa dikatakan demikian ya, sekarang kita lihat saja faktanya pengembangan dukungan teknis keiritan bbm untuk motor bebek kalah dengan motor jenis matic kan?
  • Lebih sering merawat motor: Ya ini tentu benar, karena motor bebek punya ruang komponen bergerak terbuka lebih banyak dibandingkan motor jenis matic. Hal yang paling sederhana dimulai dari merawat rantai-nya hingga mencuci motor (apalagi klo udah menerjang arus air tinggi atau hujan).
  • Lebih keluar biaya: Ya, dengan banyaknya komponen bergerak terbuka hingga keganasan performanya, dibutuhkan biaya perawatan lebih banyak dibandingkan motor jenis matic.
  • Ada lagi yang mo nambahin?

Jika kita lihat beberapa tahun terakhir ini, produsen motor di indo, khususnya pabrikan jepang, memang lebih banyak menelurkan spesies dan turunan motor matic ketimbang motor bebek. Dan pengembangaan dukungan teknis mesinnya pun jauh lebih rutin untuk motor matic. Saya gak sebut motor bebek di anak tirikan ya, karena mau dikembangin sejauh apapun juga bila bicara soal keiritan bbm, motor matic memang juaranya, tapi disisi lain soal performa tenaga motor bebek boleh berbangga hati. Jadi ini kadang buat saya dilema untuk memilih jenis motor.

Apa sih enaknya punya motor matic?

  1. Tinggal Nge-GAS: Ya, ini faktanya, pengendara cukup duduk di jok, naikkan kaki sambil nge-gas motor pun jalan. Seperti berasa di awan-awan ya tinggal ngegas kendaraan bisa berjalan tanpa perlu capek” ganti gigi naik turun, bisa dikatakan kaki pengendara matic tidak perlu dipijit dalam waktu lama πŸ˜€vario-esp-125cbs_black
  2. Lebih fungsional: Bisa dikatakan demikian, coba anda cek motor matic sekarang ukuran storage bagasinya lebih melimpah, sampe satu helm fullface pun bisa disimpan (walo nyatanya yg dimaksud helm in itu pake ukuran helm standard pabrikan motor tsb). Bagasi extra luas dapat menampung berbagai items, ada gantungan barang, ada slot storage kosong di sisi kanan kiri samping lubang kunci kontak.
  3. Lebih berteknologi: Ya, dukungan fitur-fitur teknologi baru memang lebih sering diberikan ke motor matic, dimulai dari switch off standard samping, switch brake comby hingga switch brake lock, fitur penghemat bbm yang makin menggila, fitur motor key alarm finder, bahkan hingga penggunaan teknologi lampu led!
  4. Lebih hemat bbm: Ya ini memang fakta ya, soal kemampuan irit bbm ini-lah yang sejak awal digadang-gadang pabrikan motor jepang sebagai bagian dari teknologi motor matic. Apalagi sekarang ada produsen motor jepang yang merilis data 1 liter bbm (entah itu premium/pertamax gk disebutkan) dapat mencapai kisaran diatas 50km! Beuh, ini dia nih yang bikin empunya motor bebek rada keblinger.
  5. Lebih banyak ruang tampung: Ya, selain bagian dalamnya (bagasi), bagian luarnya pun lebih memiliki daya tampung manusia lebih banyak ketimbang motor bebek, memang sih matic ada yang slim ada yang montok (mio berbanding vario) dan yang montok seperti vario bisa menampung hingga banyak manusia, ada yang gila sampe tiga anak” plus dua orang dewasa tertampung dng motor matic montok, itu pun belum ditambah extra bagasi yang dipasang aneh-aneh sendiri.
  6. Lebih stabil: Motor matic memiliki kecenderungan stabilitas yang lebih baik. Semua bagian, posisi hingga keseimbangan benar-benar dibangun dengan baik. Kestabilan dan kenyamanan-nya memang tidak diragukan lagi baik untuk jalanan datar hingga tanjakan ataupun berkelok-kelok tetap stabil.
  7. Lebih nyaman: Ya elah ini pake dijelasin juga!?
  8. Lebih hemat biaya perawatan: Secara umum komponen ruang bergerak terbuka di motor matic sangat minim dibandingkan motor bebek. Hampir semua komponen bergerak disimpan rapat di dalam blok mesin, paling yang bisa dilihat terbuka adalah kipas di sisi samping dekat knalpotnya. Jadi apa yang mo dirawat lagi? Biasanya yang rutin-rutin saja yaitu oli mesin, hingga radiator juga air aki.
  9. Ada lagi yang mo nambahin?

Apa sih gak enaknya punya motor matic?

  • Secara umum harganya bisa lebih mahal dibandingkan motor bebek walo kisaran cc yang sama.
  • Keblablasan Kebebasan: Yang saya maksud disini adalah untuk anda yang belum memiliki SIM tapi kadang keluarga sudah memberikan “tanggungjawab” kepada anda untuk mengendarai matic. Alasan yang paling sering diutarakan: motor matic mudah digunakan tinggal naik – ngegas dan motor jalan, ukurannya lebih ramping, gak begitu berat (untuk matic slim). Jadi jangan terperangah lagi di jaman sekarang anda lihat anak SD pun sudah pake matic slim berboncengan dengan anak seumurannya, inilah yang saya maksud kemudahan yang keblablasan.
  • Terlalu manja: Ya saking mudahnya mengoperasikan motor matic, serasa dilayani oleh motornya itu sendiri dan bisa jadi lebih sering lupa daratan dalam mengendarainya ketimbang pengguna motor bebek.
  • Minim Aksesoris: Memang sih motor matic bisa diberi aksesoris, tapi jumlahnya jauh lebih terbatas dibandingkan motor bebek. Selain karena ruang ruang bergerak terbuka yang minim, ruangan body luar motor matic pun memiliki ukuran sedikit untuk memasang permak modifikasi pihak ketiga.
  • Tenaga terbatas: Performa matic biasanya jago dipacu di jalanan mendatar, urusan jalanan menurun rem mesin motor bebek lebih baik dibandingkan motor matic, dan di jalanan menanjak jelas motor bebek lebih powerful dibandingkan motor matic. Biasanya performa matic mulai menurun setelah 30rb km.
  • Ada lagi yang mo nambahin?moped_matic

Ya memang sih tidak bisa disamaratakan langsung antara motor bebek dan motor matic, soal mesin hingga pengguna berbeda-beda, pun terlepas dari semua itu, pengguna memilih motor bebek atau matic pasti punya alasan sendiri-sendiri.

Tidak ada salahnya memilliki motor bebek pun tidak salah juga memiliki motor matic, yang penting caranya memiliki halal adanya dan dapat digunakan sebijak mungkin.

Saya sendiri minat dengan motor matic, juga gk bisa jauh-jauh dari motor bebek. Ujung-ujungnya penggunaannya bisa disesuaikan dengan kondisi.

Iklan

4 thoughts on “Dilema Motor Bebek dan Motor Matic

    1. Terakhir saya wheelie jaman 1990an dng yamaha rxz dan sjk itu gk pernah lg krn dlarang keluarga. Lah skrg malah mas minta saya kasih tutorial wheelie pake jupi πŸ˜€ hadoohh mas bikin saya nostalgia saja.

      Wheelie statis ckp dlm kondisi motor berhenti,rem ban dpn,masukin gigi 1 (tahan), putar gas setengah putaran, lepas rem lalu lepas gigi 1 tsb tambah sedikit angkatan dsetang maka wheelie pun dapat dnikmati dng resiko tanggung sendiri. Itu wheelie statis ya (peribahasa saya), klo yg wheelie dlm keadaan motor berjalan anda pasti sudah tau lah caranya πŸ˜€

      Suka

Komentar ditutup.