Voltage Stabilizer Aki: Listrik Motor Stabil, Tenaga Lebih Nendang!

Haloo bro, gmana kabar motor anda hari ini? lemah letih lesu plus letoy? hehehe… mungkin artikel saya berikut ini bisa berguna untuk vitalitas motor anda.

Setelah kemarin” saya membahas kebutuhan motor dari oli hingga busi, sekarang saya akan membahas mengenai kebutuhan lainnya yang tentu tidak kalah pentingnya.

Apaan tuh (gaya ala jaja miharja) 😀

Kali ini saya akan membahas mengenai kelistrikan motor!

Yup, benar. Sebuah motor tanpa adanya sistem kelistrikan hanya menjadi sebuah patung. Busi saja untuk beroperasi harus mendapatkan percikan listrik supaya elektrodanya memancarkan percikan api dan terjadilah pembakaran dalam ruang mesin. Itu baru pentingnya kelistrikan untuk busi, lha bagaimana dengan lampu – lampu motor anda? penting juga kan?

Ok, singkat kata sebuah motor mendapatkan arus kelistrikan dari AKI. Klo gk tau aki cari tau dulu di wikipedia 😛

Untuk beroperasi dalam sistem kelistrikan normal dimana komponen kelistrikan sudah ditentukan dari pabrikan ya seperti itu: lampu utama 25watt, lampu senja, lampu sein, lampu rem, starter listrik dsb…semua sudah dibuat dengan standard pabrikan dan umumnya pada motor semua komponen tersebut diberi tenaga dari sebuah sumber AKI berkapasitas 12V. Nah untuk mencegah terjadinya konsleting kelistrikan, motor pun dari pabrikannya sudah diberi sekring.

Itu penjelasan sederhananya, nah yang terjadi pada motor saya adalah sistem kelistrikannya sudah non-pabrikan lagi alias saya sudah menambahkan beberapa komponen lain yang memerlukan tenaga dari aki motor saya.

Saya memasang: 2 lampu led strobo 21 led pada lampu senja dan dua lampu drl 17cm berkapasitas nyala @ 7 watt yang terangnya minta ampuuunn mata saya sempat silau bbrp detik melihat nyalanya pertama kali. Untuk headlamp atau lampu utama motor saya yang kebetulan dual headlamp, saya mengganti lampu pabrikan 25 watt dengan lampu headlamp berwarna kuning all weather dengan kapasitas terang 3000K sebesar masing-masing sama 25watt sesuai standard watt pabrikan motor saya. Soal headlamp akan saya tulis terpisah ya.

Ok kembali ke komponen kelistrikan asing di motor saya, 2 lampu 21 led plus 4 lampu drl 17cm @ 7 watt, ini memang dapat diatasi oleh aki motor saya. Memang saya hanya menyalakan lampu drl tersebut di malam hari dan itupun gak tiap malam saya keluar rumah pakai motor.

Nah pertanyaannya buat saya:

1. Bagaimana mempertahankan arus listrik yang stabil untuk sistem kelistrikan lampu” di motor saya?

2. Bagaimana saya dapat mempertahankan kondisi kelistrikan untuk nyala elektroda busi dengan stabil dengan tambahan komponen diatas?

3. Bagaimana bila semua sistem kelistrikan lampu nyala di malam hari tapi tidak sampai mengorbankan pasokan listrik ke busi saat mesin beroperasi?
vr2
Memang aksesoris lampu tambahan yang dipasang di motor saya masih tergolong normal, tapi saya ingin kelistrikan motor yang stabil, untuk itulah saya cari solusinya.

Solusinya adalah saya harus menggunakan voltage stabilizer untuk aki motor saya. Seperti dilihat di gambar pertama, itu adalah produk jenis voltage stabilizer yang baru saya terima hari ini. Merek produk saya samarkan dulu ya sampai saya selesai mendapatkan gambaran hasil baik buruknya untuk motor saya, ya paling gak 1-2minggu dulu baru saya tulis tambahan di artikel ini.

Cara pakainya: kabel merah sambung ke kutub positif aki (warna merah/sebelah kanan) dan kabel warna hitam disambungkan ke kutub negatif aki (warna hitam/sebelah kiri) dan selesailah intalasinya, so easy! begitu mudah. vr5Tapi pada proses instalasinya anda jangan jantungan ya, soalnya ketika kabel” tersebut disambungkan ke masing-masing kutub aki, dia akan mempercikkan bunga listrik dan tentu berbunyi percikan bunga listrik… kalau anda tidak kuat nyali alias ragu atau takut motor anda kenapa” lebih baik tidak usah dipasang! hehehe 😀

Voltage Stabilizer -> input ke AKI 12V (aki kering/basah terserah asal 12V) -> Voltage Stabilizer menyimpan arus aki -> Mengeluarkan arus ke aki dengan penstabilan arus ke sistem kelistrikan motor. Begitulah prosesnya. Sebenarnya tidak bisa dikatakan menyimpan arus listrik aki ya, bahasa saya maksudnya adalah kabel ini nempel di kutub aki, ketika aki hendak mengeluarkan arus, produk ini membantu memproses pengeluaran arus listrik yang stabil untuk semua kebutuhan kelistrikan motor, ini berlaku dari lampu-lampu di motor hingga output arus ke koil busi.

Mengapa saya memasang produk gnian?

1. Saya ingin arus keluar dari aki benar-benar stabil walau semua komponen kelistrikan motor saya digunakan bersamaan.

2. Saya ingin memastikan proses nyala motor saya berjalan dengan lancar saat menggunakan starter listrik, dengan arus listrik yang stabil maka starter dapat dinyalakan dengan baik.

3. Saya ingin busi tetap mendapatkan arus yang stabil saat motor akan dihidupkan dan bekerja dari koilnya. Dengan arus listrik yang stabil maka nyala elektroda busi akan stabil juga bahkan memiliki arus yang lebih kuat maka proses pembakaran bbm oleh busi di dalam ruang mesin akan menjadi lebih maksimal, dengan begitu akan mengurangi proses pembakaran bbm yang tertunda/sia-sia. Dengan proses pembakaran yang stabil maka tenaga mesin dapat dimaksimalkan dan bbm akan menjadi lebih irit.

Gunanya produk ini adalah menyimpan arus dari aki dan menstabilkan arus pada proses output ketika arus dari aki dibutuhkan oleh sistem kelistrikan motor sehingga:

  • Hemat BBM, karena pembakaran bbm dalam ruang mesin menjadi lebih maksimal dan sempurna berkat elektroda busi yang mendapatkan pasokan arus listrik aki yang lebih besar dan lebih stabil.
  • Melakukan starter listrik motor menjadi lebih mudah karena pasokan output listrik dari aki stabil.
  • Meningkatkan akselerasi dan tenaga mesin dan tarikan gas menjadi lebih ringan karena pembakaran bbm lbh maksimal dan sempurna.
  • Lampu hingga klakson dan aksesoris yang menggunakan arus aki menjadi lebih terang karena mendapatkan pasokan power output arus aki yang lebih maksimal dan stabil.
  • Mengoptimalkan komponen listrik sehingga menjadi lebih tahan lama.
  • Umur aki yang lebih lama karena mendapatkan charge dengan arus dan tegangan yang stabil.

Arus output kelistrikan motor yang stabil sangat berperan penting dalam power dan akselerasi mesin motor juga. Sebagian besar orang umumnya hanya berpegang pada prinsip: motor kencang itu ya harus tenaga cc’nya besar, pakai bensin ron tinggi supaya nendang tenaganya, dan ini tidak sepenuhnya benar loh! Sistem kelistrikan juga harus dioptimalkan supaya tidak ada tenaga motor yang sia-sia. Bentuk produk ini termasuk kecil, komponen utama ada di dalam kotak hitam itu dan jalur output dari boxnya terdapat dua kabel merah dan hitam. Menurut produsennya ini produk kebal dari air jadi boleh dipasang diluar seperti yang anda lihat di hasil akhir instalasi di motor saya ini.vr6

Dengan sistem kelistrikan yang stabil, akselerasi dan tenaga motor anda akan lebih berasa ada peningkatan, nah soal peningkatan tenaga ini saya harus buktikan di jalanan dulu apakah bisa mencapai top speed dengan lebih cepat dan lebih ringan?

Setelah menggunakan produk ini, dng tambahan aksesoris kelistrikan laen” di jupi z1 saya merasa pasokan listrik jd lbh berlimpah dan stabil baik digunakan saat aksesoris lampu menyala ataupun tidak digunakan. Selain itu saya merasakan busi jd lbh ces pleng tenaganya. Jd sptnya produk ini memang ada gunanya juga.

Iklan

6 thoughts on “Voltage Stabilizer Aki: Listrik Motor Stabil, Tenaga Lebih Nendang!

  1. Penasaran dengan kelanjutannya nih gan.

    Saya juga pakai stabilizer aki, ketika pasang memang keluar percikan (terutama yang bagian positif aki).
    Stabilizer saya dilengkapi dengan LED, nyalanya lama banget. Dari pukul 16.00 sampai esoknya 09.00 nih LED masih nyala aja. Apa maksudnya ya?

    Suka

    1. Kelanjutannya sudah selesai gan, tp saya update di website resmi saya di http://www.motoriderindonesia.com, tapi saat ini sedang offline dulu krn banyak data yg harus diberesin, klo sudah beres baru saya buka akses webnya utk umum. Harap maklum, krn migrasi postingan dari wordpress ini ke website saya. Nanti bisa join juga di forum.motoriderindonesia.com.

      1. LED pada stabilizer gunanya utk memastikan adanya aliran listrik masuk ke stabilizer, spt tanda bahwa produk tsb berfungsi krn dapat menyimpan aliran listrik dari sumbernya. Bila produknya bermasalah led akan mati sendiri. Ini secara umum ya. LED kan tegangan sangat kecil jd dia dapat menyala sangat lama mas tergantung dari daya stabilizer itu sendiri.

      Tapi untuk memastikan stabilizernya benar” berfungsi jangan selalu terpaku pada led tsb, sebaiknya kabel plus dan minus (merah dan hitam) pada stabilzer tiap 3bln sekali dlepas dari aki lalu di cross kan apa terlihat percikan lagi? Klo ada percikan berarti masih bagus. Klo tidak ya harus diukur pake voltmeter gtu lah namanya klo saya gk salah.

      CMIIW.

      Suka

    1. Ya LED arus DC, kan jupi z1 saya tipe yg sistem kelistrikan AHO (lampu headlamp nyala langsung) jd tipe yg gnian pd dasarnya sudah dc dan dc trpisah arusnya ambil langsung dr aki kan sudah arus dc itu. Yg jd pertanyaan kan instalasinya bgmn dan pasang sekring yg brp ampere. Instalasi kelistrikan ini akan dtulis 1-2hr lg mas jupi saya ada 2led dan 4drl

      Suka

Komentar ditutup.