Dilema Premium dan Pertamax

Judul postingan kali ini memang sederhana, sesederhana kita mikir saat ada uang dan kesempatan untuk isi bbm untuk motor kita.

1. Taukah anda perbedaan premium dan pertamax?

2 Taukah anda keuntungan menggunakan premium dan pertamax?

3. Mengapa harga bbm dinaikkan?

Ada harga ada rupa, begituah bunyinya nasehat lama…

pilihan bbm

Sebelum tahun 2014, saya termasuk pengguna setia bbm premium untuk semua jenis motor saya, baik motor 2 tak ataupun 4 tak. Dari jaman motor laki RXZ Yamaha 135cc sampai Kawak Ninja R150 pun isi premium belum pernah diisi pertamax. Nah mulai trimester kedua 2014, saya sudah mulai membiasakan diri memberi “minuman” pertamax untuk jupiter z1 injeksi milik saya.

Tentu berbicara bbm di indonesia masih ada pro kontra-nya, biasanya sensitif mengenai harga. Saat ini, tahun 2014, premium pertamina dijual di pom bensin pertamina seharga Rp.6.500,- per liternya, sedangkan pertamax dijual Rp.11.000,- per liternya (ini terakhir saya ingat loh).

Mengantri PREMIUM!!

Nah sekarang kita bahas singkat aja ya perbedaan Premium dan Pertamax dari Pertamina di Indonesia:

PREMIUM:

  1. Harga termurah untuk bbm pertamina untuk mesin non-diesel, dengan Rp.6.500,- kita bisa mendapatkan 1 liter premium.
  2. Premium memiliki nilai oktan sebesar 88.
  3. Satu liter premium umumnya dapat digunakan sejauh rata-rata 30km untuk mesin motor injeksi dan sekitar 27km untuk motor berkaburator dengan kompresi mesin dibawah 9 dengan catatan mesin terawat dan kondisi perjalanan mulus jarang kena stop and go.
  4. Premium memiliki nilai subsidi bbm pemerintah yang besar sehingga ini mengurangi beban harga pasaran yang diberikan ke end user yang mengisi bbm premium di pom bensin pertamina resmi itulah mengapa kita bisa mendapatkan harga Rp.6.500,- per liternya.
  5. Subsidi bbm premium selalu membengkak, artinya jumlah permintaan premium dan penggunaannya selalu melebihi total kapasitas dana yang dimiliki pemerintah. Akibatnya pemerintah sering menunggak hutang berlebih ke pertamina dikarenakan quota subsidi bbm premium jebol.
  6. Belum tegasnya peraturan pemerintah yang membatasi penggunaan premium untuk kalangan yang benar-benar tidak mampu. Jadi kita dengan mudahnya (malah keblablasan dianggap wajar) melihat kendaraan mewah antri bbm premium, padahal mereka seharusnya tidak boleh menikmati premium. Ini salah satu yang menyebabkan subsidi bbm premium salah sasaran dan menjebol quota maksimum yang ditetapkan pemerintah.

Premium dengan nilai oktan sebesar 88 atau dibawah 90 adalah bahan bakar yang termasuk sangat mudah terbakar. Saya tidak mengatakan pertamax gk mudah terbakar loh! Maksudnya adalah premium dengan kandungan yang mudah terbakar memberi efek mudahnya bbm ini berkurang di tangki bbm kendaraan anda. Otomatis semakin cepat terbakar dalam ruang pembakaran mesin kendaraan anda, maka jumlah bbm dalam tangki bensin akan semakin cepat berkurang, semakin cepat terbakar bisa membuat jarak tempuh kendaraan anda tidak begitu jauh sehingga anda perlu lebih rajin mampir ke SPBU untuk isi ulang.

Selain itu, premium diciptakan tanpa zat aditif yang tidak dapat membantu membersihkan ruang pembakaran mesin kendaraan anda, sehingga dalam pemakaiannya dalam tempo jarak tempuh tertentu ia akan menghasilkan kerak karbon pada ruang pembakaran mesin hingga mempengaruhi kebersihan busi. Nah bila ini terjadi maka anda harus mengeluarkan dana lebih sering untuk membersihkan ruang pembakaran mesin anda dan membersihkan busi anda, nah kerak karbon pembakaran inilah yang turut membantu memberi efek brebet pada output knalpot motor anda tentunya selain kondisi pencampuran bahan bakar yang kurang sempurna di ruang pembakaran. Selain itu premium kurang menghasilkan tenaga akselerasi yang baik untuk kendaraan motor anda.

PERTAMAX:pplus

  1. Harga per liternya lebih mahal dibandingkan harga bbm non-diesel dari pertamina yaitu premium. Anda harus menebus sebesar Rp.11.000,- per liternya untuk mendapatkan pertamax.
  2. Pertamax pertamina memiliki nilai oktan sebesar 93.
  3. Satu liter pertamax umumnya memberikan daya jelajah kendaraan lebih jauh ketimbang menggunakan premium. Perbandingannya bisa mencapai 2x lipatnya premium. Dari pengalaman penggunaan pertamax pada kendaraan jupiter z1 injeksi yang saya gunakan, pertamax sanggup memberi daya jelajah sejauh 62km per liternya!! Ini adalah 2 x lipat lebih jauh ketimbang saya menggunakan premium!
  4. Kapasitas pertamax di pom bensin pertamina umumnya lebih sedikit daripada permintaan premium. Ini dikarenakan sensitifitas dan disparitas harga diantara premium dan pertamax sebesar Rp. 4.500,- per liternya msh mjd pertimbangan utama sebagian besar pemilik kendaraan bermotor. Mungkin cara pikirnya “Ah yg penting kan dpt bensin spy motor bisa jalan kenapa hrs pake pertamax!?”
  5. Pertamax sangat cocok untuk kendaraan bermotor yang memiliki kompresi sebesar minimum 9.

Pertamax adalah salah satu pilihan bbm non-diesel yang berkualitas lebih baik dibandingkan premium. Mengapa? Salah satunya adalah pada kunci besaran oktannya, yaitu sebesar 93. Semakin tinggi nilai oktan suatu bahan bakar, maka ia akan semakin lama terbakar, kunci irit bbm salah satunya ada pada besaran nilai oktan tersebut. Gambarannya adalah, anda isi 1 liter pertamax di tangki bbm motor anda, anda pakai motor anda, anda akan mendapati jarak tempuh kendaraan yang lebih jauh, bukan sulap bukan sihir, tapi pertamax memang lebih lambat terbakar dalam ruang pembakaran mesin sehingga kapasitas bbm dalam tangki bensin pun semakin lama berkurangnya, sehingga anda tidak perlu terlalu sering mampir ke SPBU. Mau kendaraan berkarburator ataupun injeksi, pertamax tetap cocok digunakan. Tentu soal perbedaan tingkat keiritan diantara kendaraan berkarburator dan injeksi lebih irit injeksi karena pembakaran telah diatur oleh sistem chip kontroller injeksi yang memadukan jumlah bbm yang diperlukan plus jumlah udara masuk ke ruang pembakaran secara disemprot oleh nozzle injeksi yang tentu lebih kecil ukurannya dibandingkan bukaan klep karburator. Satu liter pertamax pada motor injeksi yamaha jupiter z1 saya telah terbukti mencapai jarak 62km!! Dan itu saya capai bukan dengan kontes motor paling irit (pake gaya kendaraan eco drive gtu) tapi dengan pemakaian dengan gaya berkendara saya, dimana saya sering menarik pedal gas motor saya dalam” hingga mencapai 100km itu dah biasa dan tetap dapat menempuh 62km!! Jupiter z1 injeksi memiliki nilai kompresi mesin diatas 9 sehingga memang lebih cocok menggunakan pertamax. Nilai kompresi mesin yang semakin tinggi memerlukan bbm dengan nilai oktan yang tinggi (umumnya diatas oktan 90) sehingga kompresi mesin yang besar menghasilkan tenaga akselerasi yang lebih besar dan cepat tapi tanpa mengorbankan keiritan bbm yang digunakan.

Neng, pertamax full tank, sekalian pin bbm’nya 😀

Mengapa saya mulai beralih ke PERTAMAX PERTAMINA?

  1. Lebih irit dalam pengeluaran bbm motor saya. Hitungan saya spt ini: 1 liter premium  = 30km, 1 lliter pertamax = 60km. Perbedaan harga bbm keduanya hanyalah sebesar Rp.4.500,- namun dengan 1 liter pertamax saya dapat mengirit 1 liter premium tambahan. Paham? Dengan jarak 60km saya harus isi 2 liter premium itu sama saja saya keluar uang Rp.13.000,-, sedangkan dengan dana Rp.11.000,- saya dapat pertamax dengan kemampuan jarak tempuh setara 2 liter premium yaitu 60km’an!!
  2. Lebih irit biaya perawatan mesin. Untuk membersihkan kerak karbon pada saluran nozzle injeksi motor jupi z1, saya harus keluarkan dana sebesar Rp.25.000,- untuk membeli satu botol yamaha injection cleaner yang digunakan tiap 3000km motor injeksi saya.
  3. Mungkin soal 25rb utk beli yamaha injection cleaner terdengar murah ya? dan lagian kan gk sering” hanya setiap 3000km baru digunakan. Ya okelah itu pemikiran anda sah” saja, tapi saya melihatnya bukan soal 25rb tiap 3000km itu, tapi tiap km yang saya lalui bagaimana kondisi mesin motor saya bila saya terus menggunakan premium? Saya harus korbankan akselerasi, harus korbankan kerak pada nozzle injection motor saya, harus korbankan uang lebih untuk isi ulang ke SPBU yang tentu hitungan akhirnya membuat harga 25rb yamaha injection cleaner itu menjadi tak ada artinya lagi karena otomatis jumlah uang utk bbm tidak akan lebih irit bilamana saya isi dengan pertamax.
MIKIR!!

Saya tidak mengatakan mereka yang masih menggunakan premium adalah orang tidak mampu secara finansial untuk mencukupi kebutuhan bbm kendaraan mereka. Saya tidak mengatakan orang yang menggunakan pertamax untuk kendaraan mereka adalah orang kaya. Disini perlu disikapi beberapa hal, dari soal kepedulian mesin kendaraan, hingga kesadaran untuk berhemat dan ini semua bukan soal tingkat finansial seseorang.

Saya pernah lihat pengguna Ducati mengisi dengan premium di area pom bensin arah prambanan kalasan yogyakarta, dan lebih sering lagi lihat mobil bermerek yg mahal ngisi premium di SPBU pertamina. Ini juga dilema bagi saya, saya belum pernah lihat pegawai SPBU mengeluarkan kalimat untuk meminta pemilik kendaraaan yang termasuk “mampu” untuk berpindah dari jalur premium ke pertamax. Dan masih jarang pula kita ngantri di jalur premium tapi tidak berani meminta si pengendara “mampu” tsb untuk tidak mengisi bbm kendaraannya dengan bbm subsidi. Tapi anehnya, semua akan jadi satu suara saat bbm makin langka dan ada info kenaikan harga bbm premium biasanya kita yang ngantri ikutan kesal pengendara yang “mampu” malah “minum” bbm bersubsidi.

Sekarang kita enak – enak pakai bbm, 10-15 tahun lagi anak cucu kita kembali ke jaman batu, bbm makin langka harga menggila karena kita tidak mulai peduli pada pemerintah yang susah payah mengelola bbm di negara kita, semakin kita cuek bebek terus isi pakai premium, semakin kaya lah para mafia minyak bumi! Sekarang kita hidup di negara miskin bahan bakar bumi, malu negara kita seluas ini import bbm aja lewat mafia bbm dari negara sekecil singapore!?

Jadi kalau mau ikut bantu negara berhemat pengeluaran uang utk bbm subsidi, semua juga dimulai dari kita sebagai end user. Mulai dari kesadaran diri sendiri hingga kesadaran berani mengusir (ya saya jelas mengatakannya!) kendaraan mewah “meminum” bbm bersubsidi, terserah orangnya mau cuma supir suruhan bosnya kek ataupun pejabat kek pokoknya usir aje ke jalur bbm non subsidi!!

Gak usah koar – koar protes lah soal kenaikan BBM, saya paham itu memang memberatkan kantong kita, termasuk kantong saya. teteuuppTapi bila memang pemerintah dapat memberikan sesuatu yang lebih baik untuk warga negaranya dari imbas kenaikan harga bbm ini, maka saya dukung. Saya tau diluar sana di wilayah indonesia mereka yang tidak memiliki kendaraan apapun, masih jalan kaki tidak ngerti apa itu premium, pertamax atau solar, taunya hanya kayu untuk masak di dapur mereka lebih berhak merasakan nikmatnya alih subsidi bbm ke sesuatu yang lebih berarti untuk mereka.

Sebaiknya klo ada pihak yg protes kenaikan bbm sampe menggangu akses masyarakat coba deh mrk mulai beri tindakan nyata mulai dari menyisir SPBU dan mengusir mrk yg tdk layak menggunakan bbm bersubsidi utk mengisi bbm non subsidi ini jelas langkah nyata utk membantu mengurangi beban subsidi bbm pemerintah. Lha kalau anda cuma bisa protes harga premium naik, solusinya mudah: GAK USAH BELI BBM!! Jangan bikin malu udah protes tp harga tetap dinaikkan eh besoknya tetap beli premium. Gengsi donk!?.

Nah sudah cukup tulisan saya soal premium dan pertamax plus curhat protes kenaikan bbm. Semoga bisa diambil sisi positifnya dan bukan malah bikin debat berkepanjangan. Ini pemikiran saya, anda boleh terima boleh tolak, yang penting satu nusa satu bangsa..cinta damai 🙂

Iklan

2 thoughts on “Dilema Premium dan Pertamax

Komentar ditutup.