Review Busi Bosch Iridium UR 4 AI30 versus NGK Iridium CR7HIX

Ok ok….saking ckp banyak pertanyaan seputar busi motor yang saya gunakan di jupiter z1 saya, maka saya lebih baek buat artikel busi terpisah saja untuk membantu memberi penjelasan kepada anda yang penasaran..

Kali ini saya akan membahas mengenai BUSI. Yup benar, busi! Busi adalah salah satu komponen vital dalam sebuah mesin berpenggerak, tentu disini kita membahas mesin motor.

APA ITU BUSI?

Busi (dari bahasa Belanda bougie) adalah suatu suku cadang yang dipasang pada mesin pembakaran dalam dengan ujung elektrode pada ruang bakar. Busi dipasang untuk membakar bensin yang telah dikompres oleh piston. Percikan busi berupa percikan elektrik. Pada bagian tengah busi terdapat elektrode yang dihubungkan dengan kabel ke koil pengapian (ignition coil) di luar busi, dan dengan ground pada bagian bawah busi, membentuk suatu celah percikan di dalam silinder. Hak paten untuk busi diberikan secara terpisah kepada Nikola Tesla, Richard Simms, dan Robert Bosch. Karl Benz juga merupakan salah satu yang dianggap sebagai perancang busi.

Mesin pembakaran internal dapat dibagi menjadi mesin dengan percikan, yang memerlukan busi untuk memercikkan campuran antara bensin dan udara, dan mesin kompresi (mesin Diesel), yang tanpa percikan, mengkompresi campuran bensin dan udara sampai terjadi percikan dengan sendirinya (jadi tidak memerlukan busi).

CARA KERJA BUSI

Busi tersambung ke tegangan yang besarnya ribuan Volt yang dihasilkan oleh koil pengapian (ignition coil). Tegangan listrik dari koil pengapian menghasilkan beda tegangan antara elektrode di bagian tengah busi dengan yang di bagian samping. Arus tidak dapat mengalir karena bensin dan udara yang ada di celah merupakan isolator, namun semakin besar beda tegangan, struktur gas di antara kedua elektrode tersebut berubah. Pada saat tegangan melebihi kekuatan dielektrik daripada gas yang ada, gas-gas tersebut mengalami proses ionisasi dan yang tadinya bersifat insulator, berubah menjadi konduktor.

Setelah ini terjadi, arus elektron dapat mengalir, dan dengan mengalirnya elektron, suhu di celah percikan busi naik drastis, sampai 60.000 K. Suhu yang sangat tinggi ini membuat gas yang terionisasi untuk memuai dengan cepat, seperti ledakan kecil. Inilah percikan busi, yang pada prinsipnya mirip dengan halilintar atau petir mini.

Itu adalah definisi busi dan cara kerja busi yang saya comot langsung dari wikipedia.

Nah sekarang masuk ke pembahasan (ya elah..) busi iridium…

1. Iridium adalah material dengan titik lebur tertinggi dibanding material lain, bahkan gold sekalipun.

Makin tinggi titik lebur suatu material elektroda, makin baik konsentrasi pengapian yg bisa dihasilkan oleh elektroda tersebut.

Titik didih masing-masing material busi =
-iridium = 2500 C
-platinum = 2000 C
-nickel =1500 C
-gold = 1200 C
-silver = 800 C

2. Lebih irit BBM.

Karena proses pengapian jadi lebih baik, konsumsi BBM akan lebih irit. Tapi ingat, konsumsi BBM tetap tergantung dengan cara berkendara pengemudi.

3. Horse Power Meningkat dan Akselerasi Meningkat.

Kenapa bisa semuanya meningkat?

Intinya hal ini dikarenakan pada busi Iridium, pengapian yang terjadi lebih besar dari sebelumnya dan terkonsentrasi karena bidang loncatan api sangat kecil dibandingkan busi biasa, hanya 0,4 mm, hampir terlihat seperti jarum. Semakin kecil bidang loncatan api maka semakin baik, diukur dengan satuan mm. Jadi ada busi iridium dengan elektroda berukuran 0.4mm hingga 0.7mm ( ini sejauh yang saya pernah tau).

Busi Iridium Mahal :

Benar, harganya bisa 10x lipat harga busi standar. Kenapa? karena material iridium memang harganya mahal, termasuk material yang jarang di bumi. Untuk diaplikasikan di busi, butuh teknologi pengelasan laser, dan ini tidak mudah dan murah harganya.

Cara Perawatan busi Iridium :

Ini harus berhati-hati, pada busi Iridium, bisa dibilang maintenance free, karena kalau kondisi mesin normal, dan tipe busi yang digunakan sesuai dengan spesifik mesin, kotoran karbon yang terjadi dapat lenyap karena terkena efek pembakaran yang terjadi, atau ini busi bisa membersihkan bagian nya dengan kerja busi itu sendiri.

Kalaupun dibersihin, cukup semprot bagian elektroda dengan angin kompresor bertekanan rendah, jangan sekali2 disikat menggunakan sikat kawat atau amplas, karena dampak merusak mata elektroda dan mengikis lapisan iridium.

Tipe Busi Iridium :

Beda motor tentunya beda jenis busi, untuk kebutuhan khusus, bisa gunakan yg lebih panas atau dingin, semisal IU 22 atau IU 27.

Apakah harus ada part yg diganti biar bisa pake busi iridium ?

Motor standar bisa langsung PnP pake busi Iridium, bagian atas busi yg besar berwarna kuning bisa dilepas, dan ulir di dalemnya pas buat kepala busi standar. Biasanya busi iridium setau saya bedanya di ukuran saja, ada yang berukuran pendek ada yg bertubuh spt busi standard.

Bukannya Busi Iridium Hanya Untuk Balap ?

Memang benar, busi iridium sering sekali kita temukan digunakan di motor / mobil balap, Contohnya di motoGP atau di Yamaha Asean Cup Race kemarin, busi iridium merek tertentu jadi busi resmi disana. Busi Iridium mampu menyediakan pengapian yang besar dan fokus, jadi untuk nyari settingan yg pas juga tidak terlalu rumit. Tapi untuk motor standar dan kegunaan harian juga tidak masalah, toh performa tetep naik, walaupun tidak sebesar di motor balap atau racikan khusus.

Masa Pakai Busi Iridium.

Usia busi Iridium antara 6 bulan – 1 tahun, semua tergantung setting mesin (setelan CO yg pas), pas atau tidaknya tipe busi denga suhu daerah tersebut, kebutuhan pemakaian (harian atau kebut-kebutan) dan perawatan. Karena walaupun maintenance free, tapi kalau setting mesin kurang pas, tetap ada sisa karbon pembakaran yang mengendap, tetap harus dibersihkan walaupun cuma disemprot menggunakan air gun saja, karena kotoran ini menghalangi elektroda untuk menghasilkan api yang maksimal agar mesin tidak brebet. Biasanya dari pengalaman pribadi, busi iridium yang digunakan pada motor yang berlokasi pada daerah lembap dan panas pada penggunaannya lebih cepat berkurang masa pakainya dibandingkan digunakan pada motor yang berlokasi pada suhu tidak panas atau bisa dikatakan iklim sejuk.

Nah kita bisa ambil beberapa point dari ulasan diatas:

  • Busi jenis iridium harganya jauh lebih mahal daripada busi standard.
  • Busi jenis iridium langka di pasaran dan tidak tersedia untuk semua tipe mesin kendaraan baik mobil atupun motor.
  • Busi jenis iridium memiliki daya tahan terhadap panas sangat tinggi.
  • Busi jenis iridium memiliki sifat mampu memberi torsi akselerasi dan tenaga serta proses pembakaran bbm yang lebih efisien sehingga menghasilkan keiritan bbm yang lebih baik dibandingkan busi standard.
  • Busi jenis iridium dapat diaplikasikan pada mesin kendaraan biasa (non-racing) hingga mesin yang sudah dikondisikan untuk balap. Dan tetap dapat memberikan performa lebih.
  • Busi jenis iridium yang baik salah satunya ditentukan dari celah ukuran elektrodanya, dari yang 0.4mm hingga 0.7mm, makin kecil makin baik dan umumnya mempengaruhi harganya dan kualitasnya disamping bentuk elektrodanya itu sendiri.

BUSI BOSCH IRIDIUM.

bosch iridium
UR 4 AI30 (india 112)

Saya ada dua jenis busi iridium, salah satunya adalah bosch iridium berkode UR 4 AI30 (india 112).

Busi ini termasuk busi berukuran pendek, sehingga cocok digunakan pada motor jupiter z1 dan beberapa jenis motor bebek dan skutik lainnya yang beredar di pasaran indonesia. Busi bosch ini memiliki elektroda berukuran 0.5mm dan berbentuk lancip. Busi ini bisa diaplikasikan pada mesin standard, racing hingga drag. Harga busi ini sewaktu saya membelinya di tasikmalaya adalah sebesar Rp.70.000. Dan saya beli dua satu diaplikasikan ke jupiter z1 injeksi 2014 satunya untuk mio 2010. Yang saya rasakan dengan menggunakan busi bosch iridium ini pada jupi saya:

  1. Pembakaran bbm menjadi lebih lancar, mudah memanaskan mesin dalam kondisi dingin dipagi hari.
  2. Irit bbm, ya saya bisa sebut ini karena memang benar adanya, baik dengan bensin premium ataupun pertamax.
  3. Merupakan komibinasi yang sangat baik bila diaplikasikan dengan pertamax!
  4. Respon akselerasi mesin meningkat.
  5. Torsi tenaga dapat dimaksimalkan dengan mudah walau mesin masih standard pabrikan.

BUSI NGK IRIDIUM

ngk iridium
NGK Iridium CR7HIX

Nah yang kedua adalah busi ngk iridium. Saat saya membelinya, dia sudah menawarkan diri sebesar Rp.90.000 utk satu busi. Saya membelinya di sebuah bengkel berlokasi di bekasi. Busi iridium ngk ini memiliki ukuran elektroda sebesar 0.6,mm jauh lebih besar dibandingkan bosch iridium punya. Serial kode busi ngk ini adalah NGK Iridium CR7HIX yang dapat digunakan pada sebagian besar motor bebek dan skutik di pasaran indonesia karena memiliki ukuran bodi pendek spt bosch iridium. Nah satu yang menjadi perhatian saya bila membandingkan dua busi tersebut adalah ujung elektroda busi bosch jauh lebih lancip daripada busi ngk iridium ini. Untuk aplikasi pada motor standard jupi saya, ngk iridium memiliki performa yang baik dan tetap dapat memberi respon tenaga, akselerasi dan pengiritan bbm yang juga baik walau digunakan dng premium ataupun pertamax (jelas lebih baik).

SIAPA PEMENANGNYA?

dua busi inilah yang djatah rolling di jupiter z1 saya

Dari dua busi yang saya coba di jupi z1 injeksi saya. Saya merasakan performa terbaik di dapatkan oleh BUSI BOSCH IRIDIUM UR 4 AI30 (india 112). Bosch benar-benar handal dan stabil kinerjanya baik dng premium ataupun pertamax namun performa terbaik di dapatkan dengan pertamax. Dalam penggunaan jalanan tanjakan hingga turunan dalam kondisi panas hingga hujan, busi bosch ini lebih memberikan performa terganasnya dibandingkan NGK IRIDIUM. Saya pernah mendapati mesin jupi mati ketika dalam kondisi hujan menggunakan ngk iridium (gak cuma sekali aja), ini bisa saya simpulkan busi ngk tidak dapat mempertahankan proses pembakaran (panas) dalam ruang pembakaran bbm sehingga mesin saya mati seketika (lost) tapi saya tdk pernah mendapati kejadian ini dengan busi bosch iridium dalam kondisi cuaca yang sama. Busi bosch dapat memberi performa yang maksimal dengan oli castrol power 1 (botol gold) dan pertamax, dua komponen tersebut benar-benar dapat dimaksimalkan oleh busi bosch ini, menekuk kecepatan diatas 110km dapat dilakukan dengan mudah. Tapi yang saya cari dari pemilihan busi iridium adalah kemampuan untuk memaksimalkan ruang pembakaran mesin sehingga saya mendapati akselerasi mesin meningkat dan tenaga meningkat karena proses pembakaran bbm benar-benar maksimal. Soal irit gak irit buat saya urusan belakangan hehehe 😀

Nah selain dua busi iridium diatas, ada lagi busi lainnya dari merek DENSO. densoBusi ini berharga diatas 100ribu rupiah, konon kabarnya memiliki elektroda berdiameter 0.4mm dan berbentuk beda. Sayangnya saya belum sempat membelinya, jika sudah beli akan saya review di blog saya.

Semoga artikel ini memberi gambaran untuk anda.

Salam.

Iklan

4 thoughts on “Review Busi Bosch Iridium UR 4 AI30 versus NGK Iridium CR7HIX

        1. Brgnya pas habis gan udah saya tanyain yg merk bosch, ngk dan denso iridium lg kosong. Coba agan cari di google. Lokasi dmana gan? ntar brgnya ada saya kabarin!

          Suka

Komentar ditutup.